My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Tidak tahu


__ADS_3

Dalam setiap doaku..


Sujudku..


Dan harapanku..


Selalu kamu,


wahai belahan jiwaku..


Terus lah bimbing aku..


Menuju syurga Nya..


NOURA ZHAFIRA ^O^


✨✨✨


Sesshhff..


Suara yang terdengar dari dapur. Ketika itu Noura sedang menumis bawang. Menu sarapan hari ini adalah ayam cabe hijau dan sayur capcay.


Keadaan Noura pagi ini kurang baik. Sekitar paha dan selangkangannya sakit. Ia jadi harus berjalan pelan-pelan.


Ini sudah malam kelima, efek nya memang luar biasa. Kata Noah, saat malam pertama kali belum tembus, saat malam kedua belum juga tembus, saat malam ketiga baru tembus, tapi tangisan aku luar biasa, gumam Noura di dalam hati.


Tapi ada hal yang membuat aku senang, saat aku menangis karena sakit, Noah mengecup keningku dan seketika itu membuatku lupa akan rasa sakitnya, ujar Noura di dalam hati sambil tersenyum.


Jam 7.00 kebiasaan Noah di hari minggu adalah turun ke bawah. Biasanya Noah sehabis sholat subuh langsung membaca buku. Bagi Noura, Noah memang imam yang baik.


"Selamat pagi suamiku, mau minum apa?" Tanyaku dengan penuh ceria.


"Minum apa?" Noah yang balik bertanya.


"Iya minum apa?" Tanyaku lagi kebingungan.


"Pertanyaan kamu salah Noura, kalau kamu mau menanyakan sesuatu kepadaku, kasih lah dua pilihan. Jika kamu bertanya aku mau minum apa, aku akan kebingungan menjawabnya. Tanyalah seperti ini, mau minum kopi atau teh? Seperti itu !" Seru Noah.

__ADS_1


Padahal Noura tadi sedang berbunga-bunga. Perasaan yang senang dan bahagia. Tapi malah langsung dapat omelan dari suaminya sendiri.


"Baiklah.." Kataku yang terputus.


"Aku mau teh, buatkan aku teh hangat." Kata Noah yang langsung menyambar.


Noura langsung membuatkan teh. Ia seduh air panas dengan teh kantung. Ia mengangkat-angkat kantung tehnya. Tak lupa juga Ia memberikan gula pasir. Lalu Ia hidangkan kepada Noah.


"Aww. Noura ini terlalu panas, kamu mau membakar lidahku. Lihat ini lidahku jadi melepuh !" Bentak Noah yang langsung mengeluarkan air teh.


Noura pun terdiam. Padahal aku sedang senang seperti ini, tapi malah suamiku sendiri yang menghancurkannya, gumam Noura.


Noah pun berdiri dan pergi meninggalkan Noura di ruang makan. Noura melihat Noah berjalan menaiki tangga. Sedangkan Noura membersihkan air teh yang di keluarkan dari mulut Noah tadi.


Karena tidak jadi sarapan bersama. Noura menutup kembali makanan yang telah tersaji. Ia naruh di dalam tudung saji di meja makan. Lalu Ia berjalan menuju lantai atas.


Saat membuka pintu kamar. Noura melihat Noah sedang memainkan HPnya. Noah tak sedikit pun melihat Noura. Lalu Noura masuk ke dalam kamar.


Noura mengambil dompet di atas meja riasnya dan mengambil jilbab yang tergantung di sebelahnya.


"Noah, jika kamu mau makan duluan, makanannya ada di dalam tudung saji di meja makan. Aku akan pergi sebentar ke minimarket, ada yang harus aku beli." Ujar Noura.


Noura berjalan keluar dan di sapa oleh pak satpam kompleknya. Ketika ditanya pak satpam, Noura hanya berasalan ingin berjalan-jalan sendiri. Sedangkan Noah hanya sibuk dengan HPnya hingga tertidur.


Di tengah perjalanan, Noura sedang bimbang. Karena Ia dan Noah telah berhubungan. Apa sekarang harus membeli tespack ? Tanya Noura di dalam hati.


Niat awal Ia akan membeli cemilan coklat di minimarket. Tapi kenyataannya Ia malah berjalan ke apotek terlebih dahulu.


