My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2E20


__ADS_3

My Mistake Wedding S2E20


Hatiku bersedih


Hatiku menangis


Hatiku terluka


Bisakah aku tidak memiliki hati


Agar aku tidak merasakan sakit lagi


-Noura Zhafira-


...............................


.


.


Noah menatap layar ponselnya. Terlihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Noura. Ada juga beberapa pesan yang dikirimkan Noura kepada Noah.


Jika kamu sudah tidak sibuk. Telepon aku ya, tulis Noura didalam pesannya.


“Pak Noah.”


Noah langsung mematikan layar ponselnya. Noah melihat Sarah yang telah sadar. Lalu Noah melirik ke arah jam tangannya. Waktu menunjukkan jam 7 malam.


“Bagaimana keadaanmu Sarah?” tanya Noah.


“Kenapa Bapak ada disini?” tanya Sarah.

__ADS_1


“Tadi ada banyak teman-temanmu. Tapi sekarang sudah pulang,” jawab Noah.


“Sarah. Maaf ya, karena saya kamu jadi terluka seperti ini,” sambung Noah.


“Tidak apa-apa Pak. Saya malah bersyukur karena Bapak tidak terluka,” ucap Sarah sambil tersenyum.


“Kata dokter kamu sudah boleh pulang. Jadi saya akan mengantarkanmu,” kata Noah sambil bangkit dari duduknya.


Padahal Noah telah mengatakan bahwa dokter telah memperbolehkannya pulang, tapi Sarah masih diam di tempat tidurnya.


“Kamu mau menginap di rumah sakit?” tanya Noah.


“Jangan antarkan saya ke rumah Pak,” kata Sarah.


“Lalu kemana? Ke rumah orang tuamu?” tanya Noah kembali.


Sarah terdiam sejenak. Ia menggigit bibir bawahnya. Karena sedikit malu mengatakannya.


Noah menghela nafas dengan pelan setelah mendengar permintaan dari Sarah.


“Baiklah, ayo ke bioskop,” ucap Noah.


Sarah langsung bersemangat mendengar jawaban dari Noah. Ia langsung turun tanpa hati-hati. Saat turun, tubuhnya kurang seimbang. Akhirnya membuat Sarah hampir jatuh.


Untungnya Noah langsung menangkap Sarah yang hampir terjatuh dari ranjangnya.


“Hati-hati,” kata Noah sambil membantu Sarah bangkit.


Sarah hanya memberikan senyuman kepada Noah. Senyuman yang sedikit malu bercampur dengan senang.


Setelah itu, Noah pergi mengantarkan Sarah ke bioskop. Sarah duduk di kursi sofa yang ada diluar, sembari menunggu Noah membelikannya tiket.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Noah datang dengan membawa satu tiket menonton. Sarah terkejut dan sedikit kecewa saat Noah hanya membawa satu tiket.


“Kenapa hanya satu?” tanya Sarah.


“Kan kamu yang mau menonton,” jawab Noah.


“Bapak tega membiarkan saya yang baru keluar dari rumah sakit, menonton sendirian,” kata Sarah.


Noah terdiam. Ia tidak kepikiran sampai kesana. Sarah yang baru saja keluar dari rumah sakit, tidak mungkin dibiarkan menonton sendirian.


Akhirnya Noah kembali mengantri untuk membeli tiket. Kali ini ia membeli dua tiket. Untuk dipake oleh dirinya dan Sarah.


Beberapa jam berlalu, kini mereka telah selesai menonton. Karena Sarah lapar, jadi kini mereka pergi makan di sebuah restoran yang ada didekat bioskop.


“Terimakasih Pak, hari ini telah menemani saya,” ucap Sarah sambil tersenyum.


“Iya tidak apa. Ini sebagai bentuk tanggung jawab saya juga,” balas Noah.


“Setelah ini bapak tidak perlu mengantarkan saya,” kata Sarah.


“Tidak perlu bagaimana? Kita kan tinggal di apartemen yang sama,” balas Noah.


“Tapi saya tidak mau merepotkan bapak lebih dari ini,” timpal Sarah.


“Saya tidak merasa direpotkan kok. Kamu tenang saja,” ujar Noah sambil meminum airnya.


Sarah tersenyum manis kepada Noah. Hari ini Sarah senang, karena berkat kepalanya terluka, ia bisa bersama dengan Noah.


“Kamu tunggu sebentar, saya akan memanggil taksi,” kata Noah sambil berjalan meninggalkan Sarah.


Sarah yang duduk sendirian, tersenyum puas sambil meminum minumannya.

__ADS_1


Pokoknya malam ini, dia harus jadi milikku, gumam Sarah didalam hatinya.


__ADS_2