
My Mistake Wedding
Episode 26
Hatiku sudah hancur
Perasaanku sudah tak lagi utuh
Hubungan kita sudah pecah
Dan seperti itu lah kita
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Sudah 3 bulan semenjak kedatangan Sarah ke dalam kehidupan Noah. Itu berarti kehamilan Sarah juga sudah memasuki bulan ke 3. Dan keadaan pun masih sama.
Noura yang lebih sering menghabiskan waktunya di kamar. Sedangkan Noah lebih sering memerhatikan Sarah dibandingkan Noura. Noah selalu beralasan bahwa Sarah sedang hamil.
Terkadang Sarah juga meminta Noura memasakan nya sesuatu. Terkadang Noura mau, tapi terkadang juga ia tidak mau. Saat Noura mau makan sesuatu, ia akan memasak lebih, jadi Sarah juga bisa memakannya.
Aku tidak bisa seperti ini terus, apa aku kembali ke rumah Bapak Ibu ya? Aku malas melihat mereka berdua, gumam Noura di dalam hati.
Sarah dan Noah makin sibuk dengan kehamilan Sarah. Noah yang dulu manja saat Noura hamil, kini sedang bermanja dengan istri keduanya.
Terkadang Noura lewat di depan mereka. Noah yang manja tidur di pangkuan Sarah. Dan Sarah yang manja mengelus kepala Noah. Begitu lah pemandangan yang dilihat oleh Noura setiap hari.
Untuk mengalihkan perasaannya yang terluka, Noura pun mempunyai ide yang bagus. Noura akan berkebun di halaman rumahnya yang lumayan luas. Akan cocok dan terlihat indah jika di tambah dengan beberapa bunga.
Keesokan harinya, Noura pergi membeli beberapa tanaman, pot, tanah dan peralatan berkebun. Ia sudah yakin akan melakukan sesuatu untuk mengalihkan rasa sakit ini.
Sesampainya di rumah, Noah telah menunggu sambil duduk menyilangkan tangannya. Dengan ekspresi yang mengjengkelkan, Noah menunggu Noura datang.
"Dari mana kamu?" tanya Noah.
"Dari luar, memangnya kenapa?" tanya Noura kembali.
__ADS_1
"Kamu ini, kenapa tidak menjaga Sarah?" tanya Noah yang mulai dengan nada tinggi.
"Apa?" tanya Noura dengan ekspresi kesal.
"Sarah terjatuh di kamar mandi dan kamu tidak ada," jawab Noah.
"Oia? Kalau begitu seharusnya kamu bawa dia ke dokter, bukan malah marah-marah disini," ujar Noura.
"Apa masalahmu? Kenapa kamu berbuat seperti itu kepada Sarah?" tanya Noah sambil menarik tangan Noura.
"Apa? Kamu menanyakan aku kenapa? Kamu yang kenapa? Sarah kan istri kamu, seharusnya kamu yang menjaganya, bukan aku," jawab Noura sambil menepis tarikan tangan Noah.
"Kenapa kamu jadi berubah seperti ini, kamu sekarang tidak punya hati nurani!" seru Noah.
"Hati nurani katamu? Pernyataan barusan seharusnya untuk kamu!" balas Noura sambil berjalan meninggalkan Noah sendiri.
Noura berjalan menuju kamarnya. Saat hendak sampai ke kamarnya, Noura terhenti melihat kamar Sarah yang sedikit terbuka pintunya.
Terlihat Sarah sedang tertidur telentang sambil memegang perutnya. Noura melihat Sarah dengan tatapan kosong. Ia tak tega kalau harus menjadi orang jahat. Tapi wanita itu yang telah merebut suaminya.
"Aku tidak mengerti, dia yang berselingkuh, aku yang dianggapnya tidak punya hati nurani." Noura yang bergumam sendiri.
Hueekk..hueekk..
Semua itu membuat Noura kesal. Ia kemudian mengambil earphonenya. Dan menyetel musik hingga tertidur.
Allahu Akbar.. Allahu Akbar..
Suara adzan subuh berkumandang. Noura terbangun dari tidurnya. Earphone yang sebelumnya ia pasang, terlepas saat tidur. Dan kini Noura bersiap untuk sholat subuh.
Setelah selesai sholat subuh, Noura pergi lantai bawah untuk mengambil air minum. Entah kenapa ia berfirasat Noah belum bangun tidur.
Noura berhenti kamar Sarah. Ia sedang terdiam karena memikirkan sesuatu. Apa harus ia gedor pintu kamar mereka? Atau biarkan saja seperti itu?.
"Kenapa aku yang harus kerepotan?" tanya Noura pada dirinya sendiri.
Kemudian Noura pergi meninggalkan kamar Sarah dan Noah. Noura pergi ke dapur kemudian. Noura ingin memasak sesuatu untuk dirinya sarapan.
"Sepertinya aku masak kebanyakan, ya sudah lah aku akan menyisakan untuk mereka juga," kata Noura pada diri sendiri.
Jarum jam sudah mendekati angka 6. Sebentar lagi matahari yang menyinari dunia dengan sangat terang. Tapi Noah dan Sarah tak kunjung keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Akhirnya Noura kembali ke kamarnya untuk berganti baju. Ia ingin mengurusi tanaman yang ia beli kemarin. Ia akan banyak melakukan kegiatan. Agar rasa sakit itu bisa teralihkan.
Sreekk..sreekk..
Suara gesrekan tanah dan skop. Kegiatan baru Noura, semoga ini bisa menjadi hal yang positif untuk kedepannya.
Matahari semakin terik dan panas. Keringat Noura semakin banyak yang bercucuran. Akhirnya Noura memutuskan untuk masuk ke rumah dan mengambil minum.
Tapi saat masuk ke dalam rumah, ia melihat Noah dan Sarah sedang si meja makan. Salah satu hal yang menjengkelkan bagi Noura adalah harus berada di satu ruangan dengan mereka berdua.
Dengan pura-pura tidak tahu, Noura pun mengambil air minum di kulkas. Noah dan Sarah yang sedang makan tiba-tiba melihat ke arah Noura.
"Noura, masakan buatanmu tidak cocok dengan seleraku," kata Sarah.
"Kalai tidak cocok tidak usah di makan, aku bukan membuatnya untukmu. Tadi kebanyakan aja, rencananya untuk makan siang juga sekalian," kata Noura sambil menutup kulkas.
"Noah, kamu bangun jamberapa?" tanya Noura.
"Barusan," jawab Noah.
"Sholat subuh jamberapa kamu?" tanya Noura.
"Entahlah jam berapa," jawab Noah.
"Jangan bilang kamu tidak sholat subuh!" seru Noura.
"Memangnya kenapa sih kamu harus mempertanyakan itu? Aku tidak mengerti kenapa kamu mengatur-atur Noah sholat. Itu kan ibadah masing-masing kepada Tuhan, jadi iya urusan masing-masing," sahut Sarah dengan nada tinggi.
"Sudah Sarah. Aku kan ketiduran, kan tidak apa-apa kalau ketiduran, yang penting langsung sholat begitu bangun," sambar Noah.
"Terserah lah. Itu urusanmu kepada Allah," kata Noura sambil meninggalkan mereka berdua.
"Tapi kalau kamu mau minta dibangunkan sholat subuh, bilang aja pas malemnya," sambung Noura kemudian ia keluar dari rumah.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
__ADS_1
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..