
My Mistake Wedding
Episode 52
Tangisan itu
Haruskah aku mendengarnya
Itu bahkan bukan tangisan yang aku inginkan
Tapi kamu dengan bahagianya malah datang kepadaku
Bersama tangisan itu
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Kini Noura berada di kamarnya sendiri, sedangkan Noah sedang berada di ruang operasi menemani Sarah. Kata dokter Sarah harus segera di operasi karena air ketubannya sudah habis.
Noura hanya duduk termenung di ranjangnya dengan kaki yang kaku karena sedang di gips dan di perban. Noura merasa kesepian, rasanya ia ingin menelepon seseorang.
Akhirnya Noura memutuskan untuk memberitahu keluarganya bahwa ia ada di rumah sakit. Noura melihat ponselnya yang ada di atas lemari kecil di samping ranjangnya.
Noura berusaha untuk mengambil ponselnya. Namun karena keterbatasannya Noura pun hampir tergelincir. Tapi ia tidak jadi terjatuh karena tiba-tiba ada yang memegang tangannya.
__ADS_1
"Hati-hati Noura."
"Avi Sena!" seru Noura.
"Maaf ya aku baru datang sekarang, kerjaan di kantor sangat banyak," kata Avi Sena.
"Iya tidak apa-apa aku malah yang seharusnya berterima kasih sama kamu," ucap Noura.
"Kamu tadi ingin mengambil ponsel? Ini ponselmu," ujar Avi Sena sambil memberikan ponsel Noura.
"Terima kasih Vis, tadinya aku ingin menghubungi keluargaku," ungkap Noura.
"Jadi keluarga kamu belum tahu? Lalu suamimu kemana?" tanya Avi Sena.
Noura menggeleng saat mendengar pertanyaan dari Avi Sena lalu berkata, "aku tadinya tidak ingin membuat khawatir keluargaku, namun sepertinya keluargaku memang harus tahu. Lalu suamiku saat ini sedang ada di ruang operasi."
"Sarah harus dioperasi karena tadi air ketubannya telah pecah," jawab Noura.
"Begitu ya, lalu kapan kamu diperbolehkan untuk pulang?" tanya Avi Sena.
"Besok, aku sudah boleh pulang besok," jawab Noura.
Setelah itu mereka berlanjut untuk berbincang-bincang. Walaupun Noura sedang mengobrol dengan Avi Sena, namun pikiran Noura tetap pada Noah.
Karena akhirnya datang juga, hari dimana sang bayi lahir. Apakah yang akan terjadi pada Noura setelah ini? Apakah Noah akam mengingat tentang yang pernah ia katakan.
Tanpa sadar, hari sudah cukup malam, Avi Sena pamit pulang. Keluarga Noura juga sudah datang. Jadi Avi Sena bisa pulang dengan tenang.
Beberapa saat kemudian, Noah melakukan panggilann telepon kepada Noura. Hatinya bingung apa ia harus menerima panggilan telepon itu atau tidak.
__ADS_1
Pikirannya terbagi menjadi dua, diterima atau ditolak. Tapi kalau ia menerima panggilan telepon itu, bisa saja itu bukan sesuatu yang bagus. Tapi jika ditolak, Noura menjadi tidak tega pada Noah.
Akhirnya Noura memutuskan untuk menerima panggilan teleponnya. Saat ia mendengar apa yang ditelepon, ia menjadi terkejut.
Huwee..huwee..huwee
Terdengar suara tangisan bayi
"Halo Noura, Noura, Noura bayi kita sudah lahir Noura," kata Noah dengan suara seperti habis menangis.
Noura terdiam, tanpa sadar air matanya mengalir keluar. Ibu Noura yang melihat Noura menangis saat menerima telepon itu langsung datang dan memeluk Noura.
"Bayi kamu, bukan bayi kita. Tapi selamat ya. Besok aku akan pulang bersama Ibu Bapak. Sudah ya aku tutup, Assalammualaikum," kata Noura lalu menutup teleponnya.
"Ibu. Huwaaa huwaaa huwaa," tangisan Noura yang tidak berhenti.
Noura terus memeluk Ibunya hingga ia tertidur. Butuh waktu yang lama untuk Noura bisa menenangkan dirinya.
Saat Noura tertidur, Ibunya masih memberikan pelukan hangatnya kepada Noura. Agar Noura tidak usah khawatir tentang hari yang akan datang.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
__ADS_1