My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E6


__ADS_3

S2 E6


Kenyataan mungkin tidak akan berjalan mulus sesuai yang kita mau


Kehidupan juga tidak akan semudah yang kita kira


Tapi mungkin kita bisa bertahan jika kita tahu apa yang kita butuhkan


Bukan yang kita inginkan


-Noura Zhafira-


............................................


.


.


"Lho Arsya kenapa duduk disini?"


"Om Avis, baru pulang dinas ya? Bawa oleh-oleh dong?" tanya Arsya yang semangat.


"Ada di rumah, kamu mau?" tanya Avi Sena.


Arsya menganggukan kepalanya tanda bahwa ia mau oleh-oleh. Avi Sena pun mengajak Arsya masukĀ  ke dalam rumahnya.


Yang Arsya tahu bahwa Avi Sena belum menikah, tapi rumahnya terasa lebih nyaman daripada rumah Arsya sendiri.

__ADS_1


"Ini ya Arsya, kamu aja yang makan ini. Soalnya kalau Papa kamu pasti tidak akan makan ini," kata Avi Sena sambil memberikan bingkisan.


Arsya menerima dengan rasa malu-malu. Setelah mendapatkan oleh-oleh Arsya tidak langsung pulang ke rumah. Ia malah terdiam dan membuat bingung Avi Sena.


"Ada apa Sya?" tanya Avi Sena.


"Om, Arsya mau nanya, tapi Om jawab dengan jujur ya," jawab Arsya.


"Iya, memangnya ada apa? seperti sesuatu yang serius," tanya Avi Sena.


"Om, Papa pernah menikah dengan Bu Noura? Orang yang sering muncul di acara televisi itu," tanya Arsya.


Avi Sena terkejut mendengar pertanyaan dari Arsya. Karena tidak terpikirkan olehnya akan mendengar nama Noura terucap dari mulut Arsya.


"Kenapa kamu menanyakan itu?" tanya Avi Sena sambil memegang pundak Arsya.


"Kamu tau darimana nama Noura?" tanya Avi Sena dengan wajah serius.


"Sewaktu kegiatan sekolah ke taman bunga, Arsya tertinggal oleh teman-teman, lalu Ibu Noura membantu Arsya," jawab Arsya.


"Om, Pak satpam juga pernah mengatakannya bahwa Papa pernah menikah dengan Bu Noura," sambung Arsya.


Sekali lagi, Avi Sena dibuat terkejut oleh perkataan Arsya. Tanpa sadar Avi Sena memeluk tubuh Arsya dengan kuat.


Sebenarnya Avi Sena sedang menahan tangis karena ia juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Arsya.


Arsya memiliki kedua orang tua yang seakan tidak peduli dengannya. Tidak mendapat kasih sayang seperti anak-anak seumurannya.

__ADS_1


Yang lebih parah lagi adalah ia baru mengetahui fakta bahwa Papanya pernah menikah dengan wanita yang baik.


Avi Sena bukan sekedar teman SMA Noura, tetapi juga mantan pacarnya. Memang itu jauh sebelum Noura mengenakan hijab.


Tapi Avi Sena tau bahwa Noura adalah orang yang baik, bahkan lehih baik daripada Sarah. Dan kini Arsya merasa kosong hampa.


"Sya, Papa Mama kamu adalah Noah dan Sarah, Noura itu tidak ada hubungannya dengan kamu," kata Avi Sena dengan nada menahan tangis.


"Tapi semua orang mengatakan bahwa Arsya tidak mirip dengan Papa atau Mama. Mungkin bisa jadi Arsya adalah anak Bu Noura," balas Arsya dengan raut wajah yang syok.


"Sya, Papa kamu menceraikan Noura disaat Mama kamu sudah mengandung kamu. Jadi tidak mungkin kamu anak Noura," bantah Avi Sena.


"Arsya bukan anak Papa, bukan anak Mama, Arsya juga bukan anak Bu Noura. Jadi Arsya itu anak siapa? Apa Arsya tidak punya orang tua!" berontak Arsya.


"Tidak Sya."


"Papa dan Mama itu tidak sayang dengan Arsya Om, karena Arsya bukan anak mereka," kata Arsya mulai menangis.


Avi Sena sontak memeluk Arsya dengan kuat. Ia mengelus kepala Arsya dan bahkan mencium kepala Arsya.


Tin..


Terdengar bunyi klakson mobil


Avi Sena sadar bahwa itu mobil Noah. Ia langsung mengajak Arsya keluar dan memberikan Arsya sebuah kertas.


"Itu Papa kamu pulang, sekarang kamu kembali ke rumah. Ini kertas dari Pak RT, ada kegiatan perlombaan untuk ayah dan anak, berikan ke Papa kamu," kata Avi Sena.

__ADS_1


Arsya mengusap air matanya dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu Avi Sena mengantarkan Arsya ke depan rumahnya.


__ADS_2