
My Mistake Wedding
Episode 37
Pernahkah kamu membayangkan
Bagaimana perasaanku yang terluka
Pernahkah kamu membayangkan
Bagaimana hatiku yabg tergores
Apakah kamu tahu,
Bagaimana caraku melaluinya
Ini sungguh berat untukku
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Bisik-bisikan dari tamu undangan terus terdengar di telinga Noura. Tapi Noura tidak menghiraukannya dan menyibukkan dirinya dengan hindangan.
Noura melihat ke arah Noah dan Sarah dengan tatapan sedih. Ia membayangkan bagaimana jika acara itu adalah acara untuk dirinya.
Noura memandangi semua dekorasi dan setiap detail dari ornamen yang ada di acara itu. Noura bersedih, karena bukan dirinya lah yang menjadi ratu di acara itu.
"Ini Noura."
__ADS_1
Ibunya Sarah tiba-tiba datang memberikan Noura segelas minuman. Noura tersenyum dan memgambil gelas minuman yang diberikan oleh Ibunya Sarah.
"Jangan didengarkan omongan dari orang lain ya," kata Ibunya Sarah.
"Iya Bu, saya insyAllah tidak akan mendengarkan hal yang seperti itu," ujar Noura.
Kemudian Noura meminum berwarna hijau yang tadi diberikan oleh Ibunya Sarah. Untung saja Ibunya Sarah tadi menemani Noura. Karena Noura sepanjang acara sudah merasa seperti orang asing bahkan di rumahnya sendiri.
Namun ada sesuatu yang salah. Sarah dari tadi tidak berhenti menatap Noura. Tatapan sinisnya tidak terlepas kepadanya, Noura pun menjadi salah tingkah.
Tidak lama kemudian, Sarah pun bereaksi. Ia bangkit dari duduknya dan dengan emosi. Sarah berjalan ke arah Noura.
"Noura kamu ini bisa tidak?!" seru Sarah.
"Apa Sarah?" tanya Noura yang terkejut.
"Kamu tahu inu acara 7 bulananku, tapi kenapa kamu yang menjadi pusat perhatian disini!" jawab Sarah dengan nada tinggi.
Semua orang yang ada disana menjadi terkejut, tidak terkecuali Ibunya Sarah dan Noah. Sarah yang tidak bisa menahan emosinya hanya karena Noura menjadi pusat perhatian.
"Aku tidak mau Noura menjadi pusat perhatian disini, padahal ini kan acara kita," protes Sarah.
"Sarah, kamu tidak boleh seperti itu," ujar Ibunya Sarah.
"Tidak apa-apa Ibu. Saya juga ada acara lain, jadi tidak bisa mengikuti acara ini sampai selesai," kata Noura.
"Noura," sahut Noah dengan nada sendu.
"Kalau begitu, aku permisi dulu. Assalammualaikum," ucap Noura sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.
Noura pergi meninggalkan acara yang masih berlangsung itu. Semua orang yang melihat kejadian itu hanya bisa menonton dan terdiam.
Noah menuntun Sarah kembali duduk ke kursinya. Mereka pun melanjutkan acara 7 bulananya. Setelah kejadian itu, suasana acara itu tidaklah sama lagi.
__ADS_1
Sementara itu, diluar Noura sedang memakai sepatinya. Untungnya Noura sudah membawa tas yang berisikan ponsel dan uang. Persiapan yang bisa dilakukan oleh Noura jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Kemana aku harus pergi? Rasanya aku tidak ingin pergi ke rumah Ibu Bapak. Aku harus kemana ya? Ah sekarang yang terpenting keluar dari perumahan dulu, gumam Noura sambil berjalan.
Saat diluar perumahan, Noura terkejut karena ia tidak tahu ada pak satpam di pos. Sangking fokusnya memikirkan tujuan Noura pergi dari acara 7 bulanan Sarah.
"Mau kemana Bu?" tanya pak satpam.
"Belum tahu Pak," jawab Noura.
"Padahal di rumah Ibu masih ada acara ya," kata pak satpam.
Noura mengeluarkan ekspresi terkejut. Matanya lebih membesar ketika mendengar kalimat itu dari mulut pak satpam. Mau dirahasiapun tidak akan bisa. Karena sudah terlanjur heboh pada awal-awal dulu.
"Pak, tolong panggilkan saya taksi saja," pinta Noura.
"Baik Bu."
Lalu pak satpam keluar dari posnya dan mulai mencari taksi yang sedang lewat. Sementara pak satpam memanggil taksi, Noura duduk didepan pos sambil mengeluarkan ponselnya.
Noura mencari nama kontak seseorang, yang kira-kira bisa ia kunjungi. Atau pergi ke suatu tempat yang bisa membuat Noura melupakan hari ini.
Tidak lama kemudian, taksi yang dipanggil pak satpam pun datang. Noura mengucapkan terimakasih sekaligus berpamitan kepada pak satpam.
Di dalam taksi, Noura masih memikirkan tujuan ia pergi. Noura masih menggulirkan layar ponselnya, mencari kontak. Dan gerakan Noura terhenti disuatu nama kontak yang membuat ia tersenyum.
"Aku ke rumah Jihane saja," ucap Noura.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
__ADS_1
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.