My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E37


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E37


Cinta yang telah pergi


Mungkin takkan kembali


Cinta yang telah hilang


Juga mungkin takkan pernah kembali


Jagalah cinta itu..


Sebelum kamu kehilangannya


-Noura Zhafira-


..............................


.


.


Noura masih tersandar di meja kerjanya. Masih dalam posisi membelakangi Sarah. Ia tidak sadar bahwa Sarah berniat jahat padanya.


Sarah mengeluarkan pisau kecil dari tasnya. Ia berjalan perlahan menuju Noura. Ia memasang ancang-ancang akan menancapkan pisau kepada Noura.


"Pulanglah Sarah. Kita sudah tidak ada urusannya lagi," kata Noura sambil membalik laporannya.


Ruangan Noura berada di lantai dua, memiliki dinding kaca dan transparan. Sangat jelas apa yang sedang dilakukan oleh orang yang berada didalam ruangan Noura. Bahkan terlihat dari resepsionis.


Resepsionis tidak sengaja melihat ke arah ruangan Noura. Ia terkejut melihat Sarah yang bersiap dengan pisaunya akan menusuk Noura.

__ADS_1


"Ibu!" seru resepsionisnya.


Namun suaranya tidak sampai di ruangan Noura. Semua orang yang di lobby menjadi panik. Ditengah kepanikan itu, Avi Sena sampai di kantornya.


Avi Sena langsung melihat ke arah ruangan Noura, karena semua orang melihat ke arah ruangan Noura. Avi Sena ikut terkejut melihat Sarah dan pisaunya.


Dengan cepat Avi Sena berlari ke ruangan Noura. Ia bahkan sampai melompat naik di tangga. Noura bisa tertusuk pisau Sarah, jika Avi Sena tidak cepat.


"Noura!"


Ttiisss..


Suara pisau menusuk ke dalam daging


Tess....


Darah mengalir jatuh ke lantai


"Avi Sena!" teriak Noura.


"Sudah gila kamu Sarah!" teriak Noura pada Sarah.


Sarah hanya tersenyum sinis kepada Noura. Ia malah mengambil pisaunya lagi. Kini ia akan menusuk tepat sasaran, yakni Noura.


Sarah berlari dengan memegang pisau yang ujungnya mengarah kepada Noura. Dengan senyuman jahat dan mata melotot Sarah berteriak.


"Matilah Noura!"


"Sarah!"


Tiba-tiba datang Noah yang langsung memegang pergelangan Sarah yang memegang pisau. Noura melihat ke arah Noah.

__ADS_1


"Noah, kenapa kamu kesini? Kamu tahu Sarah disini?" tanya Noura.


"Aku hanya punya firasat yang tidak baik tadi," jawab Noah.


Sementara itu, darah Avi Sena terus bercucuran ke lantai. Noura langsung merobek sedikit bajunya di bagian tangan. Kebetulan Noura sedang memakai pakaian yang mudah dirobek.


"Gunakan ini untuk menutup luka sementara," kata Noura sambil membalut tangan Avi Sena.


"Apa yang kamu lakukan Sarah?!" tiba-tiba Noah berteriak.


"Kenapa kamu berteriak kepadaku? Bukankah Noura penyebab masalah kita! Maka dari itu Noura harus dihilangkan dari dunia ini!" teriak Sarah.


"Bahkan Noura ingin mengambil anak kita," sambung Sarah dengan nada sendu.


Noah menatap Noura dengan tatapan yang dalam. Tatapan Noah itu terasa seperti orang yang sedang bersalah dan menyesal.


Mendengar perkataan Sarah, membuat Noura muak. Ia berjalan menuju Sarah lalu menampar pipi Sarah dengan begitu keras.


Ptasss..


Suara tamparan dari Noura


"Aku peringatkan sekali lagi, aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah kalian! Mau retak atau tidaknya rumah tangga kalian, aku tidak peduli!" seru Noura didepan wajah Sarah.


Noura kembali berjalan menuju Avi Sena yang masih terduduk. Lalu Noura memberikan pesan suara kepada resepsionisnya untuk segera menelepon ambulan, polisi dan rumah sakit jiwa.


"Noah, aku rasa istrimu memang sudah gila," ucap Noura.


"Dia sudah bukan istriku dan Arsya bukan anakku," balas Noah.


Mendengar perkataan dari Noah, membuat Sarah histeris. Sarah mengambil kembali pisaunya yang tadi sempat dipegang oleh Noah.

__ADS_1


"Noah! kamu masih mencintaiku kan? Katakan Noah, jika kamu masih mencintaiku!" seru Sarah sambil menempelkan pisau pada urat nadi tangannya.


__ADS_2