My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E30


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E30


Tangisanku seolah tak ternilai olehmu


Begitu mudah kamu membuatku mengeluarkan air mata


Bahkan hal kecil pun aku bisa mengeluarkan air mata


Seakan mataku tak pernah kehabisan air matanya



Noura Zhafira-


...................................


.


.



"Menyuruhku?"


Noah dan Noura terkejut, tiba-tiba ada Sarah yang datang menghampiri mereka.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Sarah kepada Noah.

__ADS_1


"Apapun itu, bukan urusanmu," jawab Noah langsung.


"Noura, berani-beraninya kamu mendekati suamiku lagi!" bentak Sarah.


Noura langsung bangkit dari duduknya. Melihat sinis dan senyum yang pelit, Noura menatap ke arah Sarah.


"Apapun yang kamu katakan, tidak akan mempengaruhi perasaanku sedikit pun. Semuanya telah berlalu dan kebetulan kamu ada disini, tolong jemput Arsya di kantorku ya. Mau bagaimana pun Arsya adalah anakmu," kata Noura.


"Apa?! Bukan hanya suamiku tapi anakku juga mau kamu ambil. Berani sekali kamu Noura. Pakaian syar'i tapi hati bejad!" seru Sarah.


Padahal saat setelah Noura mengatakan kalimatnya, ia telah membalik badan. Tapi Sarah dengan ringannya berbicara hal yang tidak baik kepada Noura.


Noura terkejut mendengar perkataan dari Sarah, ketika ia hendak membalikbadannya kembali, tiba-tiba saja terdengar suara tepisan.


Tttaassss...


Saat Noura membalik badannya, ia terkejut karena suara tepisan itu berasal dari pipi Sarah yang ditampar oleh Noah.


"Selesaikanlah urusan kalian, jangan lupa jemput Arsya. Aku harus pergi dulu karena masih banyak urusan," ucap Noura dengan ekspresi yang datar.


Sementara itu Sarah yang masih syok karena ditampar tiba-tiba oleh Noah, masih terdiam. Semua orang di tempat itu melihat ke mereka.


Sarah memandang wajah Noah. Ia menahan air mata, tapi wajah Noah malah terlihat seperti orang yang sangat marah.


Tanpa berkata-kata, akhirnya Sarah pergi meninggalkan Noah. Sebelum Sarag benar-benar hilang dari pandangan Sarah, Noah memanggilnya kembali.


"Sarah!" teriak Noah.

__ADS_1


Sarah langsung memberhentikan langkahnya, berharap ada hal yang baik akan keluar dari mulut Noah.


"Jangan lupa jemput anakmu!" sambung Noah.


Lalu Noah pergi meninggalkan tempat itu dengan melewati depan Sarah. Tanpa sapaan, tanpa salam, tanpa pamit, tanpa adanya kata-kata. Sarah sudah tidak berarti lagi baginya.


Sarah memejamkan matanya, ia menangis. Air mata mengalir deras dari pipinya. Saat ia menangis, ada sebuah taksi melintas didepannya. Ia pun memberhentikan taksi itu dan bermaksud menjemput Arsya.


Sepanjang perjalanan, Sarah tidak berhenti menangis. Supir taksi pun merasa tidak enak. Ia hanya melirik ke arah Sarah.


Sesampainya di taman bunga, Sarah meminta supir taksi untuk menunggunya. Karena ia akan segera pulang begitu menjemput Arsya.


Sarah masuk area lobby kantor Noura. Sarah langsung bertanya ke resepsionis tentang Arsya. Ternyata Noura telah berpesan kepada resepsionisnya.


Staf resepsionis langsung mengantarkan Sarah menuju sebuah ruangan. Tertulis Play room didepan pintu. Resepsionis meninggalkan Sarah didepan pintu. Setelah resepsionis pergi, Sarah membuka pintu.


Pintu terbuka, Arsya dan Avi Sena yang sedang bermain didalam langsung menoleh ke arah pintu.


"Mama!" kata Arsya yang terkejut.


"Arsya, ayo pulang," ajak Sarah.


"Tapi Arsya masih mau disini Ma," balas Arsya sambil memegang erat mainan.


"Tidak apa Arsya, kamu kan bisa bermain kesini kapan saja," sahut Avi Sena.


"Avi Sena! Jangan ikut campur urusan keluarga kami. Kamu saja dengan Noura," bentak Sarah.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu urusi keluarga kamu sendiri dengan baik, jadi orang lain tidak ikut campur untuk mengurusinya," balas Avi Sena.


"Ah sudahlah! Ayo Arsya kita pulang."


__ADS_2