My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Tangisan dan Jeritan Hati


__ADS_3

My Mistake Wedding


Episode 20


Setelah sekian lama menanti, akhirnya kami bertemu denganmu juga Nak


Dengan waktu dan suasana yang tidak tepat.


Tapi walaupun seperti itu kami akan selalu menyayangimu, Azka.


-Noura Zhafira-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


.


.


"Pak, saya harus mengatakan bahwa jantung janinnya sudah tidak berdetak lagi. Sudah tidak ada pergerakan daru janinnya Pak. Kita harus segera melakukan pengeluaran janinnya." Kata dokter yang memeriksa Noura.


Perkataan dokter itu langsung membuat Noah merasa seperti terkena sambaram petir. Tidak pernah terbesit oleh nya akan adanya perkataan seperti itu dari dokter.


"Lalu istri saya bagaimana dokter?" Tanya Noah.


"Sejauh ini istri Bapak belum menampakkan gejala yang aneh. Namun, jika janin itu tidak segera di keluarkan, saya khawatir akan mempengaruhi kondisi istri Bapak." Jawab dokter.


Penjelasan dokter tadi membuat Noah termenung. Padahal ia berbicara dengan dokter di luar ruangan Noura. Tapi ia tidak tahu bagaimana cara menyampaikanya pada Noura.


Noah kembali ke ruangan Noura. Di ruangannya, Noura di temani oleh Papa mertu dan Mama mertuanya. Noah menggelengkan kepalanya tanda bahwa sesuatu yang diharapkan tidak terjadi.


Mereka berharap bahwa bayi Noah dan Noura baik-baik saja, tapi itu tidak terjadi. Papa Noah langsung mengelus belakang Noah.


Dengan lapang dada, Noah bersiap mengatakan tentang apa yang terjadi pada bayi mereka. Mama Noah memeluk Noura. Kemudian Noah berjalan mendekati Noura.


"Noura, bayi kita sudah pulang." Kata Noah sambil memegang tangan Noura.

__ADS_1


Noura mendengar itu mencoba menahan tangis. Ia sadar dengan kondisinya, jadi ia sudah memprediksikan bahwa hanya akan ada dua takdir. Bayinya akan tetap bersama mereka atau bayi mereka harus pulang kembali ke Allah.


Noura tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Noah yang melihat Noura seperti itu tidak tega. Ia langsung memeluk Noura. Memeluk Noura dengan erat dan mencium perut Noah.


Ia menangis di perut Noura. Padahal ia sudah membayangkan kelak saat anaknya lahir, ia akan mengadzaninya. Tapi Allah berkehendak lain.


Allah telah menetapkam jadwal operasi. Masih ada waktu 6 jam lagi sebelum operasi dimulai.


Kini Noura ditemani oleh keluarganya. Ketika orang tuanya Noura datang, ia tak bisa menahan tangisnya seperti waktu dengan Noah. Tapi semua orang memakluminya dan berusaha menenangkannya.


"Ahh. Ibu, Noah, tolong aku ingin pup." Kata Noura berteriak.


Noah langsung berlari masuk ke dalam kamar. Kini Noura meringgis kesakitan, Noah langsung berlari memanggil dokter.


Saat dokter datang, Noura masih mengatakan bahwa ia ingin buang air besar. Ketika dokter mulai memeriksa, dokter terkejut ternyata Noura sedang mengalami kontraksi.


"Ternyata istri Bapak sudah pembukaan ke 7. Sepertinya bayinya ingin keluar sendiri." Kata dokter.


Noah sungguh tak percaya. Kuasa Allah memang keajaiban. Bahkan bayi yang sudah dinyatakan tidak selamat. Masih berusaha untuk keluar sendiri.


Setelah itu dokter keluar dari ruangan mereka. Noah mengelus-elus kepala Noura. Noura langsung tersenyum kepada Noah yang mengelus kepalanya. Padahal Noura sedang kesakitan, tapi ia masih berusaha tampak tegar.


"Semoga aja kita bisa melihat bayi kita, setidaknya masih bisa melihatnya sampai sebatas apa ia berkembang." Kata Noura sambil menahan tangisnya.


Mendengar itu Noah mengangguk lalu mencium kening Noura. Setelah itu Noah pamit keluar, sedangkan Noura sedang tidur dan ditemani oleh ibunya.


Karena waktu sudah memasuk sholat dzuhur, Noah pergi ke mushola. Sepertinya Noah sedikit terlambat untul sholat berjamaah. Jadi ia hanya sholat sendirian.


