My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Rencana


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Noura melihat tudung saji yang ada di meja makan terlebih dahulu. Ia ingin mengecek, apakah Noah telah memakan masakannya atau belum. Dan ternyata, makanan yang Ia masak belum berubah posisi sama sekali.


Noura pun melangkahkan kakinya ke tangga. Ia berjalan menuju kamarnya. Saat membuka pintu, Ia melihat Noah sedang tertidur.


Noura mendekati Noah yang sedang tidur. Dilihat dari dekat, Noah tampak semakin menawan. Alisnya yang tebal dan tegas, hidungnya yang tinggi dan bibirnya yanbg merah alami. Membuat jantung Noura tiba-tiba berbedar.


"Assalammualaikum sayangku." Bisik Noura pelan di telinga Noah.


Noah pun perlahan membuka mata. Yang pertama kali Ia lihat adalah Noura, istrinya.


"Kamu sudah maa..ahh." Kata Noura terputus. Karena tiba-tiba Noah menarik tangan Noura.


Noah menarik tangan Noura melingkari tubuhnya yang sedang tidur menghadap ke kiri. Pipi Noura memerah setelah ditarik Noah. Ia pikir Noah akan marah kepadanya karena pergi lama ke minimarket.


"Noah.." Kembali perkataan Noura terputus.


"Seperti ini sebentar saja. Aku ingin seperti ini sebentar saja." Kata Noah pelan.


"Baiklah Noah." Kata Noura dengan sendu.


Kini Noura memeluk tubuh Noah. Terasa perut Noah yang kembang-kempis.Tangan Noah yang hangat dan halus. Alangkah nyamannya saat ini.


✨✨✨


Siang itu, Noura mulai membuka matanya. Ia baru sadar setelah tadi ketiduran bersama Noah. Badannya sedang nyeri semua karena Ia tidur tanpa bergerak.


"Noah, jamberapa sekarang?" Tanya Noura.


"Jam 2." Jawab Noah.


"Astagfirullahala'dzim. Kenapa tidak membangunku?" Tanya Noura.


"Aku sudah membangunkan kamu sampai aku lelah. Kamu tidur seperti orang mati, tidak bergerak sama sekali, dibangunkan susah. Kebiasaan buruk kamu itu HARUS DIPERBAIKI !" Seru Noah dengan tegas.


"Iya iya." Kata Noura sambil turun dari ranjang. Setelah itu Ia ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Selesai sholat, Noura pun berencana untuk makan. Karena perutnya sudah keroncongan dari tadi. Ia sangat lapar saat ini.


Di ruang makan, Noura membuka tudung saji. Ia melihat makanan buatannya masih sama posisinya dengan semula. Ekspresi Noura tampak sedih. Itu berarti, Noah belum memakan masakannya.


Walaupun hati bersedih, tapi perut tetap merintih. Noura lantas mengambil piring untuk dirinya sendiri. Padahal aku baru menikah seminggu, tetapi rasanya aku sudah banyak membuat Noah marah, gumam Noura di dalam hatinya.


Hingga suapan terakhir, Noura tetap sendirian di meja makan. Tapi tak lama Noah turun dari lantai atas. Noura berpura-pura tidak menyadarinya.

__ADS_1


"Noura, sudah selesai makan? Kalau sudah, ayo kita harus berangkat !" Kata Noah sambil memakai jam tangannya.


"Berangkat kemana?" Tanya Noura.


"Ke rumah orang tuaku. Aku ingin kita mendiskusikan pesta resepsi kita, banyak teman aku yang belum tahu kalau aku sudah menikah." Kata Noah.


"Baiklah, tunggu sebentar, aku harus berganti pakaian." Jawab Noura sambil meletakkan piring sehabis makan.


Setelah itu, Noura bergegas ke kamarnya untuk berganti pakaian dan memakai hijabnya. Ini pertama kalinya Ia ke rumah mertuanya.


Noura pun turun ke lantai dasar. Disana telah menunggu Noah dengan pakaian rapih dan kasual. Noah melihat ke arah Noura dengan pandangan yang dingin. Mereka pun bergegas ke dalam mobil.


✨✨✨


Di jalan rasanya sangat canggung, dari tadi mereka diam tak berkata. Noura sedang memikirkan ekspresi Noah. Dalam pikiran Noura, Noah akan memuji dandananya, tetapi kenyataannya tidak.


Roda Mobil telah berhenti berputar. Mobil yang melaju juga sudah berhenti. Mereka turun dari mobil.


"Assalammualaikum Ma, Pa." Kata Noah sambil membuka pintu.


"Waalaikum salam, wah ada Noah dan Noura dateng nih, Maa." Balas Pak Gunawan, Papanya Noah dengan gembira.


Noura pun melihat dan langsung mencium tangan Papa mertuanya. Rumah besar dan asing ini merupakan rumah orang tua nya Noah. Rumah ini terasa dingin dengan AC alami, dimana jendela besar sedang terbuka.


"Wah, masuk sini Nak. Mama sedang menyiapkan makan siang ini." Sahut Bu Rika, Mamanya Noah.


