
My Mistake Wedding
Episode 39
Ternyata aku masih memiliki orang yang peduli padaku
Aku pikir selama ini aku hanya sendiri
Terimakasih Tuhan
Engkau menunjukkan sebuah kekuatan besar padaku
Engkau membuatku kembali bernyawa
Dan menjalani hidup yang penuh ujian ini
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
"Noura!"
Tiba-tiba Noura tersadarkan dari lamunannya ketika sedang menyuci piring. Jihane datang sambil menepuk pundak Noura.
__ADS_1
"Kamu melamun ya?" tanya Jihane sambil membantu Noura menyuci piring.
"Kamu tidak usah memikirkan apa yang dikatakan oleh Avi Sena ya," sambung Jihane.
"Iya Han, tenang aja kok hehe," balas Noura dengan senyum datar.
Noura tidak sengaja melamun ketika sedang menyuci piring. Sebenarnya tidak ada yang sedang dipikirkan oleh Noura juga. Tapi mungkin lamunan itu karena efek dari rasa sedih yang mendalam.
Setelah selesai menyuci piring, Jihane mengajak Noura untuk melihat buku tahunan SMA. Hanya sekedar bernostalgia.
"Wah ini kelas kita. Noura dulu sangat cantik, tentu saja sekarang juga masih cantik," ujar Jihane.
"Wah ini Shanty ya, kabarnya gimana ya?" tanya Noura.
"Sekarang katanya sedang S2 di Australia."
"Iya, hebat ya kalau teman kita yang wanita yang menikah muda itu sudah biasa, tapi kalau laki-laki yang menikah muda itu hebat, karena dia akan mempertanggung jawabkan hidup orang lain."
Perkataan Jihane barusan membuat sedih hati Noura sedih. Noura tahu bahwa Jihane bukan dengan sengaja, tapi rasanya jika mendengar kata mempertanggung jawabkan hidup orang lain, langsung membuat Noura sedih.
"Yah Noura, maafkan aku bukan maksudku mengatakan hal seperti itu. Aku pasti menyingung perasaanmu ya," kata Jihane sambil memegang tangan Noura.
"Tidak apa-apa Jihane, kamu pasti bukan dengan sengaja kan," balas Noura.
Noura melihat ke arah luar jendela. Langit yang biru cerah, kini telah berwarna jingga terang. Tanda bahwa petang hari telah tiba.
"Sebaiknya aku segera pulang ke rumah sebelum waktu maghrib tiba," kata Noura sambil bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Apa kamu yakin mau pulang sekarang? Jika kamu mau, kamu bisa menginap disini," tanya Jihane menyakinkan.
"Tidak Jihane, itu akan merepotkanmu," jawab Noura sambil mengambil tasnya.
Kemudian Noura berjalan menuju pintu depan rumah Jihane. Ketika Noura akan berpamitan pulang dengan Jihane, tiba-tiba muncul Avi Sena dari dalam rumah.
"Lho Noura mau kemana?" tanya Avi Sena.
"Noura mau pulang. Sekalian saja antarkan Vis, kamu kan tetangganya," jawab Jihane.
"Jangan, tolong Vis, tidak usah. Nanti akan aneh apabila aku datang dengan kamu bersama dan itu bisa menimbulkan kecurigaan yang tidak diinginkan," sahut Noura.
"Benar yang kamu katakan Noura, tapi aku juga tidak tenang jika kamu pulang sendiri," timpa Avi Sena.
"Tidak usah khawatir, aku bukan wanita yang lemah kok. Kalau begitu aku pamit ya, terima kasih sudah menghiburku Jihane dan Avi Sena, oia Jihane, katakan terimakasih juga kepada suamimu. Kalau begitu aku pamit, assalammualaikum," kata Noura sambil berjalan meninggalkan pintu depan Jihane.
"Waalaikum salam," jawab Avi Sena dan Jihane.
Noura melampaikan tangannya kepada Jihane san Avi Sena. Kemudian taksi yang Noura pesan sudah tiba. Noura pun segera masuk ke dalam taksi dan segera meninggalkan perumahan Jihane.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
__ADS_1
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.