
My Mistake Wedding S2E19
Yang orang tahu,
Kau mencintaiku
Tapi orang-orang tidak tahu
Bahwa kau mencintai dirinya
Dan bukan aku
Jadi orang-orang tidak tahu
Bahwa perasaanku terluka
Karena rasa yang seperti sedang berdusta
-Noura Zhafira-
.............................
.
.
__ADS_1
Pagi itu, suasana sangat cerah. Langkah kaki semua orang diiringi oleh kicauan burung. Aura positif di dapatkan begitu keluar rumah.
Tampak Noah berjalan dengan membawa tas sambil memerhatikan ponselnya. Sebuah kebiasaan yang tidak baik, Noah berjalan sambil menatap ponselnya.
Terlalu fokus pada ponselnya, hingga ia tidak sadar dengan keadaan sekitar. Ada beberapa orang yang memerhatikan Noah berjalan.
Noah juga tidak sadar bahwa Sarah berjalan di belakangnya. Kini Sarah sudah hapal, kapan waktunya Noah keluar dari apartemennya.
Apa aku harus menyapanya sekarang? Kelihatannya ia masih fokus dengan ponselnya. Aku jadi bingung harus bagaimana, gumam Sarah.
Mereka berjalan lebih maju, ternyata didepan mereka sedang ada renovasi gedung bagian atas. Tapi Noah tidak menyadarinya.
Saat Noah berjalan dibawah para tukang yang sedang merenovasi gedung bagian atas itu, tiba-tiba saja salah satu tukang itu menyenggol ember yang berisikan material kecil seperti paku.
Noah berhasil terdorong, paku itu tidak menimpa Noah, tetapi Sarah. Karena Sarah mendorong Noah menjauh, sedangkan ia tidak sempat bergerak menjauh.
Noah terkejut karena dirinya terdorong. Saat ia menoleh ke belakang, ia lebih terkejut lagi karena ada seseorang yang jatuh.
Sekilas ia melihat orang yang terjatuh melalui celah orang yang mengerubunginya. Ia baru menyadari bahwa yang terkena jatuhan paku itu adalah Sarah.
Noah langsung berlari menuju Sarah yang telah tergeletak. Ada banyak orang mengerubunginya, hanya untuk melihat Sarah.
“Permisi, saya atasannya,” kata Noah agar bisa memecah kerumunan.
Noah langsung minta dipanggilkan kepala mandornya. Karena insiden ini, Sarah harus menjadi korban. Untungnya kepala mandornya bersedia membayar biaya kompensasi.
__ADS_1
Noah langsung membawa Sarah ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, Sarag langsung masuk ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Noah menunggu di luar, sambil berusaha menelepon orang di kantornya. Ia harus memberitahu bahwa ia akan terlambat ke kantor dan Sarah tidak bisa datang ke kantornya sekarang.
Lebih dari setengah jam Noah menunggu dokter yang memeriksa Sarah. Akhirnya dokter yang menangani Sarah keluar dari ruangannya.
“Bagaimana dokter keadaan pasiennya?” tanya Noah yang langsung bangkit dari duduknya.
“Anda siapanya pasien?” tanya dokter.
“Saya atasannya,” jawab Noah dengan lancar.
“Keadaan pasien kini masih belum sadar. Sejauh ini memang belum ada yang fatal, hanya ada sedikit luka robekan di kulit kepalanya, tapi sudah ditangani dengan baik. Kita tunggu pasien hingga sadar dulu baru diadakan pemeriksaan lanjutan,” jelas dokter.
“Baik terimakasih dokter,” sambil sedikit menganggukkan kepalanya.
Setelah dikter pergi, Noah masuk ke ruangan Sarah untuk melihat keadaannya. Sarah masih terbaring dengan menutup mata.
Noah hanya bisa mencoba mengingat bagaimana kejadian itu bisa terjadi. Yang ia ingat, ada seseorang yang mendoronnya.
Jangan-jangan tadi Sarah yang mendorongku. Itu berarti, jika Sarah tidak mendorongku, aku yang akan terkena paku itu, gumam Noah.
“Aku harus meminta maaf nanti saat Sarah bangun.”
Kemudian Noah pergi berjalan keluar. Ia menitipkan Sarah pada perawat, karena ia harus ke kantor. Tapi ia berjanji akan segera datang, begitu jam makan siang tiba.
__ADS_1