My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Tenggelam


__ADS_3

Indahnya malam bersamamu.


Bintang ikut menghiasi malam ku bersamamu.


Membuatku melupakan hari dan waktu.


Hati ku berdetak kencang dan pikiranku hanya padamu.


Membuatku terus menerus bersyukur karena kamu lah cintaku.


-Noura Zhafira-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


.


.


"Noura, apa kamu bisa berenang?" Tanya Noah.


"Aku bisa berenang, tapi hanya pada kedalaman dibawah tinggi badanku." Jawab Noura.


"Itu berarti, kamu tidak bisa berenang di laut?" Tanya Noah memperjelas.


Noura menggangguk. Ia mengakui bahwa ia tidak bisa berenang di air yang dalam. Artinya dia tidak bisa berenang di laut.


"Kalau mengapung di laut kamu bisa?" Tanya Noah.


Noura menjawab dengan gerakan kepala menggeleng. Noura tidak pernah berenang di laut. Karena ia tidak bisa berenang di air yang dalam. Ia tidak yakin bisa mengapung di laut.


"Tidak apa-apa, kita tidak akan pegi ke laut yang begitu dalam. Jadi saran saya, Pak Noah bisa memegang tangan istrinya." Saran dari coach.


"Baiklah." Balas Noah.


Noura tidak berani berpendapat. Ia takut mengganggu suasana. Tadi pagi saat masih bersiap-siap, Noah tampak sangat antusias.


Noah menjelaskan teknik dasar snorkeling. Noura mendengarkan dengan seksama. Setelah selesai menjelaskan, Noah mengajak Noura di dermaga. Titik pertama untuk snorkeling.

__ADS_1


"Apa kau yakin?" Tanya Noah memastikan.


Noura mengangguk sambil menatap ke laut. Walaupun Noura mengangguk, hatinya belum sepenuhnya yakin. Masih ada keraguan di dalam hatinya.


"Jangan pernah lepas pengangan tanganku ya." Kata Noah sambil mengulurkan tangannya.


Noura menyambut tangan Noah. Lalu Noura dan Noah terjun masuk ke dalam laut. Berdebar rasanya hati Noura, ia masuk ke laut sambil menutup matanya.


Namun, ketika Noura membuka matanya. Ia langsung takjub, matanya membesar. Ia tidak pernah melihat bawah laut. Ia tak tahu kalau dunia bawah laut begitu indah seperti ini.


Noah menarik tangan Noura. Lalu Noura mengikuti Noah. Mereka berenang menyusuri lautan. Banyak ragam makhluk laut yang belum pernah dilihat oleh Noura.


Banyak ikan yang cantik dengan sisik mereka yang berwarna-warni. Bukan cuman ikan, terumbu karang juga banyak. Mereka menjadi tempat bermain bagi ikan-ikan.


Tiba-tiba terdapat arus yang sangat kuat. Arus itu membuat semua orang yang sedang snorkeling keluar dari bawah laut. Masih di laut, hanya kepala mereka saja yang di permukaan untuk bernafas sambil mengecek kembali peserta yang snorkeling.


Saat Noah keluar dari bawah laut. Kepalanya terasa gatal dan setelah digaruk olehnya, ternyata terdapat rumput laut yang tersangkut di kepalanya.


Secara spontan, Noah mengangkat kedua tangannya untuk menggaruk kepalanya. Tetapi ia langsung tersadarkan bahwa Noura tidak ada.


Noah mulai panik. Kepalanya menoleh kanan dan kiri. Mencari Noura di permukaan air. Tetapi tidak ada Noura dimana-mana.


Dengan cepat Noah berenang untuk menyelamatkan Noura. Noah berhasil menggapai Noura. Ia membawa Noura ke atas permukaan air. Lalu Noah membawa Noura ke dermaga.


Dengan sigap, Noah melakukan pertolongan pertama. Ia tidak rela jika pertolongan pertama dilakukan oleh orang lain. Padahalkan Noura adalah istrinya.


"Noura, ku mohon, keluarkan semua air yang tertelan." Kata Noah sambil menekan dada Noura.


