
My Mistake Wedding
Episode 28
Biarkan aku beristirahat sehari saja
Aku sedikit lelah dengan semua hal yang kamu lakukan padaku
Kamu tidak maju dan juga tidak mundur dari hidupku.
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Toktok..
Suara ketukan pintu.
"Assalammualaikum, Bu, Pak," ucap Noura.
"Waalaikum salam, Kak Noura pulang, yey!" seru Naomi, adik Noura yang langsung memeluk dirinya.
"Kangen banget sama Kak Noura, harusnya sering-sering main ke rumah Kak," sambung Naomi.
Noura dengan senyuman manis nya juga membalas pelukan dari Naomi. Dari kecil, Naomi selalu manja kepada dirinya. Jadi wajar jika Naomi lah yang paling rindu dengan Kakaknya.
"Eh Noura sama siapa pulangnya?" tanya Ibunya Noura yang baru saja datang dari dapur.
"Sendiri Bu. Sarah masuk rumah sakit, jadi Noah panik dan sepertinya ia tidak akan pulang malam ini," jawab Noura.
"Oh begitu, memangnya dia tidak akan marah kalau kamu kesini?" tanya Ibunya Noura.
"Haha tidak Bu, aku sudah meminta izin tadi kepada Noah."
Noura pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan tasnya. Ia memandangi isi kamarnya, ia jadi terungat saat pertama kali sekamar dengan Noah setelah akad.
Kenangan yang indah pada waktunya, membuat Noura lelah. Hati yang merasakan sakit tak berdarah. Setiap hari membuat luka yang sama.
Noura menjatuhkan tubuh di kasur. Ia menarik semua otot tubuhnya. Beban perasaan yang ia rasakan selama ini, hari ini bisa ia tak rasakan.
__ADS_1
"Rasanya sangat damai," ujar Noura sambil menghela nafas di kasur.
Akhirnya Noura menutup matanya. Setidaknya hari ini Noura tidak terluka karena melihat Noah dengan Sarah. Terlebih lagi, sikap Noah yang protektif kepada Sarah yang sedang hamil.
Sama halnya dengan Noura yang waktu itu hamil. Sikap protektif dan memanjakan dari Noah itu sungguh menggemaskan, untuk wanita yang sedang hamil tapi sungguh menjengkelkan bagi wanita yang tidak jadi hamil.
Sesekali Noura membayangkan, pada waktu itu juga, bagaimana kalau kondisinya masih hamil. Mungkin Noah tidak akan membawa Sarah. Mungkin Noura tidak akan mengalami sakit hati.
Dalam mimpinya, Noura melihat seorang anak laki-laki berusia 1 tahun, yang sedang belajar berjalan. Noura bahkan melihat Noah yang sedang mengajari cara berjalan.
Alangkah indahnya jika itu sungguh terjadi. Namun takdir berkehendak lain, hidup yang Noura jalani tidak seindah mimpi.
Jika boleh memilih, Noura ingin hidup dalam mimpi saja. Karena di dalam mimpi, mereka bertiga bisa berkumpul bersama, saling cinta dan menyayangi.
Sangat berbeda dengan kenyataan yang dihadapi Noura. Hari-hari Noura sangatlah berat. Hati wanita mana yang tidak patah ketika melihat laki-laki yang ia cintai membawa wanita lain.
Toktok..
Suara ketukan pintu terdengar dari kamar Noura.
"Kak, ayo makan dulu, ada bapak lho," kata Naomi dari depan pintu.
"Iya dek, Kakak keluar," balas Noura sambil bangkit dari kasur nya.
Setelah berganti baju, Noura pun keluar dari kamarnya. Dengan dandanan kembali menjadi anak Ibu Bapaknya, Noura terlihat imut. Ia keluar dari kamar langsung menuju ke ruang makan sambil tersenyum lebar.
Suasana makan malam mereka sangatlah nyaman. Banyak canda tawa karena hal yang konyol diceritakan oleh Naomi. Terkadang juga mereka berdiskusi hal yang serius.
