My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E29


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E29


Hembusan angin yang kamu sampaikan kepadaku


Tidak akan pernah sampai kepadaku


Karena memang tujuan angin itu bukan untukku


Aku tahu,


Saat anginmu datang


Ia malah terasa dingin dan kaku


-Noura Zhafira-


..................................


.


.


Sruupp..


Terdengar bunyi seruput secangkir teh yang diminum oleh Noura.


Kini suasana masih canggung. Setelah 7 tahun perceraian, Noura dan Noah pertama kalinya sengaja bertemu. Mereka masih diam karena belum siap dengan masing-masing.


30 Menit yang lalu


"Avi Sena, terimakasih sudah datang. Arsya ada di ruanganku. Aku akan selesaikan pertemuan ini dengan cepat," kata Noura saat melihat Avi Sena tiba di kantornya.


"Iya. Hati-hati di jalan," balas Avi Sena.

__ADS_1


Noura mengangguk, setelah itu pergi meninggalkan kantornya. Hari ini ia mengajak bertemu dengan Noah. Ia ingin Arsya bisa dapat tempat yang tenang.


Sementara itu, Noah yang sedang berada di kantor, tengah bersiap untuk berangkat ke tempat janjiannya dengan Noura.


Noah mengambil jas yang ia letakkan di kursi kerjanya, merapikan dasi dan rambut. Setelah semuanya selesai dan rapi, ia keluar dari ruangannya.


Ketika Noah hendak keluar dari lorong divisinya, tiba-tiba saja ada yang memanggil Noah.


"Mau kemana kamu Noah?"


Noah langsung membalik badannya. Ia terkejut karena yang memanggilnya adalah direktur utama perusahaannya. Dengan kata lain, yang memanggil Noah adalah bosnya sendiri.


"Pak, saya ada urusan sebentar," kata Noah.


"Ke ruangan saya sekarang," ucap direktur.


Tanpa berkata-kata, Noah langsung mengikuti direkturnya menuju ke ruangannya. Saat memasuki ruangannya, direktur langsung duduk di kursinya.


"Noah, kamu pikir ini perusahaan kamu?!" seru direktur.


"Lalu mengapa kamu seenaknya seperti ini? Kemarin kamu tidak masuk seharian, sekarang pagi-pagi kamu sudah mau meninggalkan kantor!"


"Kamu tahukan, perusahaan sedang mengalami kerugian. Kantor ini membutuhkan kamu sebagai salah satu sumber daya manusia."


"Maaf Pak. Saya mengaku saya salah. Tapi untuk kali ini, saya ingin meminta izin, saya sungguh sedang dalam kondisi yang berat," ucap Noah.


"Kamu pikir hanya kamu yang memiliki masalah berat?!"


"Tidak Pak,"


"Kalau begitu kembali ke ruangan kamu dan gunakan otak kamu supaya masalah kantor ini juga cepat selesai."


"Baik Pak."

__ADS_1


Noah langsung keluar dari ruangan bosnya. Ia berjalan seolah sedang menuju ke ruangannya. Namun ia malah memutar menuju ke parkiran.


Seakan sudah yakin bahwa tidak ada yang melihatnya, Noah dengan percaya dirinya pergi masuk ke dalam mobilnya, menyalakan mesin mobil dan pergi meninggalkan kantornya.


Kini ia sudah berada di tempat yang dijanjikan, bersama juga dengan Noura. Noah memberanikan diri untuk memulai percakapan dengan Noura.


"Sebenarnya, apa yang ingin kamu katakan?" tanya Noah.


Sruupp..


Seruputan terakhir Noura dan ia meletakkan cangkir tehnya.


"Noah, aku tidak tahu dan tidak ingin tahu apa yang sedang terjadi. Tapi Arsya lari kepadaku dan aku harap kamu segera menjemputnya," kata Noura dengan anggun dan elegan.


"Arsya?! Bagaimana bisa dia kenal kamu?" tanya Noah.


"Dia tahu aku dari berita di televisi dan internet. Tapi jika kamu tanya darimana aku tahu Arsya itu anak kamu, sebaiknya kamu tanya ke Arsyanya secara langsung," jawab Noura.


"Arsya bukan anakku. Bukan hak dan kewajibanku untuk menjemputnya," ucap Noah dengan tatapan menunduk.


Noura terdiam sejenak, ia tidak mengeluarkan perkataan apapun, terkejut pun tidak. Karena ia sudah tahu semuanya.


"Noura, maafkan aku," kata Noah dengan nada sendu.


"Maaf untuk apa? Jika kamu mengaitkan masa lalu dengan apa yang sedang terjadi, aku tidak akan terima itu. Bertahun-tahun telah berlalu, aku telah lupa bagaimana rasanya, sakit dan perih. Karena itu mari kita bahagia dengan kehidupan kita masing-masing," balas Noura.


"Aku tidak tahu, apakah aku bisa bahagia setelah semua ini," ucap Noah dengan memalingkan wajahnya.


"Dengar Noah, aku sudah katakan, aku tidak ingin tahu apalagi ikut campur. Apapun itu, itu adalah urusan kamu, bukan urusanku," ungkap Noura sambil memicingkan matanya.


"Aku mengajakmu bertemu untuk memintamu menjemput Arsya," sambung Noura.


"Aku tidak bisa. Aku akan menyuruh Sarah untuk menjemputnya," kata Noah.

__ADS_1


"Menyuruhku?!"


Tiba-tiba Sarah muncul dihadapan mereka yang tengah berbincang. Tampak ekspresi kesal yang sangat jelas dari wajah Sarah.


__ADS_2