My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E31


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E31


Keputusanmu hari ini


Akan mempengaruhi masa depanmu


Tapi keputusanmu pada hari itu


Tidak akan mempengaruhi


Apa-apa terhadapku


Aku bukan aku yang kamu kenal


Kini aku dan kamu


Telah menjadi beda dunia


-Noura Zhafira-


.................................


.


.


Sepulangnya Arsya dari kantor Noura, Avi Sena jadi sendirian di ruang Playroom. Ia berniat membereskan mainan yang tadi ia dan Arsya mainkan.


Avi Sena mengambil mainannya satu per satu. Lalu matanya terhenti di ppjok kiri ruangan. Ternyata tas Arsya tertinggal di ruangan itu. Avi Sena langsung mengambil tas itu dan pergi meninggalkan ruangan.


Sementara itu, Arsya kini sedang berada didalam taksi bersama dengan Sarah. Namun, sepanjang perjalanan Arsya dan Sarah tidak berbicara.

__ADS_1


Perjalanan yang panjang akhirnya berakhir juga. Mereka sampai di sebuah apartemen yang tampak sudah tua. Sarah masuk ke lobby dengan Arsya yang mengikutinya dari belakang.


Sarah memencet tombol naik pada lift. tiba-tiba ada seorang satpam yang menghampiri mereka dan memberikan sesuatu.


"Bu Sarah, maaf ini ada titipan surat," kata satpam.


"Dari siapa Pak?" tanya Sarah.


"Tidak tahu Bu, tapi sepertinya surat ini surat formal dari suatu instansi," jawab satpam.


"Baik, terima kasih Pak," kata Sarah sambil mengambil surat itu.


Ting..


Bunyi lift terbuka.


Sarah tidak sempat membuka amplop yang berisikan surat itu. Jadinya ia hanya memegang di tangan kirinya saja.


Begitu sampai, Arsya langsung ke kamar mandi. Ia sudah menahan pipis sejak masih berada di taksi tadi. Di kamar mandi, Arsya kurang hati-hati menggunakan air, yang membuat bajunya menjadi basah.


Sarah sedang membaca isi surat itu. Tubuhnya menjadi diam dan kaku. Mata terbelangak, tangan yang memegang surat itu jadi bergetar. Tertuliskan perceraian dalam surat itu.


"Mama, dimana handuknya, baju Arsya basah," pinta Arsya.


Namun Sarah tidak merespon permintaan Arsya.


Brukk..


Tiba-tiba Sarah terjatuh dengan posisi terduduk


Melihat Mamanya terjatuh, Arsya langsung berlari menghampiri Mamanya. Ia terkejut melihat Mamanya yang menangis.

__ADS_1


"Mama kenapa menangis?" tanya Arsya.


Namun Sarah masih menangis dan tidak menghiraukan keberadaan Arsya.


"Mama kenapa? Mama?" Arsya yang terus bertanya, tanpa sadar ikut menangis.


"Huhu..huhu.. Mam..Mama jang..an menangis," kata Arsya yang tersedu-sedu.


Sarah mendengar suara tangisan Arsya. Ia melihat dan menatap dalam ke arah Arsya. Tapi tatapannya itu malah membuat Arsya bingung.


"Mama?"


"Semua itu gara-gara kamu!" tiba-tiba Sarah membentak Arsya dengan nada tinggi.


Arsya terkejut mendengar perkataan Sarah. Dengan mata merah dan bibir yang sembab, Sarah mulai bergerak mendekati Arsya.


Perlahan Sarah mendekati, seolah akan membunuh seseorang. Arsya ketakutan dengan keadaan Sarah sekarang. Ia berdiri dan berjalan mundur hingga mentok dengan dinding.


Sarah terus berjalan mendekati Arsya. Melihat Mamanya sendiri seperti itu, membuat Arsya sangat ketakutan. Ia tidak mampu berpindah tempat atau bahkan bergerak lagi.


"Semuanya itu gara-gara kamu! Seandainya kamu tidak ada di dunia ini! pasti tidak akan begini jadinya!" teriak Sarah didepan wajah Arsya.


Tangan Sarah langsung memegang leher Arsya. Mencekik dengan begitu kuat. Ibu jari Sarah sangat menekan tenggorokan Arsya, hingga membuat Arsya sulit bernafas.


Bhuuahh..


Uhukk..


Arsya yang semakin sulit karena terus tercekik


"Mam... Mam... Mama, to...loongg.."

__ADS_1


Arsya yang semakin sulit bernafas dan terus tertekan.


__ADS_2