Setelah semuanya selesai makan malam, Noura membantu Ibunya berberes meja makan dan menyuci piring. Suatu kegiatan yang biasa dilakukan Noura saat masih di rumah ini.
Tak lama kemudian, adzan maghrib pun berkumandang. Bapaknya Noura langsung bersiap-siap untuk pergi sholat berjamaah di masjid. Sedangkan Noura, Naomi dan Ibunya sholat dirumah.
"Allahu Akbar," takbir dilantunkan Ibunya Noura sebagai imam sholat maghrib di rumah mereka.
Seusai sholat maghrib, Noura dan yang lainnya mengisi waktu mereka untuk mengaji. Mereka akan memiliki lapaknya masing-masing untuk bisa fokus dengan ayat Al-Qur'an.
Satu jam kemudian, adzan isya pun berkumandang. Karena semua wamita di rumah itu masih memakai mukena dan belum ada yang batal wudhu, jadi mereka langsung melaksanakan sholat isya secara berjamaah.
Sementara itu, di rumah sakit.
Noah tampak sedang memegang tangan Sarah. Sebenarnya tidak ada yang serius dari jatuhnya Sarah di kamar mandi. Dokter pun berkata tidak mengganggu kandungan Sarah.
Dokter hanya berkata kepada Sarah untuk tetap berhati-hati dimana pun dan kapanpun. Jatuhnya Sarah ini adalah suatu keajaiban karena Sarah tidak apa-apa.
__ADS_1
Karena sudah diketahui bahwa seorang ibu hamil sangat rentan terhadap apapun. Apalagi kalau sampai terjatuh, bisa beresiko menggangu kandungannya.
Tapi untungnya saat ini, Sarah tidak apa-apa. Ia hanya syok dan khawatir berlebihan terhadap kandungannya. Noah pun begitu, ia sangat khawatir pada anaknya yang sedang dikandung Sarah.
Kembali kepada Noura.
Saat ini adalah waktu keluarga bagi keluarga Noura. Biasanya mereka semua berkumpul di depan TV untuk menonton acara kesukaan keluarga.
"Kamu tidak apa-apa Noura?" tanya Bapaknya Noura.
"Apanya Pak yang tidak apa-apa?" tanya Noura kembali.
"Maksudnya kamu menginap disini? Noah tidak akan marah?" tanya Bapaknya Noah.
"Bapak tidak kreatif ya, masa pertanyaanya sama dengan pertanyaan Ibu. Tenang saja Pak, hari ini memang harinya Noura," jawab Noura sambil menggoyangkan alisnya.
"Kamu tidak apa-apa beneran Noura?" tanya Ibunya Noura.
"Ibu, kan sudah aku bilang.."
"Bukan itu maksud Ibu," ujar Ibunya yang memotong perkataan Noura.
Apa Ibu mengkhawatirkanku? Apa rumah tanggaku menjadi beban bagi Ibu? Padahal aku sudah mengatakan tidak apa-apa. Apa itu cukup? Aku bahkan mengatakannya sambil tersenyum, gumam Noura di dalam hati.
"Kalau kamu tidak kuat, kamu boleh berhenti Nak," sambung Ibunya Noura.
"Noura tidak kuat Bu, tapi Noura tidak juga tidak kuat. Noura tidak tahu apa ini keputusan yang benar, Noura hanya berdoa semoga hati ini tidak terlalu sakit," jawab Noura.
"Apa Noah adil terhadap hidup kamu dan Sarah?" tanya Bapaknya Noura.
Mendengar pertanyaan dari Bapaknya, Noura hanya membalasnya dengan helaan nafas. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan sebagai jawaban dadi pertanyaan Bapak.
Keadilan bagaimana yang dimaksud Bapak? Dari segi perlakuan, Noah memang tidak adil. Tapi Noah juga membiarkanku melakukan apapun yang aku mau, kata Noura di dalam hatinya.
"Noura jika kamu mau bercerai, kamu bisa kok," ujar Bapaknya Noura.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
__ADS_1
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..