Setelah selesai sholat, Noah mengangkat tangannya dan berdoa. Dalam doanya Noah bertanya. Ya Allah, apakah ini karena kesalahanku dahulu? Jika iya maafkanlah Hamba Ya Allah. Hamba sangat berdosa, tapi kuatkanlah istri hamba. Permudahlah proses lahiran ini, walaupun Engkau ambil lagi, hamba sudah ikhlas. Tapi hamba minta biarkan kami untuk melihat anak kami sekali saja, untuk pertama dan terakhir kalinya. Kata Noah di dalam doanya.


Usai memanjatkan doa kepada Allah, Noah kembali ke ruangan. Ternyata dokter baru saja memeriksa keadaan Noura. Kata dokter, Noura sudah pembukaan ke 8. Kemungkinan sebentar lagi akan melahirkan.


Setelah dokter keluar dari ruangan Noura. Noah tidak pernah meninggalkan Noura lagi. Ia ingin selalu ada di samping Noura. Ia ingin menguatkan Noura.


"Sayang mau minum?" Tanya Noah.

__ADS_1


"Iya boleh, aku ingin minum jus Noah. Jus stawberry." Jawab Noura.


Setelah itu Noah memesan jus stawberry melalui aplikasi online. Ia sama sekali tidak ingin meninggalkan Noura.


Noah terus menemani Noura hingga Noura tertidur. Noah juga ikut tertidur di kursi samping Noura. Tangan Noura tidak pernah lepas dari genggaman tangan Noah.


Tiba-tiba saja tangan Noah genggamannya mencekam dan membuat Noah terbangun. Ternyata Noura sedang kesakitakan.


Langsung Noah memanggil dokter. Kemudian dokter dan perawat langsung datang dan membawa Noura ke ruang bersalin. Noah mengikuti di belakangnya.


Dokter dan tim perawat nampak sibuk mempersiapkan semua alat yang digunakan untuk membantu proses persalinan. Noura semakin kesakitan, tapi ia bukan seperti orang yang harus histeris saat kontraksi. Noura hanya menahan rasa mules itu, tapi ia lampiaskan rasa sakit itu ke genggaman tangan Noah.


Semakin sakit kontraksi yang Noura, semakin kuat juga genggaman tangan Noura ke Noah. Tapi Noah menahan semua itu, karena dibandingkan Noura, sakit yang Noah rasakan tidak ada apa-apa.


Kaki Noura telah membuka seperti posisi orang yang siap melahirkan. Dokter telah melihat bahwa bayinya sudah siap untuk dilahirkan. Dokter pun menjelaskan kepada Noura bagaimana cara mengendan dengan baik.


Masih dengan penjelasan dokter, tiba-tiba Noura berteriak secara mengejutkan. Saat dokter periksa ternyata si kepala bayi telah keluar melalui jalan lahir. Dan bayi pun berhasil di keluarkan tanpa banyak tenaga.


Dokter kemudian menaruh bayi Noah dan Noura di atas kain putih bersih lalu memberikannya kepada Noura dan Noah.


Secara spontan tangis harus membasahi pipi Noura dan Noah. Mereka menangisi bayi yang sudah bersama dengan mereka selama ini. Bayi yang setiap malam Noah elus-elus. Bayi yang setiap pergi dan pulang kantor selalu di cium. Kini bayi itu sudah keluar.


Dengan air mata yang mengalir ke pipi, bibir yang bergetar dan suara yang sendu, Noah mengadzani bayi itu.


Setelah selesai diadzani, Noura meminta menggendongnya. Saat menggendongnya, Noura sambil membayangkan jika bayi kecil itu adalah bayi yang seharusnya ia lahirkan di minggu ke 40.


Tambah mengalir air matanya Noura. Menangis sambil memanggil nama sang bayi, Azka.


"Azka, tunggu umi ya nak. Tunggu umi nanti ya nak, Azka harus ingat umi ya nak. Umi dan Abi sayang sama Azka." Ujar Noura sambil menangis.


Setelah sekian lama, keluarga Noura dan keluarga Noah diperbolehkan masuk ke ruangan untuk melihat bayi. Mereka datang untuk melihat bayi Noura dan Noah pertama kalinya dan yang terakhir kalinya.


Noah pun memutuskan untuk segera melakukan proses memandikan jenazah bayinya lalu menguburkan jenazah bayinya.


Sementara itu, Noura masih beristirahat di ruang inapnya. Ditemani Ibu, Kakak, Adik dan Ibu Mertuanya. Hari itu adalah hari yang berat bagi mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2