
My Mistake Wedding
Episode 49
Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku memang rapuh
Dan aku sadari itu
Namun kini aku sudah tidak ingin seperti itu
Aku akan menjadi kuat
Aku akan membuat diriku lah yang menang
Apapun yang terjadi
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya kini Noura dibawa oleh perawat untuk berpindah kamar. Noah dan Sarah mengikutinya dari belakang.
Noura dipindahkan ke ruangan VVIP. Noah ingin Noura mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik.
"Nyamankan? Kamar ini adalah kamar terbaik," kata Noah.
"Terimakasih Noah," ucap Noura.
__ADS_1
"Ada lagi yang kamu butuhkan?" tanya Noah.
"Hmm. Sebenarnya ada aku butuhkan," jawab Noura dengan malu-malu.
"Apa yang kamu butuhkan? Katakanlah," tanya Noah sekali lagi.
"Aku memerlukan beberapa pakaian dalam dan juga beberapa helai hijab juga untuk berganti," jawab Noura.
"Baiklah aku akan segera mengambilkannya. Sarah tolong kamu temani dan bantu Noura disini ya," kata Noah yang langsung mengambil kunci mobil.
"Tapi aku kan sedang hamil!" seru Sarah sambil bangun berdiri.
"Tapi aku sedang patah kaki dan harus memakai gips," sahut Noura tiba-tiba.
"Sarah, Noura sedang membutuhkan bantuan, kamu tolong bantu dia ya, aku tidak akan lama," kata Noah setelah itu langsung pergi.
Ketiak Noah pergi meninggalkan kamar inap Noura, suasana canggung langsung menyelimuti mereka berdua. Sarah langsung kembali duduk dan menyilangkan tangannya.
"Sarah aku haus, tolong ambilkan aku air," kata Noura.
"Airnya mana?" tanya Sarah kembali.
Noura pun melihat ke arah sekelilingnya ternyata tidak ada air minum. Lalu Noura melirik ke arah Sarah.
"Kalau tidak ada, tolong belikan saja," kata Noura.
"Aku tidak bawa dompet, uangmu mana?" tanya Sarah.
"Entahlah, aku juga tidak tahu dompetku dimana, aku kan baru saja mengalami kecelakaan," jawab Noura.
"Lalu aku harus ambil minum dimana?! Kamu mau minum air keran kamar mandi," bentak Noura.
"Gunakan otakmu, dilorong rumah sakit ini pasti ada pantry, kamu kan bisa meminta air disana," tukas Noura yang kesal.
__ADS_1
Dengan ekspresi cemberut, Sarah keluar dari kamar Noura. Ia berjalan menuju pantri. Untungnya di pantri sedang ada orang, jadi ia bisa meminta air minum untuk Noura.
Setelah mendapatkan sebotol air mineral untuk minum, Sarah langsung kembali ke kamar Noura. Di pertengahan jalan, Sarah mendengar bisik-bisik perawat yang sedang bergosip.
"Hei, katanya pasien yang kakinya patah itu adalah istri seseorang yang mempunyai istri."
"Hah? Berarti dia istri kedua?"
"Tidak tahu istri ke berapa, tapi suaminya datang sambil menggenggam tanga istrinya yang lain dan dia sedang hamil besar."
"Wah kalau begitu kasihan sekali ya, sudah patah kaki, dikhianati pula."
Sarah yang sedikit mendengar pembicaraan perawat itu langsung bergegas pergi. Karena hal yang dibicarakan oleh perawat itu adalah kehidupan rumah tangganya.
Sesampainya di kamar inap Noura, Sarah langsung memberikan air mineral itu untuk Noura.
Glek..glek
Terdengar suara air yang mengaliri tenggorokan Noura.
"Kau sangat haus ya? Dalam sekejap, air sebotol langsung habis," kata Sarah.
Noura tidak mengindakan perkataan Sarah. Karena merasa sudah tidak dibutuhkan Sarah pun kembali duduk di sofa. Namun tiba-tiba Noura memanggil Sarah.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
__ADS_1