My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E32


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E32


Sebesar apapun masalah


Pasti ada jalan keluarnya


Jika..


Kamu ikhlas dengan keadaan


Bahwa..


Masalah itu telah datang padamu


-Noura Zhafira-


...............................


.


.


Uhuukk..


Akhhh..


Arsya yang merasa tenggorokannya semakin sakit

__ADS_1


"Sarah!" tiba-tiba terdengar suara seseorang.


Sarah tidak mengindakan siapapun yang datang. Ia datang dengan berlari lalu mendorong leher Sarah hingga membuat Sarah terpental.


"Arsya! Arsya!"


Arsya yang tampak lemas dan berdaya, langsung ditangkap olehnya. Ia menggendong Arsya di pundaknya. Sarah yang terpental berusaha untuk bangun dan melihat siapa yang datang.


"Avi Sena!" ternyata Avi Sena yang datang dan menyelamatkan Arsya dari Sarah.


Disaat Arsya dan Sarah meninggalkan kantor Noura, Arsya tidak membawa tasnya. Jadi Avi Sena bermaksud mengantarkannya ke tempat mereka.


Untungnya disaat Avi Sena keluar, terlihat plat nomor taksi yang dinaiki oleh Arsya dan Sarah. Dengan bermodalkan itu, Avi Sena mencari jalur yang dilewati oleh taksi itu dan sampai di apartemen mereka.


"Sudah gila kamu ya! Arsya ini anak kamu! Kamu mau membunuhnya?!" teriak Avi Sena.


"Itu urusan kamu, bukan urusan Arsya. Dia tidak pantas kamu salahkan, hanya karena kejadian yang menimpa kamu!" balas Avi Sena.


"Sudah hebat kamu! Sok menasehatiku kini!" kata Sarah dengan teriak.


"Aku kesini karena ingin mengantarkan tas Arsya. Tapi melihat kamu ingin membunuhnya, jelas aku tidak bisa tinggal diam," ucap Avi Sena sambil membalikkan badannya.


"Kyaaa.. Avi Sena, kembalikan Arsya!" teriak Sarah.


Sarah bangkit dan berlari ke arah Avi Sena. Namun karena teriakan Sarah yang kencang, membuat Avi Sena langsung menghindar.


Avi Sena memukul leher belakang Sarah, yang membuatnya langsung pingsan. Avi Sena berjalan melewati Sarah tanpa mempedulikan keadaan Sarah.

__ADS_1


Beberapa detik sebelum Sarah pingsan, ia masih menatap buram ke arah Avi Sena. Hingga akhirnya ia benar-benar tak sadarkan diri.


Sambil berjalan cepat di lorong, Avi Sena membenarkan posisi menggendong Arsya. Ia memindahkan Arsya ke depannya.


Tampak wajah Arsya yang masih pucat. Avi Sena menambah kecepatan berjalannya. Ia langsung membawa Arsya ke rumah sakit.


Di rumah sakit, Arsya di bawa ke IGD. Dokter dan perawat dengan cepat memberi penanganan pada Arsya. Sedangkan Avi Sena menunggunya diluar.


Dengan perasaan yang sedikit marah, Avi Sena menggenggam telapak tangannya. Agar rasa marahnya bisa teralihkan sejenak.


Kemudian Avi Sena teringat pada Noura. Ia mengeluarkan ponselnya, ia berniat untuk menelepon Noura dan memberitahukan padanya tentang keadaan Arsya.


Berkali-kali Avi Sena membuat panggilan pada Noura. Namun Noura tidak mengangkat telepon darinya. Akhirnya Avi Sena memutuskan untuk membuat pesan suara melalui pesan kepada Noura.


"Halo Assalammualaikum, Noura maaf mengganggu waktumu. Aku sekarang sedang di rumah sakit. Aku baru saja mendapati Sarah hampir menbunuh Arsya, jika aku terlambat sedikit saja mungkin Arsya bisa lewat," kata Avi Sena dalam pesan suaranya.


Sementara itu, Noura baru saja masuk ke dalam mobilnya. Ia habis melakukan meeting bersama beberapa staf dari suatu perusahaan yang ingib bekerja sama dengannya.


Mobil baru saja berjalan, tiba-tiba ponsel Noura berbunyi. Noura membuka tas dan mencari ponselnya.


Noura melihat ada pesan dari Avi Sena. Noura memencet pemberitahuan pesan itu. Lalu ia melihat bahwa Avi Sena mengirimi pesan suara.


Noura mendengarkan pesan suara dari Avi Sena. Dalam beberapa detik, ponsel Noura terjatuh, karena genggaman Noura yang lemah.


Supir Noura yang mendengar suara sesuatu terjatug begitu keras, membuatnya menghentikan mobil secara mendadak.


"Ada apa Bu?" tanya supir Noura.

__ADS_1


Dengan tatapan kosong dan mata yang berkaca-kaca, Noura menjawab, "kita ke rumah sakit sekarang Pak."


__ADS_2