My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E35


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E35


Pelukan hangat


Siapa yang tidak mau itu?


Tentu saja semua orang menginginkan pelukan hangat


Kehangatan yang tercipta dari pelukan sepasang kekasih


-Noura Zhafira-


.............................


.


.


"Semua ini gara-gara Noura!" seru Sarah.


Sarah yang kini sendirian di apartemennya, bangkit dan mengikat rambutnya. Ia berlari menuju lift.


Setelah berada diluar apartemen, Sarah memberhentikan taksi. Ia berniat datang ke taman bunga. Dengan pakaian seadanya dan riasan seadanya juga, Sarah sudah tidak peduli lagi dengan penampilannya.

__ADS_1


Sementara itu, Noura sedang membaca laporan di laptopnya. Ia membaca laporan sambil mengayunkan pelan kursi kerjanya.


"Kalau tidak salah, laporan yang ini sudah ada rekapannya," gumam Noura sambil bangkit dari duduknya.


Noura berjalan menuju ke rak yang ada di belakang meja kerjanya. Posisi Noura saat ini sedang berdiri dengan membelakangi pintu ruangannya.


"Map berwarna apa ya kemarin? aku lupa," gumam Noura kembali.


Sreekk..


Tiba-tiba ada seseorang yang menarik hijab Noura


Noura dengan cepat menahan hijabnya agar tidak terbuka. Saat telah rapi, ia melihat orang yang telah menarik hijabnya.


Noura terkejut karena orang yang menarik hijabnya adalah Sarah. Noura tampak marah. Ia meletakkan ke atas meja rekapan yang sedang ia pegangi.


"Berani-beraninya kamu menarik hijabku! Sekali lagi kamu sentuh hijabku! Kubakar rambutmu!" bentak Noura.


"Oh jadi sekarang kamu sudah bisa marah kepadaku! Sudah merasa hebat kamu ya! Dasar wanita sombong!" balas Sarah.


"Apa yang kamu bicarakan?"


"Aku sudah muak Noura, sok suci padahal kamu berani mengambil suami dan anakku. Tidak habis pikir olehku, kamu ini sangat munafik!"

__ADS_1


"Sarah, kamu salah paham. Aku tidak mengambil siapapun dari kamu."


"Bohong! Noah menceraikanku, kamu mengambil anakku. Maumu apa? Rumah tanggaku hancur karena kamu!"


"Bukannya kamu yang menghancurkan rumah tanggaku dulu. Kamu tidak ingat? Kamu yang merebut Noah dariku bukan sebaliknya. Masalah kamu sekarang tidak ada hubungannya denganku. Untuk masalah Arsya, aku telah mengambil alih pengasuhannya. Jika kamu tidak mau mengurus anakmu, lebih baik berikan pada yang mampu, jangan malah ingin membunuhnya."


"Kamu pikir aku akan percaya?! Kamu menggoda suamiku agar bisa kembali padamu kan! Jujur saja Noura! Kamu memang wanita jahat!"


"Sejak 7 tahun perceraian kami, aku sama sekali tidak pernah bertemu dengan Noah. Kamu pikir aku ada waktu untuk menggodanya? Kini kehidupanku sudah lebih baik, aku jauh lebih bahagia sekarang. Dengan keadaanku kini, kamu pikir Noah masih pantas untukku?"


"Aku sudah tahu semuanya!"


"Apa yang kamu tahu? Noah menyesal karena telah memilihmu? Aku sudah katakan, aku tidak peduli dengan urusan kalian. Dulu aku selalu diam saja setiap kali Noah memilih kamu, karena aku menghargai Noah sebagai suamiku. Tapi sekarang itu sama sekali bukan urusanku."


"Sombong sekali kamu! Semua harta kamu ini tidak akan dibawa mati Noura!"


"Memang, siapa yang mengatakan harta dibawa mati. Makanya membangun banyak aset duniawi dan akhirat, setidaknya aku mempunyai bekal. Aku tidak menyianyiakan waktuku untuk menggoda suami orang lain."


Setelah mengatakan semua itu, Noura membalikkan tubuhnya. Ia tidak ingin melihat Sarah lagi di matanya. Noura bersandar di meja kerjanya sambil membuka rekapan laporan.


Sementara itu, Sarah yang masih kesal dan bertambah marah. Menahan emosinya hingga tubuhnya bergetar.


Sarah mengrogoh tasnya. Ia menemukan sebuah pisau kecil. Sarah memegang pisau itu lalu dengan cepat mengeluarkan dan berniat menancapkannya pada Noura.

__ADS_1


Noura yang membalikkan badannya dari Sarah, tidak menyadari niat dari Sarah. Kini pisau kecil itu telah berada di tangan Sarah.


__ADS_2