
My Mistake Wedding
S2 E4
Ketika mata kembali bertemu
Apakah hati akan tahu
Apakah hati akan merasakan sesuatu
Apakah akan menjadi pilu
Ketika mulut akan berbicara
Apakah lidah akan bergetar
Ketika kesebut kembali dirimu
Yang mungkin telah membatu
-Noura Zhafira-
.............................................
.
.
__ADS_1
"Oke untuk meeting hari ini cukup. Terimakasih kepada Mbak Noura yang telah mau bekerja sama dengan kami. Semoga projek kita kali ini akan menjadi hype dan sukses."
Prok..prokk
Tedengar suara tepuk tangan daru semua orang
Noura tersenyum kepada semua orang, sambil berdiri dan meninggalkan ruangan, diikuti dengan beberapa asistennya.
Noura sedang menjalankan projek perawatan wajah dan kulit. Ia bekerja sama dengan perusahaan yang memproduksi semua perawatan wajah san kulit.
Rencana perawatan wajah dan kulit itu akan memakai bahan dasar dari ekstrak buah dan bunga yang berkualitas dari perusahaan Noura.
"Bu, jadwal kita hari ini adalah ke pabrik pupuk. Karena kita harus memilih pupuk yang terbaik."
Noura hanya menganggukkan perkataan dari asistennya. Sambil berjalan, Noura memperhatikan ke sekelilingnya.
Itu sudah menjadi kebiasaan Noura, ketika ada di suatu tempat, ia pasti berjalan sambil melihat ke sekelilingnya. Karena siapa tau ia akan bertemu dengan teman lama.
Terdengar suara anak laki-laki memanggilnya.
Noura langsung menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya. Ternyata itu adalah Arsya, anak yang ia tolong saat di taman bunga.
"Hei kamu sedang apa disini? Bukan sedang tertinggal lagi kan?" tanya Noura sedikit menggoda.
"Bukan bu, saya sedang menunggu Papa saya," jawab Arsya.
"Oh yaudah kalau begitu, silahkan menunggu. Saya pamit dulu ya," ucap Noura sambil tersenyum.
__ADS_1
Noura melanjutkan perjalanannya. Arsya melambaikan tangannya meskipun Noura tidak melihatnya.
Di dalam hati, Arsya memikirkan jika memang Noura adalah ibu kandungnya. Karena hingga saat ini, banyak orang yang mengatakan bahwa Arsya tidak mirip dengan kedua orang tuanya.
Noura berjalan agak jauh dari tempat Arsya dan sudah mendekati pintu keluar. Namun tiba-tiba Noura menghentikan langkahnya.
Noura menghentikan langkahnya karena disaat ia hendak keluar dari kantor itu, ternyata ada Noah yang baru saja masuk ke dalam.
"Noura?"
"Oh iya, aku lupa ini kantormu juga," kata Noura canggung.
"Aku juga dengar projek perusahaanmu dengan tim marketing kami. Semoga kalian sukses dengan projeknya," kata Noah sambil mengulurkan tangannya.
Namun Noura tidak menerima uluran tangan itu dan memilih untuk tersenyum kepada Noah.
"Oh iya mungkin tim kamu belum tahu, Saya Noah, kepala divisi development," kata Noah dengan percaya dirinya.
"Divisi kamu kan tidak ada hubungannya dengan projek kami. Maaf, tapi aku harus pergi, permisi dulu," ucap Noura sambil tersenyum kepada Noah.
Kemudian, Noura berjalan meninggalkan gedung itu. sedangkan Noah mendatangi Arsya yang telah menunggunya lama.
"Yang tadi itu siapa Pa?" tanya Arsya yang pura pura tidak tahu.
"Iya teman kerja. Ayo cepat kita harus jemput Mama," jawab Noah yang langsung menyudahi percakapan mereka.
Namun Arsya tidak bodoh begitu saja. Ia sudah mulai mengetahui bahwa fakta Papanya pernah menikah dengan perempuan yang ia sapa tadi.
__ADS_1
Entah mengapa, Arsya malah lebih nyaman saat melihat Noura dibandingkan dengan kedua orang tuanya sendiri.
Faktor yang membuat Arsya merasa tidak nyaman di rumahnya karena kedua orang tuanya yang lebih sering bertengkar daripada bersendau gurau dan juga karena tetangganya yang selalu mengatakan bahwa dirinya tidak mirip dengan kedua orang tuanya.