My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Bahagia


__ADS_3

My Mistake Wedding


Episod 18


Sungguh cantik hatimu


Membiarkan seorang anak bertumbuh kembang dalam dirimu


Sungguh cantik hatimu


Membiarkan hari-harimu dengan hal yang tak biasa


Sungguh cantik hatimu


Bukan cuman hati kamu saja yang cantik, tapi juga semua yang ada dirimu telah menjadi lebih cantik


-Noah Elramdan-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


.


.


Hari-hari yang dilewat Noura dan Noah penuh dengan cinta. Noah yang tidak pernah marah. Noura juga tidak pernah membuat Noah marah lagi. Semuanya terasa indah. Hingga tanpa disadari usia kandungan sudah memasuki minggu ke 12.


Hampir setiap berangkat kerja dan pulang kerja, Noah selalu mengelus-elus perut Noura. Betapa bahagianya perasaan Noah akan menjadi seorang ayah sebentar lagi.


Noah selalu memanjakan Noura. Bahkan Noah sampai menyewa asisten rumah tangga untuk membantu Noura. Benar-benar bak ratu, Noura diperlakukannya.


Tentu saja Noura menghargai sikap protektif suaminya itu. Hal yang wajar yang dilakukan karena ini merupakan pengalaman yang pertama.


Semua nya sangat diperhatikan Noah. Mulai dari makanan yang dimakan Noura sampai kebersihan sekeliling Noura.


Noura hanya boleh memakan makanan yang benar-benar matang. Buah yang kaya akan gizi nya untuk kebutuhan ibu hamil. Harus rutin minum susu ibu hamil, agar Noura dan calon bayi tidak kekurangan kalsium.


"Hoeekk Hoeukk"


Noura yang terbangun ditengah malam. Ia tak berani membangunkan Noah yang masih terlelap. Tapi ia juga tidak bisa menahan rasa mual ingin muntah ini.


"Hoeek Hoeek"


"Kalo kamu mau muntah, harusnya kamu bangunkan aku." Kata Noah sambil memijat leher Noura.


Noura menyandarkan kepalanya di dinding kamar mandi dengan mata yang sayup-sayup. Ia sangat lemah, terlihat kondisi Noura saat ini sedang lemas.

__ADS_1


Lalu Noah menuntun Noura berjalan ke ranjang. Noura duduk dengan lesu di pinggir ranjang. Sedangkan Noah pergi ke dapur untuk mengambil segelas air.


Setelah mendapatkan air segelas, Noah kembali ke kamar mereka. Saat Noah sampai di kamar, Noura sedang menggosok-gosok matanya. Lalu Noah memberikan segelas air tadi untuk Noura.


"Gimana sudah enakan?" Tanya Noah kepada Noura. Lalu Noura membalas dengan anggukan kepala.


"Besok-besok akan aku sediakan sebotol air minum, jadi kamu tidak usah menunggu." Ujar Noah.


"Noah." Panggil Noura.


"Iya sayang?" Tanya Noah.


"Aku ingin tidur di panguan kamu dan aku ingin tidur sambil memegang tangan kamu." Jawab Noura.


"Iya sayangku, sini." Panggil Noah dengan lembut.


Noura pun langsung menidurkan kepalanya di pangkuan Noah. Dan Noah bersandar di kepala ranjangnya, sehingga Noura bisa nyaman tidur dipangkuannya. Tidak lupa juga ia memegang tangan Noura.


Tapi tidak hanya itu, Noah bahkan mengelus kepala Noura hingga Noura tertidur. Ini sudah lewat tengah malam, rasanya Noah ingin bangun sholat tahajud. Tapi ia tak tega membangunkan istrinya yang lelah akibat muntah terus.


"Maafkan aku ya Rabb." Kata Noah.


Tak lama Noah pun tidak sadarkan lagi. Ia ikut terlelap dengan posisi setengah duduk. Karena ia harus meluruskan kakinya sehingga Noura bisa nyaman tidur di pangkuannya.


"Allahu Akbar Allahu Akbar." Suara adzan subuh berkumandang.


"Noura, bangun sayang, kita sholat dulu yuk." Ajak Noah.


"Hoek.. Hoek."