Setelah keluar dari apotek, tampak Noura memegang sebuah kantong plastik. Haaa, aku tidak tahu harus beli berapa banyak, apa 6 kotak tespack ini cukup? Tanya Noura di dalam hati.


Noura beberapa kali mengecek HPnya. Ia pikir Noah akan menghubunginya. Tapi ternyata HP nya tidak ada pemberitahuan.


Apa Noah terlalu marah karena kejadian tadi? Tanya Noura di dalam hati. Setelah itu Noura berjalan ke minimarket. Ia ingin membeli beberapa makanan ringan.


Setelah melakukan pembayaran, Noura duduk di depan minimarket sambil membuka salah satu cemilan. Ia masih takut Noah marah. Padahal pernikahannya belum ada sampai sebulan. Tapi Noura sudah beberapa kali membuat Noah marah.


Noura terus melamun sambil memakan cemilannya hingga habis tanpa bersisa. Ketika Noura sadar cemilannya habis, Ia tiba-tiba menjadi tersedak.

__ADS_1


Noura batuk tiada henti. Semua orang yang ada melihatnya. Tiba-tiba saja ada seseorang yang memberinya minuman. Saat Noura melihat ternyata itu sahabat lamanya di SMA dahulu.


"Jihane, uhuukk,, uhuukk." Kata Noura disela batuknya.


"Yaudah Noura, minum dulu." Ujar Jihane sambil membukakan tutup botol minumannya.


Dan Noura pun meminumnya. Rasa lega membasahi tenggorokan Noura. Kering yang disebabkan oleh cemilan tadi. Disiram oleh teman lamanya, Jihane.


"Sudah lama banget ya Han, kamu gimana kabarnya?" Tanya Noura.


"Baik, kamu gimana?" Tanya Jihane kembali.


"Iya seperti yang kamu lihat, barusan aku sedang tidak baik, aku kan tadi tersedak." Jawab Noura.


"Iya bersyukurlah dengan kamu tadi tersedak, aku jadi tau kalau ada kamu di minimarket ini." Balas Jihane. Noura pun tersenyum. Ternyata tersedaknya membawa berkah.


"Sudah lama ya Nour, semenjak tamat SMA dulu, kita udah engga pernah ketemu lagi. Kamu sudah menikah?" Tanya Jihane.


"Iya, aku sudah menikah, sudah hampir dua minggu Han, kalau kamu?" Tanya Noura balik.


"Aku sudah dua tahun Nour, tapi aku belum punya anak. Doakan yaa aku sedang program hamil." Kata Jihane.


"Iya semangat yaa, doakan aku juga cepat hamil yaa. Suami kamu kerja dimaba Han?" Tanya Noura kembali.


"Kerja di kapal. Suami aku seorang kapten Nour. Kalau suami kamu?" Tanya Jihane kembali.


"Suamiku.. Hm.." Suara Noura terdengar putus-putus. Noura baru tersadarkan bahwa Ia tidak tahu dimana suaminya bekerja. Ia tidak tahu apa jabatan suaminya. Jadi Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Jihane.


"Noura.. Nouraaa. Kok malah melamun." Panggil Jihane.


"Eh iya, Han, aku minta nomor telepon kamu ya, kita sambung lagi lewat chat, tadi aku cuman pamit sebentar, takut suami aku nyariin." Kata Noura.


"Iya iya sipp, pokok nya kita harus saling kontakan oke." Ujar Jihane sambil mengetik nomornya.


Setelah itu, Noura dan Jihane berpisah. Ketika Noura mulai berjalan, Ia melihat ke belakang. Noura melambaikan tangannya kepada Jihane. Ia melihat arah jalan Jihane yang berlawanan dengannya.


Noura mulai melangkahkan kakinya menuju rumah. Ia sudah berencana ingin berbicara dengan Noah. Karena Ia tidak tahu apa-apa tentang suaminya. Tidak mengetahui apapun tentang suaminya, membuat Noura menjadi malu, bahkan kepada diri sendiri.

__ADS_1


Bagaimana tidak, baru dua minggu pernikahan. Tapi Noura sudah beberapa kali membuat Noah marah. Itu artinya Noura belum terlalu paham tentang suaminya. Bagaimana karakternya, apa maunya dan hal lain. Noura belum mengetahuinya.


✨✨✨


__ADS_2