
My Mistake Wedding S2 E15
Jalan yang terkadang tampak lurus
Ternyata memiliki banyak belokan
Jalan yang terkadang tampak mulus
Ternyata memiliki banyak lubang
Tidak akan ada yang tahu
Kamu akan tahu ketika kamu berjalan melewatinya
Bersama.
-Noura Zhafira-
..............................
.
.
Krekk..
Terdengar bunyi pintu terbuka
__ADS_1
“Pas sekali kamu sudah pulang Noura.”
“Iya pak, pekerjaan di kantor lebih cepat selesai hari ini. Siapa yang datang, mobilnya mirip mobil Avi Sena,” kata Noura yang masih belum sadar.
“Memang mobil dia,” kata Bapaknya Noura sambil melebarkan pintu depannya.
Noura tersenyum lebar dan langsung masuk ke dalam rumah. Ternyata bapaknya sedang tidak berbohong, sungguh ada Avi Sena datang ke rumahnya.
“Pantas saja ada mobil yang tidak asing kelihatannya, ada apa Vis?” tanya Noura sambil meletakkan tasnya.
“Ehmm. Noura jadi begini,” jawab Avi Sena dengan suara pelan.
“Hah? Apa? Kenapa kamu berbicara sangat kecil?” tanya Noura.
“Eh tunggu kamu belum di kasih jus ya? Sebentar aku buatkan ya,” kata Noura sambil berjalan meninggalkan Avi Sena dan Bapaknya di ruang tamu.
Sementara Noura sedang membuatkan Avi Sena jus, Avi Sena justru harus susah payah menahan gugupnya.
“Tidak semudah itu rasanya Pak,” kata Avi Sena.
“Kamu kan belum melamarnya, ini baru mau meminta izin mendekat,” balas Bapaknya.
Bapak memberikan kode bahwa Noura sedang berjalan ke arah mereka. Avi Sena menyadari hal itu, ia pun kembali mengambil nafas dan menghembuskannya.
“Silahkan diminum Vis, ini buah dari perusahaan, pastinya lebih segar,” kata Noura sambil menyuguhkan jus buah.
“Ah iya terima kasih banyak,” balas Avi Sena.
__ADS_1
Setelah itu mereka semua terdiam. Suasana pun menjadi sunyi dan canggung. Avi Sena melirik kepada Bapaknya Noura. Lirikan itu membuat Bapaknya Noura melakukan sesuatu.
“Baiklah, Bapak ingin melanjutkan pekerjaan Bapak yang belum terselesaikan. Kalian mengobrolah dengan tenang,” kata Bapak Noura sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
Setelah Bapak meninggalkan mereka, suasana tidak juga membaik. Mereka masih dalam diam dan sunyi, hingga membuat Noura kebingungan.
“Ada apa Vis? Kamu seperti sengaja datang kesini? Apa ada yang ingin kamu sampaikan?” tanya Noura.
“Oh tidak, bukan, aku bukan sengaja kesini, tapi tidak kebetulan lewat jalan ini, jadi aku mampir,” jawab Avi Sena yang terlihat sedikit panik.
“Oh begitu, Arsya bagaimana kabarnya?” tanya Noura yang sebenarnya tidak tahu harus membicarakan apa.
“Emm. Noura, sebenarnya aku kesini karena ingin mengatakan, aku ingin mendekatimu secara resmi. Bukan hanya sekedar teman tapi tentu saja ada maksud dan tujuan yang baik. Karena itu aku meminta secara resmi kepada kamu dan Bapak kamu tadi,” kata Avi Sena dalam satu nafas.
Noura sedikit terkejut mendengar perkataan Avi Sena. Bahkan hingga mata Noura tidak berkedip. Lalu Noura tertawa kecil setelahnya.
“Jadi Bapak aku sudah tahu maksud kamu?” tanya Noura.
Avi Sena pun mengangguk. Tingkah Avi Sena yang malu-malu itu membuat Noura tertawa lagi.
“Kenapa kamu mengatakannya seperti itu perbuatan yang malu?” tanya Noura yang masih tertawa.
“Habisnya kamu bilang belum mau menikah kemarin,” jawab Avi Sena dengan polosnya.
“Kamu meminta izin mendekatiku kan, belum melamarku kan? Mungkin itu sesuatu yang berbeda, jadi boleh kita coba,” kata Noura.
“Benarkah Noura?” tanya Avi Sena yang mulai bersemangat.
__ADS_1
“Tentu saja, jika benar bisa jadi ini adalah jalannya,” jawab Noura.
“Terimakasih Noura, terima kasih.”