
My Mistake Wedding S2 E25
Hidup setidak seindah yang ada di drama
Seandainya hidup bisa memilih
Pasti aku tidak akan pernah memilihmu
-Noura Zhafira-
................................
.
.
"Arsyaaa," teriak pak satpam komplek.
Namun Arsya tidak menghiraukannya. Ia terus berlari dengan kencang, keluar pagar komplek dan memberhentikan taksi.
"Pak ke taman bunga," pinta Arsya.
Supir taksi itu mengganggukkan kepalanya. Sepanjang perjalanan, Arsya hanya menangis. Ia menutup mulut dengan kedua tangannya agar tidak terdengar oleh supir taksi bahwa ia sedang menangis.
Perjalanan lancar tanpa hambatan, waktu yang ditempuh Arsya menggunakan taksi hanya setengah jam.
"Tunggu sebentar ya Pak," kata Arsya saat sudah sampai.
Arsya turun dari taksi dan menanyakan keberadaan Noura pada satpam taman bunga.
"Permisi Pak, apa hari ini Bu Noura ada di kantornya?" tanya Arsya pada satpam.
"Kalau tidak salah iya ada. Memangnya ada apa?" tanya satpam.
__ADS_1
"Apa Bapak bisa teleponkan Bu Noura untuk saya?" tanya Arsya kembali.
Satpam itu sedikit ragu, terlebih lagi melihat keadaan Arsya yang saat itu. Ia takut bahwa Arsya adalah penipu atau agen penipu seperti itu.
"Dik mana ongkos taksinya?" tanya supir taksi dengan sedikit emosi.
"Tunggu sebentar Pak," jawab Arsya.
Sebenarnya Arsya berlari tanpa membawa uang. Ia tidak berpikir akan pergi seperti ini.
"Ayo bayar taksi!" bentak supir taksi yang tidak sabaran.
"Jangan-jangan kamu tidak bawa uang ya?" tanya satpam taman.
"Cepat bayar taksinya!" bentak supir taksi sekali lagi.
Arsya sedikit panik karena terus didesak oleh beberapa orang. Tubuhnya mulai gemetaran. Mata Arsya mulai berkaca-kaca.
"Ada apa ini?" tiba-tiba terdengar suara laki-laki.
Komandan langsung menoleh ke arah Arsya. Ia menyadari bahwa Arsya adalah anak yang pernah ketinggalan rombongan tur sekolah.
"Berapa ongkosnya Pak?" tanya komandan.
"90.000 Pak," jawab supir taksi denga ketus.
Komandan langsung merongoh kantongnya. Ia membuka dompetnya dan mengambil selembar uang 100.000 rupiah.
"Ini Pak, ambil saja kembaliannya," kata komandan sambil memberi uang 100 ribu kepasa supir taksi.
Supir taksi itu mengambil uangnya dengan begitu cepat, lalu pergi meninggalkan taman bunga.
Sementara itu Arsya masih sedikit panik. Tubuhnya yang gemetaran mulai berkurang. Tapi ia masih takut tidak bisa bertemu dengan Noura hari ini.
__ADS_1
"Ada apa kamu kesini Dik?" tanya komandan kepada Arsya.
"Saya ingin bertemu dengan Bu Noura Pak," jawab Arsya.
Komandan mengangkat tangan kirinya untuk melihat jam. Jarum pendek menunjukkan jam 4 sore, waktunya untuk karyawan yang bekerja di kantor pulang.
"Sekarang sudah jam pulang, sebaiknya telepon dulu Bu Nouranya," ucap komandan itu.
"Saya tidak memiliki ponsel Pak," kata Arsya sambil menggelengkan kepalanya.
Komandan terdiam melihat Arsya. Ia menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dari Arsya. Melihat reaksi tubuhnya, matanya yang sembab dan keadaan sekarang.
Akhirnya komandan memutuskan untuk membantu Arsya. Ia mengeluarkan ponselnya dengan cepat. Ia bermaksud untuk menelepon Noura.
Kringg..
Bunyi telepon tanda berdering
"Halo Pak, ada apa?" tanya Noura dalam panggilan telepon.
"Maaf Bu, apa Ibu sekarang masih ada di kantor?" tanya komandan.
Krekk..
Terdengar bunyi kaca mobil yang diturunkan
"Ada apa Pak?"
Semua orang yang ada disana terkejut, karena tiba-tiba ada Noura, berada di mobil dan hendak keluar dari taman.
"Ini Bu.." kata-kata komandan yang terputus.
"Ibu Noura!" seru Arsya.
__ADS_1
Noura terkejut melihat ada Arsya di taman. Matanya lebih melebar karena melihat Arsya berpenampilan lusuh dengan mata sembab.
"Arsya, ada apa? Sama siapa kamu kesini?" tanya Noura.