
My Mistake Wedding S2 E34
Cinta..
Jangan tinggalkan aku
Karena mungkin aku
Tidak akan pernah menemukan cinta
Seperti dirimu..
Jika kau kan kembali
Akankah kau melihatku lagi
Jauh dari pelukanmu
Membuatku rindu
-Noura Zhafira-
..............................
.
.
Huhuuu...
Hihihii...
Hiikkss...
__ADS_1
Tangisan tersedu-sedu Sarah didalam apartemennya. Semua barang tampak berantakan. Pecahan barang-barang ada dimana-mana.
Penampilan Sarah menjadu urak-urakan. Rambutnya berantakan, riasan wajah yang sudah luntur dan baju yang sudah kusut.
Tok..tok
Terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu apartemennya
Namun Sarah tidak bergerak dari posisinya. Ia membiarkan seseorang yang sedang berada diluar itu. Ia seperti sudah tidak peduli lagi dengan apapun diluar sana.
Srekk..
Terdengar suara pintu terbuka
Sarah menoleh ke arah orang yang membuka pintu. Tampak sekumpulan orang-orang yang berpakaian rapi dan formal. Semua yang datang memakai jas dan dasi.
"Siapa kalian?!" tanya Sarah dengan nada tinggi.
"Noura? Oh aku tahu semuanya ini Noura yang aturkan, aku tahu semuanya!" seru Sarah.
Semua orang yang datang di apartemen Sarah menjadi kebingungan dengan perkataan Sarah. Mereka saling pandang memberi kode apakah mereka saling mengerti maksud perkataan Sarah.
"Bu, maaf kami tidak mengerti maksud Ibu. Kami datang kesini memang atas perintah Bu Noura, tapi.."
"Eeeeets.. cukup! aku sudah tahu akal bulus Noura kan, dia mencoba merebut kembali suamiku," kata Sarah yang memotong perkataan mereka.
"Bu maaf, kami adalah tim hukum Bu Noura. Kami disini ingin meminta persetujuan dan tanda tangan Ibu sebagai ibu kandung dari Arsya, karena Bu Noura akan mengambil alih hak pengasuhan," jelas salah satu dari mereka.
"Apa?! Bukan cuman suamiku, dia juga ingin mengambil anakku. Dasar wanita munafik!" seru Sarah dengan nada tinggi kembali.
"Sebaiknya Ibu membaca sendiri apa isi dari surat kuasa dari Bu Noura, sebelum Ibu menyimpulkan sendiri maksud dari Bu Noura."
"Aku tidak mau dan tidak akan mau membuka atau membaca apapun yang berasal dari Noura," kata Sarah sambil memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Berarti Ibu telah menyetujui semuanya, apapun yang tertulis didalam ini, sudah disetujui oleh Ibu?"
"Aku bilang, aku tidak peduli," jawab Sarah sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Kami diperintahkan kembali dengan kesetujuan Ibu. Maka kami perlu tanda tangan Ibu."
"Aku bilang, aku tidak peduli!" seru Sarah kembali.
Tim hukum dari Noura saling pandang beberapa detik, setelah itu mereka menganggukkan kepalanya. Lalu dua orang dari mereka menahan kedua tangan Sarah.
"Hei, apa yang kalian lakukan?! Cepat lepaskan aku!" bentak Sarah sambil berontak.
Sedangkan satu orang yang sisanya membuka ibu jari Sarah. Mereka bermaksud mengambil cap ibu jari Sarah dengan paksa.
"Hei hentikan!" bentak Sarah.
Cap ibu jari telah menempel pada tempat yang seharusnya. Mereka melepaskan tangan Sarah dan berkumpul dihadapan Sarah.
"Kami telah menyimpulkan bahwa Ibu telah menyetujui semua yang tertulis didalam surat ini."
"Kami sebagai perwakilan dari Ibu Noura mengucapkan terima kasih."
Lalu tim kuasa hukum pergi meninggalkan apartemen Sarah. Apapun kondisi Sarah saat ini, yang penting mereka telah menyelesaikan tugas mereka.
Saat mereka berjalan keluar, tiba-tiba Noura menelepon kepada ketua tim hukumnya.
"Halo Bu Noura."
"Bagaimana dengan hasilnya?" tanya Noura dalam panggilan telepon.
"Semua telah selesai dengan baik Bu," jawabnya.
"Baiklah, tolong urus sisanya."
__ADS_1