My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Noah Pulang


__ADS_3

My Mistake Wedding


Episode 23


Tiba-tiba terjadi hal yang tidak masuk akal


Kamu pulang membawa tombak paling tajam


Kamu sekarang telah menancapkan tombak itu ke dalam hatiku


Secara tiba-tiba kamu membuat hatiku pecah


-Noura Zhafira-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉.


.


.


Kehebohan yang terjadi sudah mulai meredam, karena sudah banyak orang yang pulang. Mata sembab Noura itu malah ditatap sinis oleh Noah. Kini hanya ada Noura, Noah, Pak RT dan wanita asing itu.


Karena orang yang datang melihat kejadian itu terlalu berisik, akhirnya Pak RT menutup pintu rumah Noah. Hal itu juga membuat Avi Sena tidak bisa melihat keadaan Noura.


Noah menjelaskan bahwa wanita asing itu bernama Sarah, istri keduanya. Mereka baru menikah dua minggu secara siri. Lalu Noah memperlihatkan dokumen dan data diri Sarah. Ia baru mau memberitahu ke Pak RT saat pagi hari, karena baru pulang saat tengah malam.


Penjelasan Noah membuat Noura terbelangak. Ia tidak menyangka bahwa Noah akan menikah lagi. Ia pikir Noah selama ini hanya pergi bekerja.


Tapi apa yang sekarang Noah perbuat kepada Noura. Ia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangganya. Noura sangat terpukul dengan situasi yang mendadak seperti ini.


Setelah semuanya menjadi jelas, Pak RT pamit pulang ke rumah. Kini tinggal Noura, Noah dan Sarah. Noura hanya bisa menunduk dengan pandangan kosong. Bahkan air matanya saja telah habis terkuras.


"Kenapa kamu lakukan ini? Tidak malau kamu, kini seluruh tetangga tau kondisi kita. Seharusnya kamu tanyakan dulu denganku," ujar Noah yang sedikit marah.

__ADS_1


Noura tidak sanggup berkata-kata. Ia hanya bisa terdiam. Ia tidak tahu harus bagaimana. Apa yang harus ia lakukan setelah ini.


"Kamu tidak mau berbicara. Ya sudah lah, toh sudah terlewati juga. Yang penting kamu sudah tahu kan, dia namanya Sarah dan dia juga istriku. Sarah juga sudah tahu tentang kamu. Jadi kalian bisa akrab sekarang," kata Noah sambil berjalan meninggalkan Noura.


"Telepon orang tua ku dan orang tuamu!" seru Noura tiba-tiba.


Noah menghentikan langkah kakinya. Ia melihat ke belakang dan mengangguk kepada Noura. Noah dan Sarah meninggalkan Noura di ruang tamu.


Noura masih terduduk di ruang tamu dengan tatapan kosong. Setengah jam berlalu, satu jam berlalu. Hingga akhirnya Sarah turun ke lantai bawah.


"Hei, Noura kopi yang mana? Yang jadi kesukaan Noah?" tanya Sarah.


Noura melihat sinis ke arah Sarah. Lalu ia menunjuk sebuah merk kopi yang ada di lemari. Sarah pun membuatkan kopi untuk Noah.


Setelah sekian lama terpukul, Noura pun pergi ke kamarnya. Ia berjalan dan melihat salah satu kamar yang ada di lantai atas terbuka. Kemudian ia mengintip ke kamar itu dan ia melihat Noah sedang bermain ponselnya.


Noura pun terkejut. Ia melihat Noah di kamar lain. Dan itu bukanlah kamar mereka. Sekarang Noura mengerti bahwa kamar itu adalah kamar yang akan dipakai oleh Noah dan Sarah.


Noura pun pergi ke kamarnya. Ia terdiam di pinggir ranjangnya. Sekarang ia merasakan marah, kesal, kecewa, sedih dan semuany bercampur aduk menjadi satu.


Tapi Noura hanya bisa terdiam. Tatapannya menjadi kosong. Ia bahkan tidak melirik ke arah Noah saat ia berbicara dengan Noura.


"Yasudah lah, aku akan memesan makanan saja untuk besok," kata Noah sambil menutup pintu kamar Noura.


Tidak lama dari itu, adzan sholat dzuhur berkumandang. Akhirnya Noura bergerak, ia mengambil handuk, kemudian masuk ke kamar mandi.


Di kamar mandi, ia menyalakan shower. Air mancur itu membasahi seluruh tubuh Noura. Tanpa sadar, air mata ikut membasahi tubuh Noura.


Noura menjadi teringat sewaktu ia dan Noah pertama kali mandi bersama. Di kamar mandi ini, menyimpan kenangannya. Sekarang Noah akan mandi bersama wanita lain.


Setelah selesai mandi, Noura langsung berpakaian kemudian sholat dzuhur. Sehabis sholat, Noura kemudian mengambil Al-Qur'an. Ia membaca Al-Qur'an di dalam hati. Sambil menahan air mata yang keluar dari matanya.


Sementara itu, Noah dan Sarah sedang tidur bersama. Padahal adzan telah berkumandang. Tapi Noah tidak bergegas sholat.

__ADS_1


"Noah, kenapa aku harus tinggal satu atap dengannya?" tanya Sarah.


"Aku tidak mau repot dengan berbolak-balik, lagian Noura adalah orang yang baik kok, kalian pasti bisa jadi patner," jawab Noah sambil mengelus rambut poni Sarah.


"Kenapa kamu tidak ceraikan saja dia?" tanya Sarah kembali.


"Menceraikan itu tidak semudah itu. Lagian aku juga masih mencintai Noura," jawab Noah.


"Huh. Kalau begitu kamu pilih aku atau dia?" tanya Noura sambil bangun dari kasur karena kesal.


"Hei, jangan membuatku memilih, kalian sama di hati dan hidupku," jawab Noah sambil menarik Sarah.


Kembali lagi kepada Noura.


Noura yang sudah selesai mengaji, kemudian terdiam dalam keadaan masih memakai mukena. Ia tidak tahu harus apa sehabis ini. Ia serasa tidak ada gairah hidup lagi.


Ia hanya bisa memikirkan pertanyaan, mengapa Noah lakukan ini padanya? Apa salahnya Noura? Pertanyaan itu terus berputar di dalam pikiran Noura.


Bagaimana Noura bisa tenang, ketika melihat Noah memikiki wanita lain dan berkata bahwa wanita itu adalah istrinya yang lain.


Noura tidak keluar kamar hingga malam tiba. Namun kini Noura telah tidur di ranjangnya. Tiba-tiba Noah datang ke kamar dan memeluk Noura.


Noura terbangun dan terkejut. Ia melihat Noah di ranjangnya sekarang. Noura ingin mengelak dari pelukan Noah tapi tenaga nya terlalu lemah.


Akhirnya yang bisa Noura lakukan adalah menangis. Ia hanya bisa menangis, ia menangisi laki-laki yang biasa mengimampinya. Kini telah menjadi imam bagi wanita lain.


***


Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.


Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.


Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.

__ADS_1


Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.


Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..


__ADS_2