My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E26


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E26


Cinta itu seharusnya


Seharum kasturi


Seindah pelangi


Sesegar embun pagi


Tapi cintaku bersama mu


Malah sama sekali tidak ada harumnya


Tidak ada indahnya


Tidak ada segarnya


-Noura Zhafira-


.....................................


.


.


"Arsya, kenapa kamu kesini? Ini sudah sore, taman akan segera tutup," tanya Noura.


"Ibu, tolong Arsya," ucap Arsya dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


Hati Noura tersentuh, ia tak tega melihat Arsya yang menahan tangisnya. Noura pun membuka pintu mobilnya dan turun untuk menghampiri Arsya.


"Arsya, bukan anak Papa Bu," kata Arsya dengan mata tertutup.


"Arsya, apa maksudnya?" tanya Noura


"Papa sendiri yang bilang ke Mama, kalau Arsya bukan anak Papa," jawab Arsya.


"Kapan Papa kamu bilang itu?" tanya Noura kembali.


"Tadi sebelum Arsya kesini," jawab Arsya dengan tersedu-sedu.


Noura tersentak mendengar perkataan Arsya. Serasa pendengarannya tersambar oleh petir. Noura menatap Arsya yang mulai menangis dengan posisi mendangak ke atas dan tangan yang menutup matanya.


Noura langsung memeluk Arsya. Tubuhnya bergetar seakan Arsya mencoba untuk tetap kuat. Ia menahan semua rasa perih yang selama ini ia dapati.


Noura menggendong Arsya kemudian berjalan perlahan menuju mobilnya. Komandan membantu Noura membuka pintu mobilnya. Setelah itu mobil Noura meninggalkan taman bunga.


Baju dan hijab Noura basah karena air mata Arsya. Namun ia tidak peduli, Noura hanya bisa memeluk Arsya saat ini. Ia juga tidak berani mengatakan apa-apa kepada Arsya.


Perjalanan dari taman bunga hingga rumahnya Noura memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Karena mengalami kemacetan lalu lintas jadi perjalanan sedikit lama.


Setelah sampai di depan rumahnya, Noura menggendong Arsya untuk turun dari mobil. Saat di luar, Noura menurunkan Arsya.


Arsya terkejut melihat rumah besar dan mewah Noura. Dipenuhi nuansa putih yang elegan dan anggun. Ada banyak tamanan bunga dan buah di halaman rumah Noura.


"Ayo kita masuk," ajak Noura.


Arsya menganggukkan kepalanya. Tangannya menggenggam tangan Noura sepanjang jalan. Mereka berjalan perlahan menuju pintu depan.

__ADS_1


Krekk..


Terdengar bunyi pintu terbuka


"Assalammualaikum," kata Noura mengucapkan salam.


"Waalaikum salam, Eh kak Noura pas sekali makan malam baru selesai di siapkan," jawab Naomi, adiknya Noura.


Naomi berlari kecil untuk menyambut kakaknya. Tapi ia sedikir terdiam ketika Noura berjalan dengan menggandeng anak kecil.


"Siapa Kak?" tanya Naomi.


"Nanti aku ceritain, Ibu sama Bapak ada dimana?" tanya Noura kembali.


"Masih di kamar, nanti juga turun," jawab Naomi.


Noura mengganggukkan kepalanya. Lalu ia melihat ke arah ruang keluarga. Noura berjalan dan membuka sebuah pintu di depan ruabg keluarga.


"Arsya, kamu bisa pakai kamar ini dulu. Sekarang silahkan mandi dulu," kata Noura.


"Tapi Arsya tidak bawa baju," kata Arsya dengan sedikit takut.


"Tidak apa-apa, disini ada baju yang bisa kamu pakai. Sekarang kamu mandi dulu," balas Noura.


Arsya menganggukkan kepalanya. Lalu ia berjalan menuju kamar yang ditunjukkan Noura. Setelah Arsya masuk, Noura menutup pintu kamarnya.


"Emang kita punya baju anak cowok Kak? Ponakan kita saja cewek semua," sahut Naomi.


"Tinggal beli sekarang," kata Noura sambil berjalan meninggalkan Naomi.

__ADS_1


Lalu Noura pergi menuju asisten rumah tangganya yang suami istri. Ia meminta tolong untuk membelikan baju anak laki-laki sekitar 7 tahun di pusat perbelanjaan yang terdekat dari rumah Noura.


__ADS_2