Keadaan semakin panik, Noah semakin kacau. Noura tidak kunjung bangun. Bahkan sudahh berkali-kali ia memberikan nafas buatan, tapi hasilnya nihil.


"Noura ku mohon bangunlah, sadarlah. Setelah ini kita pulang, aku janji tidak akan memarahi kamu lagi." Ungkap Noah sambil meneteskan air mata.


Tidak lama setelah itu, Noura tersadarkan. Ia memuntahkan air laut yang tertelan saat tenggelam tadi. Semua orang bertepuk tangan dan lega, begitu juga dengan Noah. Ia terus memeluk Noura.


"Kalau tidak bisa berenang, lebih baik jangan snorkeling." Ujar salah satu peserta snorkeling.


Celetukan itu langsung membuat Noah menoleh dan menatap dengan sinis. Ia tidak membalas perkataan itu. Malah Noah semakin erat memeluk Noura.

__ADS_1


Setelah beristirahat, Noah dan Noura memutuskan untuk pulang ke hotel. Noura dari tadi hanya diam saja. Hatinya berdetak kencang. Walaupun setengah hatinya sudah tenang.


Sedikit saja Noah terlambat datang. Noura yakin, ia tidak akan bisa bangun lagi.


"Terimakasih Noah, aku pikir tadi aku hanya akan tinggal di dalam laut." Ucap Noura sambil memeluk manja.


Noah tersenyum lalu mencium kepala Noura. Kemudian ia memegangi tangan Noura. Dan mencium tangan Noura.


"Seharusnya aku minta maaf, karena tidak langsung sadar saat kamu terlepas dariku." Kata Noah.


"Kalau begitu, terus jaga aku jangan sampai terlepas ya." Balas Noura sambil tersenyum.


"Jika kamu terlepas, aku pasti langsung akan menjemputmu." Ujar Noah.


Noura menatap mata Noah. Kemudian ia tersenyum dan mencium bibir Noah. Tidak tinggal diam, Noah pun membalas ciuman dari istri tercintanya. Dan mereka tertidur hingga sampai ke hotel.


Setibanya di hotel, Noura dan Noah mandi bersama. Sudah lama sejak terakhir mereka mandi bersama. Mereka saling menggosok punggung di bathtub.


Sesekali Noura duduk di depan Noah dan bermain gelembung. Mereka juga sambil merencanakan masa depan mereka di bathtub.


Setelah mandi di bathtub, Noura dan Noah kemudian pergi ke shower. Mereka membilas tubuh mereka dari busa sabun yang tersisa. Air jatuh bercucuran membasahi tubuh mereka yang saling berpelukan.


Waktu maghrib pun tiba. Mereka sholat berjamaah. Sehabis sholat mereka bersiap untuk pergi makan malam. Dan mereka keluar untuk makan malam.


Jam menunjukkan 21.00 waktu nya bagi mereka pulang ke hotel dan tidur malam. Di kamar hotel, Noura dan Noah tidur di satu arah yang sama, yaitu menghadap kanan. Noah tidur memeluk Noura dari belakang dan berbicara.


"Noura, aku sudah memesan tiket pulang. Besok malam kita akan berangkat pulang." Kata Noah.


"Mengapa cepat sekali, aku jarang sekali bisa berlibur seperti ini." Ujar Noura sambil membalikan badannya menghadap Noah.


"Aku tidak bisa membiarkan kamu yang terus menerus terkena kesialan haha." Balas Noah sambil mencubit hidung Noura.


"Uhh." Ujar Noura yang kesakitan dan kesal dengan Noah.


"Tapi aku masih ada rencana, besok kita akan pergi ke suatu tempat. Tapi kita kesana sebelum subuh, kita akan sholat subuh di masjid terdekat disana." Kata Noah.


Ekspresi Noura langsung berubah begitu mendengar rencana Noah. Ia langsung senyum sumeringah. Spontan saja Noura mencium hidung Noah yang berada di depan matanya.

__ADS_1


Satu malam lagi yang begitu indah dari langit Bima. Walaupun Noura mengalami banyak kejadian yang tidak mengenakan. Bahkan sampai membuat Noah menangis. Tapi ia tetap bersyukur atas semua yang telah ia terima.


__ADS_2