My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E21


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E21


Buaian lembut darimu


Yang kini kurindukan


Tak pernah kurasakan


Karena tanganmu dan hatimu


Ternyata juga meraih hati dan tangan yang lain


-Noura Zhafira-


.......................


.


.


 Taksi yang dipesan oleh Noah kini sudah sampai. Noah membukakan pintu agar Sarah bisa masuk lebih dulu. Setelah itu, baru ia masuk ke dalam taksi.


Perjalanan ditempuh kurang lebih 1 jam. Tapi jika keadaan jalanan lancar tanpa adanya kemacetan lalu lintas. Terkadang kita tidak dapat memprediksi situasi di jalananan.


Perjalanan mereka terasa lama dan membosankan. Ditambah kini rintik hujan telah datang menghampiri mereka. Embun pada kaca kini sudah menjadi pemandangan Noah.


Sepanjang perjalanan, Noah dan Sarah hanya terdiam. Noah tidak berani melirik ke arah Sarah. Karena baginya Sarah bukanlah muhrimnya.


Swinttsss..


Tiba-tiba pengemudi membelokkan mobilnya dengan tikungan yang tajam.


 

__ADS_1


“Ada apa Pak?” tanya Noah yang sedikit panik.


“Sepertinya jalannya licin Pak. Mohon maaf,” jawab si pengemudi.


“Kalau begitu jalan pelan-pelan saja Pak. Saya juga sedang tidak buru-buru,” ucap Noah dengan tegas.


“Iya Pak.”


 


Karena kejadian tadi, kepala Sarah tidak sengaja terjatuh di pundak Noah. Ternyata Sarah dalam keadaan tidak sadar. Sarah yang tidak sadar itu, membuat Noah sedikit panik.


 


“Sarah! Sarah!” seru Noah.


 


Tapi Sarah tidak merespon panggilan Noah. Dalam keadaan darurat, akhirnya Noah memegang tangan Sarah untuk mengecek denyut nadinya.


 


Sarah masih belum sadarkan diri. Noah melirik ke arah perutnya. Ternyata perut Sarah kembang kempis, itu menandakan bahwa Sarah sedang tertidur.


Kurang lebih 1 jam setengah perjalanan mereka dari bioskop hingga sampai di apartemen. Noah terpaksa membangunkan Sarah dari pundaknya, karena ia harus bayar biaya taksi.


Saat Noah sedang membayar dan menunggu kembalian, Sarah jalan lebih dulu dengan sempoyongan. Karena khawatir, Noah cepat bergegaas turun dari taksi. Sarah yang hampir terjatuh, langsung ditangkap oleh Noah.


 


“Lebih baik saya antarkan kamu,” kata Noah.


 

__ADS_1


Awalnya Noah memapah Sarah, namun kaki Sarah lemah seakan tidak bertenaga. Akhirnya dengan terpaksa, Noah menggendong Sarah menuju unit tempat ia tinggal.


Jarak dari mereka turun dari taksi hingga ke lobby apartemen cukup jauh. Hujan terus membasahi bumi, hingga tubuh dan pakaian mereka ikut basah.


Noah berusaha untuk tidak melihat ke arah bawah. Pakaian Sarah telah basah kuyup, tidak ada tersisa bagian yang keringpun.


Dengan penuh perjuangan, akhirnya Noah sampai di unit apartemen Sarah. Ia menyandarkan Sarah di dinding. Kemudian ia membangunkan Sarah pelan-pelan.


 


“Sarah, kita sudah sampai di apartemen kamu. Bangunlah dan buka pintu,” kata Noah sambil memegang pundak Sarah.


 


Noah memegang pundak Sarah dengan spontan. Ia lupa bahwa pakaian Sarah kini sedang basah. Sarah menggenakan kemeja putih dengan blezer merah maroon.


 


Basah air hujan membuat Pakaian Sarah menjadi transparan. Secara tidak sengaja Noah melihat ke arah dada Sarah. Saat sadar bahwa matanya ke arah dada, Noah langsung memalingkan wajahnya.


 


Sarah terbangun, namun dalam keadaan setengah sadar. Ia hanya memberi Noah kunci pintu apartemennya.


 


“Bahkan kamu tidak bisa membuka pintu rumah sendiri,” kata Noah sambil mengambil kunci apartemen Sarah.


 


Noah membukakan pintu apartemen Sarah, lalu ia kembali memapah Sarah masuk ke dalam apartemennya. Noah membaringkan Sarah di sofa, tapi Sarah susah untuk di arahkan.


Noah sedikit tergelincir, hingga tubuh Sarah menempel pada tubuhnya. Bibir Sarah yang tidak sengaja menempel pada bibir Noah.

__ADS_1


 


__ADS_2