My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Pertemuan Keluarga


__ADS_3

My Mistake Wedding


Episode 24


Apakah cintamu padaku telah pudar?


Bagaimana rasanya ?


Bagaimana bisa kamu melabuhkan cintamu kepada hati yang lain?


Tidak kah kamu tahu bahwa cintaku besar untukmu?


-Noura Zhafira-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


.


.


Pagi itu sudah berkumpul di rumah, Noah, Noura, Sarah, orang tua dan mertua Noura. Dengan suasana yang tidak nyaman Noura harus menghadapinya.


Noah memperkenalkan Sarah di hadapan semua orang. Dan reaksi semua orang juga terdiam sama seperti Noura. Hati yang tak tenang dan jantung yang berbedar, Noura mentapa Noah dengan pandangan kosong.


Ptaass..


Suara tamparan pipi Noah dari Papanya. Reaksi dari Papa Noah membuat Noura dan keluarganya terkejut.


"Apa Papa membesarkan kamu seperti ini? Kamu pulang dengan wanita lain tanpa sepengetahuan istrimu. Dimana etika kamu sebagai laki-laki, wanita itu harus disanjung, diutamakan. Laki-laki macam apa kamu ini!" seru Papanya Noah yang marah.


"Pa, Noah adalah laki-laki dewasa, Noah sudah bisa menentukan keputusan atas hidup Noah sendiri dan Noah tau konsekuensi dari keputusan Noah."

__ADS_1


"Kamu lihat istri kamu! Bagaimana dia bisa hidup dengan rasa seperti ini Noah. Kenapa bisa hati kamu goyah dengan wanita lain. Tidakkah kamu tahu istri kamu sedang menunggu di rumah!"


"Maksud Papa apa ya? Saya dan Noah sama-sama jatuh cinta, tidak ada unsur paksaan, hati Noah pun tidak goyah, saya tahu Noah sudah punya istri dan saya mau menerimanya," kata Sarah yang ikut berbicara.


"Diam kamu! Kamu pikir, kamu siapa bisa ikut dalam pembicaraan ini."


"Pa, Sarah juga istriku, dia berhak membelaku."


"Membela dalam hal apa? Membela dalam hal selingkuh? Sekarang kamu lihat wajah mertua kamu, bagaimana kamu bisa menatap wajah mertua kamu di saat ada wanita lain disisi kamu."


"Pa, bukankah dalam Islam diperbolehkan untuk berpoligami. Lantas kenapa Papa marah sebegitunya kepadaku?" tanya Noah.


"Apa kamu sudah mengerti berpoligami ha? Memangnya atas dasar apa kamu melakukan poligami?"


"Noura tidak bisa hamil lagi Pa."


Pernyataan itu membuat semua orang kaget. Sebuah kalimat yang membuat hati Noura retak. Kalimat mematikan yang keluar dari mulut orang yang di cintainya.


"Sudah cukup Pa. Cukup sampai disitu kamu menghina anakku. Apa yang dikatakan Noah itu aku setuju. Jika Noura bisa hamil lagi, seharusnya sesudah keguguran kemarin dia bisa hamil lagi. Tapi ini tidak, bahkan sudah lebih dari setahun," sambar Mamanya Noah.


"Apa maksudnya Bu? Ibu mau menghina anak saya?" tanya Ibunya Noura.


"Bukannya mau menghina Bu. Tapi memang seperti itu adanya. Kita tidak bisa menutup mata pada kenyataan bahwa Noura tidak bisa memberi Noah keturunan. Menurut saya, tidak apa-apa ada Sarah di keluarga ini, itu akan membuat peluang untuk memberi Noah keturunan," jawab Mamanya Noah.


Setelah mendapatkan kalimat mematikan dari Noah, sekarang Noura merasa dipojokan oleh ibu mertuanya. Ternyata selama ini, ibu mertuanya tidak menyukainya. Noura baru menyadarinya dari awal pernikahan, ibu mertuanya jarang memberikan respon yang positif terhadapnya.


"Oiya ngomong-ngomong soal kehamilan. Noah ada yang ingin aku berikan," kata Sarah sambil memberikan sesuatu.


"Sarah kamu udah hamil. Alhamdulillah ya Allah, tuh kan lihat Pa Ma, ini garis dua," ujar Noah sambil menunjukkan testpack.


Melihat reaksi Noah yang begitu senang saat mengetahui bahwa Sarah hamil, membuat Noura tambah sakit hati. Reaksi itu seharusnya untuk Noura bukan untuk orang lain.

__ADS_1


"Kamu ini ya tidak tahu perasaan orang lain ya. Bagaimana bisa kamu berekspresi seperti itu di depan istri kamu," kata Papa nya Noah kepada Noah.


"Sudah lah Pak, silahkan jika Bapak ingin memarahi Noah. Sudah sangat malu saya menghadapkan anak saya kepada Bapak," ujar Papanya Noah kepada Bapaknya Noura.


"Saya pikir kita sudah cukup memojokan anak kita. Bukan hanya Noah yang merasa dipojokan dalam situasi seperti inu tapi juga Noura. Saya tidak akan memarahi Noah atau memujinya. Yang saya tegaskan bahwa silah selesaikan masalah ini sejelas-jelasnya, bagaimana jalan keluarnya, apa Noura bersedia atau tidak. Jika bersedia bagaimana? Jika tidak juga bagaimana? Silahkan selesaikan, kalian semuakan sudah dewasa," kata Bapaknya Noura yang bijak.


"Baik Pak terimakasih," ujar Noah.


"Aduh Pak, Bapak terlalu lembut. Noah begini karena salah saya dan istri saya yang terlalu memanjakannya," ucap Papanya Noah.


"Tidak Pak. Masalah seperti ini bisa datang kepada siapa saja," balas Bapaknya Noura.


"Terserah kamu mau bagaimana, tapi jika kamu ingin Sarah jadi menantu Papa juga. Suruh dia menutup rambut dan lehernya itu. Pakai pakaian yang seperti Noura," ungkap Papa nya Noah.


Setelah itu semua orang pulang ke rumah masing-masing. Noura pun langsung masuk ke kamarnya tanpa berbicara apapun kepada Noah dan Sarah.


Tidak ada yang membereskan bekas makanan dan minuman yang telah disediakan. Noah menyuruh Sarah tapi Sarah enggan dengan alasan sedang hamil.


Noah ingin meminta Noura tapi Noura telah kembali ke kamarnya. Karena tidak ada orang lain lagi, terpaksa Noah yang membersihkan bekas makan dan minum tadi.


***


Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.


Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.


Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.


Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.


Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2