My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E8


__ADS_3

S2 E8


Kebahagian di dunia


Tidak hanya saat mendapatkan cinta


Mencari kebahagian di dunia


Bisa didapatkan dari hari yang selalu ikhlas menjalani hidup


Berbagi sesuatu yang bermanfaat


Dan bisa memberikan senyuma pada orang lain


Itu juga dapat memberikan kebahagiaan


-Noura Zhafira-


...................................


.


.


Tin..


Tin..


Bunyi klakson mobil, membuat Arsya sedikit terkejut.


“Om Avis, kenapa klakson, nanti kalau Papa denger gimana?” tanya Arsya yang sedikit panik.


“Sudah tenang, cepat masuk,” jawab Avi Sena.


Arsya langsung berjalan masuk ke dalam mobil dengan cepat. Setelah masuk ke dalam mobil, Arsya sedikit terengah-engah.

__ADS_1


“Tarik nafas dulu, kita berangkat ya,” kata Avi Sena sambil melajukan mobilnya.


Sekitar sejam perjalanan Avi Sena dan Arsya sampai di taman bunga milik Noura. Tampak hari itu pengunjung di taman bunga lebih rame daripada biasanya.


Avi Sena dan Arsya masuk ke dalam taman bunga. Di sisi barat taman bunga, terdapat sebuah gedung besar.


Gedung besar itu adalah kantor bisnis Noura. Di gedung itu Noura bekerja, mengelola taman bunga dan perusahaan buah yang ia miliki.


Avi Sena berjalan bersama Arsya sampai ke titik pusat taman bunga. Padahal banyak pengunjung yang bersenang-senang, tetapi Arsya malah bersedih.


“Ada apa Arsya?” tanya Avi Sena.


“Apa Bu Noura sedang tidak ada di taman ini?” tanya Arsya sambil menunduk.


“Baik, mari kita coba tanya,” jawab Avi Sena.


Avi Sena mengeluarkan ponselnya. Ia bermaksud menelepon Noura. Tampaknya, Arsya sangat ingin bertemu dengan Noura.


Kringg..


“Assalammualaikum, iya Vis? Ada apa?”


“Ah Noura, apa kamu ada di taman bunga?” tanya Avi Sena dalam panggilan telepon.


“Aku ada di kantor, ada apa?” tanya Noura dalam panggilan telepon.


“Ada seseorang yang sangat ingin bertemu denganmu. Apa kami boleh ke kantormu?” tanya Avi Sena kembali.


“Oh iya boleh, datang saja ke kantor. Kebetulan aku sudah selesai dengan pekerjaanku,” jawab Noura.


“Baiklah kami akan kesana. Yaudah Assalammualaikum.”


“Waalaikum salam.”


Avi Sena menutup panggilan teleponnya. Ternyata Arsya mendengarkan percakapan Avi Sena dengan Noura.

__ADS_1


Setelah Avi Sena menutup teleponnya, wajah Arsya langsung sumeringah.


“Ayo kita kesana,” ajak Avi Sena.


Arsya langsung menganggukkan kepalanya. Dengan perasaan ceria Arsya berjalan bersama Avi Sena menuju gedung besar di sisi barat taman.


Berjalan kaki sekitar 10 menit, Avi Sena dan Arsya tiba di kantor Noura. Kantor yang besar dan sunyi. Sepertinya semua karyawannya sedang bekerja.


Avi Sena menyuruh Arsya duduk di sofa tamu sambil menunggu. Beberapa saat kemudian ada seseorang menghampiri mereka.


“Permisi Pak, dengan Pak Avi Sena?”


“Iya benar.”


“Ibu Noura telah menunggu di atas. Mari saya antarkan.”


Avi Sena spontan mengajak Arsya untuk beranjak dari tempat duduknya. Arsya terkagum dengan gedung yang didominasi dengan warna putih.


“Kantornya bagus ya Om,” puji Arsya.


Avi Sena hanya membalas perkataan Arsya dengan senyuman.


Kini mereka tiba di sebuah pintu bertuliskan Direktur Utama. Itu artinya Noura adalah dirut dari perusahan ini.


Tok tok..


Terdengar suara bunyi ketukan pintu


“Assalammualaikum,” kata Avi Sena dengan pelan.


“Waalaikum salam. Apa kabar Vis?”


“Noura sebelum itu, aku ingin kamu melihat siapa yang bersamaku,” kata Avi Sena sambil membalik tubuhnya.


Noura terkejut dengan yang ada dibalik tubuh Avi Sena. Arsya, anak laki-laki yang ia kira hanya sekedar anak kecil biasa. Tetapi ternyata hari ini ia datang bersama Avi Sena.

__ADS_1


__ADS_2