
My Mistake Wedding
Episode 58
Ada banyak sekali kata yang bisa menggambarkan dirimu
Tapi hanya ada satu kata untuk diriku
Yaitu lemah
Apa di matamu aku adalah wanita yang lemah?
Padahal aku berusaha sekuat mungkin
Tapi apalah dayaku yang hanya seorang manusia biasa
Andai aku bisa menjadi sosok yang kuat di matamu
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
__ADS_1
.
"Mama?" Noura yang sedikit canggung dengan kedatangan mama mertuanya.
"Noura? ada apa kamu kesini?" tanya mama mertuanya.
"Mama duduk dulu disini," kata papa mertuanya.
Mama mertua Noura pun akhirnya mau duduk dan berhadapan dengan Noura. Tampak mama mertua tidak begitu menyukai Noura. Hal itu terlihat dari ekspresinya yang sinis dan sering kali membuang muka.
Tapi itu tidak menjadikan Noura untuk gentar. Karena setelah bercerai, ia tidak akan lagi bertemu dengan mama mertuanya itu.
"Ma, jadi begini. Noura dan Noah sudah memutuskan untuk bercerai. Noura datang kesini, ingin mengucapkan terimakasih karena telah diterima sebagai anggota keluarga, tapi Noura juga ingin meminta maaf, apabila Noura terdapat banyak kesalahan," kata Noura.
Perkataan dari mama mertuanya membuat hati Noura tersentak. Perkataan yang tajam langsung menusuk hati Noura. Kini Noura benar-benar yakin bahwa keputusannya bercerai adalah keputusan yang tepat.
"Saya tidak akan menyangkal semua itu, karena saya datang kesini cuman ingin berpamitan. Kalau begitu saya pergi dulu, Assalammualaikum," kata Noura dengan nada datar.
Noura dengan bantuan tongkatnya berusaha untuk bangkit. Naomi mengikutinya dari belakang. Lalu mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil.
Sementara itu, mama mertua Noura beranjak dari duduknya, namun dicegat oleh suaminya. Ia berpendapat bahwa yang dikatakan mama mertua adalah hal yang kejam.
"Kenapa mama berbicara seperti itu?" tanya papa.
__ADS_1
"Mama berbicara seperti itu karena ith adalah kenyataan. Dia akan menjadi beban Noah jika terus berada didalam hidup Noah," jawab mama.
"Apa? Mama sadar tidak? Perkataan mama barusan itu bisa menyakiti perasaan Noura," ujar papa dengan nada marah.
"Kenapa papa jadi membelanya? Sebentar lagi dia sudah bukan menantu kita lagi, jadi cukup papa, mama lelah," ucap mama sambil pergi meninggalkan papa sendirian di ruang tamu.
Sementara itu, Noura yang tampaknya bersedih sedang menyandarkan kepalanya di jendela mobil. Naomi menyadari bahwa perkataan mamanya Noah itu terlalu kejam, mencoba untuk menenangkan kakaknya.
"Jangan diambil hati kak, tidak usah dipikirkan," kata Naomi sambil melihat ke arah kakaknya.
"Kakak bisa capek jika memikirkan perkataan itu dek. Sekarang kita langsung pulang saja," ucap Noura.
Naomi pun mengangguk tanda setuju. Setelah itu ia menyalakan mesin mobil dan mereka pun pergi meninggalkan rumah orang tua Noah.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
__ADS_1