
My Mistake Wedding S2E18
Tidak ada yang tahu bagaimana hati manusia
Hari ia mencintai, besok bisa jadi tidak
Hari ini mengakui, besok bisa jadi tidak
Hari ini mengatakan bahwa aku satu-satunya, ternyata satu-satunya ada banyak
-Noura Zhafira-
.............................
.
.
Matahari bersinar terang di siang hari itu. Walaupun sedang teriknya, Noah tidak merasakan panas karena berada didalam ruangan berAC.
Noah sedang berdiri tegak didepan etalase di kantin kantornya. Ia sedang kebingungan, karena tidak tahu menu apa yang direkomendasikan disini.
“Pesan soto ayam saja Pak.”
Noah terkejut karena secara tiba-tiba ada seseorang yang merekomendasikan makanan kepadanya dengan cara berbisik.
Spontan Noah memegang telinganya. Ternyata itu adalah Sarah, staf yang kemarin berdiri lama di ruangannya.
“Terimakasih, tapi lain kali jangan mengatakannya dengan cara seperti tadi,” kata Noah.
Sarah pun terdiam dan hanya memberikan senyumannya. Noah langsung memesan soto ayam dan pergi ke meja yang kosong.
__ADS_1
Sedangkan Sarah pergi ke meja, tempat teman-temannya berada. Semua orang di kantin saat itu, hanya terfokus pada ketampanan Noah.
Namun Noah tidak menyadari bahwa ia sedang menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di kantin.
Teman-teman Sarah tampak tersenyum sambil menggoyangkan kedua alisnya, disaat Sarah berjalan menuju mereka.
“Cara kamu mendekati Pak Noah itu terlalu kelihatan, seharusnya kamu pake cara yang lebih halus.”
“Cara apapun yang aku gunakan, pasti laki-laki itu akan jadi milikku juga.”
“Kamu terlalu percaya diri.”
“Hei kamu tidak lihat bagaimana aku? Memangnya aku kurang apa? Wajah cantik, kulit putih, tubuh tinggi.”
“Sarah, memangnya kamu tidak apa-apa? Kan Daniel baru saja meninggal.”
“Justru ini kesempatan bagus bagi aku untuk moveon, aku tidak boleh melewatkan ini.”
“Aku pikir kamu mencintai Daniel sampai mati.”
“Wah benar-benar cinta yang jahat.”
Pembicaraan mereka terhenti ketika melihat Noah yang bangkit dari tempat duduknya. Rekleks membuat Sarah dan teman-temannya terdiam.
“Apa dia mendengar pembicaraan kita?”
“Aku tidak tahu. Semoga saja tidak.”
Sarah dan teman-temannya langsung menghela nafas ketika tahu bahwa Noah berdiri karena telah selesai makan.
“Pokoknya kalian semua harus mendukung aku sepenuhnya.”
__ADS_1
“Aku juga akan berjuang, kan jodoh tidak ada yang tahu.”
Setelah itu Sarah kembali ke ruangannya. Karena waktu istirahat telah selesai. Saat Sarah sedang berjalan menuju ruangannya, ia tidak sengaja melihat Noah yang sedang sholat di ruangannya.
Sudah tampan, pinter, rajin sholat pula, cocok sekali menjadi imam di keluarga aku. Ups, aku atau kita ya hehe, gumam Sarah sambil bersenyum.
Semua karyawan kini kembali bekerja tanpa terkecuali Noah. Hingga petang hari tiba, waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing.
Karena pekerjaan Noah hanya sementara disana, Noah memilih tinggal di sebuah apartemen yang ada didekat kantornya.
Apartemen itu hanya apartemen biasa. Noah tidak dapat memilih karena hanya itu apartemen terdekat dari kantornya.
Bahkan Noah tidak perlu naik taksi atau menyewa mobil untuk ke kantornya, ia cukup berjalan kaki sekitar 7 menit untuk bisa sampai ke kantornya.
Kini Noah telah berada di depan apartemennya. Ia sedang mencari kunci apartemen yang ia letakkan didalam tasnya.
Disaat Noah sedang sibuk mencari kunci apartemennya. Tiba-tiba ada yang menyapa Noah dari sampingnya.
“Lho Pak Noah, tinggal disini juga?”
Noah terkejut lagi-lagi Sarah. Ia tidak menyangka Sarah juga tinggal di apartemen yang sama. Bahkan unit mereka bersebelahan.
“Kamu disini juga?”
“Iya, saya tidak tahu Bapak tinggal disini juga.”
“Tapi unit ini kemarin tampak sepi-sepi aja?”
“Itu karena saya sedang menginap di rumah orang tua saya Pak.”
Kenapa Pak Noah menanyakan itu? Jangan-jangan dia tahu aku baru menyewa unit ini semalam. Tapi untung saja kemarin aku mengikuti dia, jadi aku tahu dimana ia tinggal, gumam Sarah.
__ADS_1
“Oh begitu. Baiklah saya masuk dulu ya,” kata Noah sambil membuka pintu apartemennya.
“Silahkan Pak,” balas Sarah sambil memberikan senyuman.