Noura kembali mual-mual. Tapi tidak sampai muntah keluar. Noah menuntun Noura untuk mengambil air wudhu. Setelah itu Noah dan Noura sholat subuh berjamaah.


Selesai sholat subuh, seperti biasa Noah mengaji. Tapi Noura hanya bisa mendengarkan sambil mengingat kembali hapalannya.


"Noura, apa kamu mau kita ke dokter lagi? Kamu muntah-muntah terus, aku tidak tega jadinya." Tanya Noah.


"Aku tidak apa-apa Noah, ini kan karena bawaan hamil, jadi ini hal yang wajar." Kata Noura.


"Hari ini acara kita jadi?" Tanya Noura.


"Iya jadi dong, makanya kita harus berbelanja sebelum dzuhur. Mungkin kita berangkat jam 10 ya." Jawab Noah.


Hari ini mereka membuat acara keluarga. Yang akan dihadiri oleh orang tua Noura, kakak nya Noura beserta keluarganya dan juga adiknya Noura. Serta akan dihadiri oleh mertua nya Noura.


Bukan acara resmi, ini hanyalah waktu keluarga. Hanya untuk menyambut kehamilan Noura. Kedua keluarga sangat senang saat mendengar berita bahwa Noura sedang hamil.

__ADS_1


Jarum jam menunjukkan angka 10. Itu waktunya bagi Noura dan Noah pergi membeli bahan makanan. Hari ini rencananya mereka akan membuat BBQ. Jadi bahan-bahannya bisa di dapatkan di supermarket.


Satu jam kemudian, mereka sampai di rumah. Saat mereka tiba di rumah. Mereka dikagetkan dengan banyaknya orang di sekitar rumah mereka.


Ternyata ada tetangga baru di samping rumah Noah dan Noura. Rumah itu sudah lama kosong, akhirnya bisa di beli. Tampak orang-orang sedang sibuk mengangkut barang ke dalam rumah.


"Permisi Pak, yang punya rumahnya siapa ya?" Tanya Noura kepada salah satu orang yang sedang bertugas.


"Saya Bu."


"Lho, Avi Sena, iya kan." Kata Noura.


"Ya ampun, Noura kan. Ih kok beda banget sekarang." Balasnya.


"Siapa sayang?" Tanya Noah.


"Noah sini, kenalkan teman sekolah aku dulu, namanya Avi Sena. Vis, kenalin ya ini suami aku Noah." Kata Noura memperkalkan keduanya.


"Noah."


"Avi Sena."


Mereka saling berjabat tangan. Tapi tatapan nya berbeda. Baik itu tatapan dari Noah atau tatapan dari Avi Sena.


"Istri kamu mana Vis, biar kenalan sama aku." Kata Noura sambil celingak-celinguk mencari.


"Aku belum menikah Noura haha. Aku terlalu sibuk bekerja hingga lupa mencari pasangan." Ujar Avi Sena.


Mendengar fakta bahwa Avi Sena belum menikah. Menambah dalam tatapan aneh dari Noah.


"Ah tidak apa-apa, kami juga baru menikah." Ucap Noura.


"Oh begitu ya haha." Kata Avi Sena sambil melirik ke arah Noah.


"Udah ya sayang, kita harus masuk kan kita habis belanja." Ajak Noah.


"Iya. Sampai jumpa ya Avi Sena, semoga nyaman dengan lingkungan rumah barunya. Jangan sungkan-sungkan, sekarang kita jadi tetangga." Kata Noura.


Setelah itu Noura dan Noah berjalan masuk ke dalam rumah. Hingga mereka tidak tampak lagi, Avi Sena masih berdiri di tempatnya tadi. Ia tetap melihat Noura dan Noah berjalan masuk ke rumahnya.


Di dalam rumah, Noah dan Noura sibuk mempersiapkan peralatan untuk BBQ. Karena akan ada banyak orang yang akan berkumpul hari ini.


Noah juga mempersiapkan beberapa film yang bagus untuk ditonton keluarga. Supaya suasana tidak menjadi bosan. Ia harus menjamu keluarga dengan istimewa.


Semua persiapan telah selesai. Sekarang yang bisa mereka lakukan tinggal menunggu waktu dzuhur. Acara akan dimulai setelah sholat dzuhur.

__ADS_1


__ADS_2