Semua orang sekarang berada pada posisinya. Di meja makan telah terhidang berbagai masakan yang lezat. Dan semuanya tersenyum dengan hangat.


Noura sambil memandangi wajah Noah. Ia tampak lebih bahagia bersama orang tuanya daripada saat di rumah bersama Noura. Di rumah orang tuanya, raut wajah dan ekspresi Noah sangat menyenangkan. Sedangkan di rumah, ekspresi Noah dingin dan jarang bicara.


"Oiya Pa, Ma. Kami datang kesini bermaksud untuk memberitahukan Papa dan Mama. Kami ingin mengadakan pesta resepsi, karena banyak teman Noah yang belum tahu bahwa Noah sudah menikah, jadi Noah bermaksud mengundang mereka." Ujar Noah.


"Iya tentu saja, kenapa tidak, ya kan Ma." Sahut Pak Gunawan dengan senang.


"Iya betul, itu berita yang menyenangkan. Terus kamu udah mulai persiapan?" Tanya Bu Rika.


"Untuk persiapan biarkan Noah dan Noura yang mengatur Pa, Ma. Papa dan Mama hanya perlu menunggu kabar dari Noah saja." Jelas Noah.


"Baiklah kalau begitu, silahkan atur tapi kamu tidak boleh memfoyakan segalanya. Buat lah pesta yang seperlu saja." Kata Pak Gunawan.


"Tentu Pa, Noah juga tidak suka menjadi boros." Jawab Noah.


Semuanya terlihat biasa saja setelah obrolan itu. Semunya telah menyelesaikan makan yang telah di sajikan. Lalu waktunya bagi Noah dan Noura untuk berpamitan.

__ADS_1


Roda mobil kembali berputar meninggalkan parkiran rumah Pak Gunawan dan Bu Rika. Situasi sebelumnya masih membuat Noura canggung. Karena itu pertama kali Noura datang ke rumah mertuanya. Masih sangat terasa asing, bahkan saat makan siang tadi.


"Noah, kenapa kamu tidak memberitahu aku dulu?" Tanya Noura di tengah perjalanan.


"Memberitahu apa?" Tanya Noah balik.


"Mengenai pesta resepsi kita, harusnya aku yang terlebih dahulu tahu karena kita kan tinggal serumah." Kata Noura yang kesal.


"Tadi kan aku sudah memberitahu kamu sebelum keluar rumah." Balas Noah.


"Itu hanya sekilas, seharusnya dari semalam atau tadi pagi, kamu memberitahu aku mengenai rencana kamu, aku kan istri kamu." Ucap Noura.


"Iya kamu memang istriku, tapi seharusnya kamu juga gunakan otakmu sedikit, bukan segalanya dengan emosi Karena aku sudah tahu, kamu tidak mungkin tidak mau untuk mengadakan pesta resepsi, jadi untuk apa aku harus bertele-tele menjelaskan begitu denganmu." Balas Noah.


"Iya kamu benar, maaf karena sudah kesal sembarangan Noah. Tapi aku mohon, untuk selanjutnya, libatkanlah aku sebagai istri kamu dalam berbagai urusan kamu, dengan begitu aku tau bahwa kamu menghargai aku sebagai istrimu." Kata Noura.


"Jadi maksudmu, aku sekarang sedang tidak menghargai kamu sebagai istri? Begitu !" Seru Noah.


"Bukan begitu maksudku. Maafkan aku Noah, aku tidak bermaksud membuat kamu tersinggung." Jawab Noura dengan suara yang sendu.


"Noura, berhati-hatilah terhadap kata-kata yang kamu lontarkan. Kamu taukan kata-kata yang salah bisa memecahkan suatu hubungan." Jawab Noah sambil mengusapkan tangannya di kepala Noura.


"Iya Noah, aku akan berhati-hati lagi." Jawab Noura dengan malu.


【Sapa-sapa dari Author】


Assalammualaikum WR. WB


Salam sejahtera untuk kita semuanya


Hy semuanya !


Apa kabar ?


Sebenarnya aku bingung harus memulainya darimana.


Tapi disini aku cuman mau minta maaf. Karena sudah terlalu lama aku tidak up. Aku memang belum menjadi penulis yang handal. Aku masih perlu banyak belajar. Aku menyadarinya ketika aku mulai kehilangan ide untuk menulis. Maafkan aku.


Selain kehilangan ide, aku juga harus mengurus beberapa urusan duniawi. Seperti mengurus wisuda onlineku, mengurus pengambilan ijazah yang harus diwakilkan, menjadi panitia di pernikahan abang sendiri hingga mencari pekerjaan karena aku seorang fresh graduate.


Terlalu banyak kendala yang aku hadapi kemarin. Tapi telah berlalu, untuk kedepannya aku akan terus berusaha untuk kembali ke rutinitas menulisku. Terimakasih untuk tetap support ceritaku.


Salam.

__ADS_1


Fay Rizky


(Author Hujan Dalam Kereta dan My Mistake Wedding)


__ADS_2