
My Mistake Wedding S2 E16
Gemuruh air hujan yang turun
Tak terdengar olehku
Karena telah rusak pendengaranku
Akibat luka yang kamu berikan disaat kau mengatakan cinta
Lucu sekali..
Bahkan disaat kamu mengatakan cinta
Tubuhku menjadi terluka
-Noura Zhafira-
......................................
.
.
Krekk..
Terdengar suara pintu yang baru saja dibuka
Mendengarnya, Sarah langsung bergegas untuk melihat siapa yang membuka pintu.
__ADS_1
“Noah kamu sudah pulang? Pas sekali, aku membuatkan steak untuk makan malam,” kata Sarah dengan penuh semangat.
Semangat Sarah itu malah ditanggapi datar oleh Noah. Seolah ia sedang menjadi manusia tanpa emosi.
“Ayo makan,” ajak Sarah.
Tapi Noah tidak merespon ajakan Sarah. Ia malah berjalan lesu menuju kamarnya. Suram bagai malam tak berbintang, begitulah kondisi Noah sekarang.
Karena merasa diacuhkan, akhirnya membuat Sarah mengejar Noah ke kamar. Dengan rasa kesal Sarah membuka pintu dengan sembarangan.
“Kenapa kamu mengacuhkanku?” tanya Sarah.
Lagi-lagi Noah melihat Sarah dengan ekspresi datar. Sambil membuka bajunya, kancung demi kancing, ia tetap tidak menjawab pertanyaan Sarah.
“Aku lelah! Sana keluar!” kata Noah sambil melemparkan baju kemejanya.
“Kalau memang ada masalah di kantor, jangan dibawa pulang ke rumah dong!” seru Sarah.
“Keluar! Aku bilang!” bentak Noah lebih keras.
Bentakan terakhir dari Noah akhirnya membuat Sarah terdiam dan pergi meninggalkannya di kamar.
Sarah kembali ke dapur, ia sedikit terkejut karena melihat Arsya sedang makan steak yang telah ia siapkan.
“Kenapa kamu makan itu?” tanya Sarah sambil berjalan dengan cepat ke arah Arsya.
“Kan ada di meja dan Arsya lapar Ma,” jawab Arsya.
“Tidak boleh! Ini sudah Mama siapkan dengan susah payah, kenapa malah jadi kamu yang makan!” bentak Sarah.
__ADS_1
Arsya terdiam karena baru saja mendengar bentakan dari Mamanya. Hanya karena Arsya lapar dan makan makanan yang ada di meja, hingga membuat Mamanya marah.
Karena takut dimarahi lagi, akhirnya Arsya menaruh kembali sendok dan garpu ke tempatnya. Dengan perasaan sedih dicampur dengan lapar, Arsya kembali ke kamarnya.
Di malam harinya, saat semua orang tengah terlelam. Noah terus saja gelisah dan berkeringat. Bukan hanya itu Noah juga merasakan sesak di dadanya, hingga membuatnya terbangun dari tidurnya.
Noah yang terbangun, kemudian melihat Sarah yang sedang tertidur membelakanginya. Noah melihat Sarah dengan tatapan kosong dan tangannya bergetar.
Kemudian Noah pergi keluar kamarnya. Sejenak ia terdiam dengan posisi berdiri di depan pintu kamarnya.
Noah melirik ke arah kamar Arsya. Terlihat pintu kamar Arsya yang sedikit terbuka. Tanpa sadar, Noah berjalan ke arah kamar Arsya.
Noah membuka perlahan pintu kamar Arsya. Ternyata Arsya belum tertidur. Ia sedang fokus memakan cemilan.
Arsya terkejut ketika melihat Noah ada di depan pintu kamarnya. Dengan gelagapan, Arsya berusaha menyembunyikan cemilannya.
“Papa! Kenapa belum tidur?” tanya Arsya.
Noah tidak menjawab pertanyaan dari Arsya. Ia hanya melihat Arsya dengan tatapan sinis sambil sedikit menyipitkan kedua matanya.
Arsya kebingungan dengan sikap acuh dan tidak peduli dari Noah. Karena biasanya, Noah akan selalu memarahinya jika memakan makanan yang sembarangan.
Sampai akhir pun, Noah tidak menjawab pertanyaan dari Arsya. Ia malah pergi tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Arsya.
Sebenarnya alasan Arsya memakan cemilan di malam hari, karena ia kelaparan. Arsya dimarahi saat mau makan malam di ruang makan, akhirnya membuat Arsya memakan cemilan.
Selama ini Arsya memang menyimpan cemilan di kamarnya. Bukan hanya satu atau dua, tapi ada banyak. Tersebar di setiap sisi tak terlihat kamarnya.
Hal ini untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu yang terjadi di rumahnya. Arsya melakukan ini atas saran dari Avi Sena.
__ADS_1