My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Terpojokkan


__ADS_3

My Mistake Wedding


Episode 27


Kalau begitu pilihanmu


Bisakah aku menentukan pilihanku juga?


Yang memiliki perasaan bukan cuman kamu seorang


Aku pun memiliki perasaan yang jauh lebih rapuh dari yang kamu lihat.


-Noura Zhafira-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


.


.


Keadaan rumah tangga Noura dengan suaminya Noah saat ini memanglah rumit. Noura yang setiap hari harus menahan perasaan sakit karena melihat Noah yang memanjakan istri keduanya.


Hanya sesekali saja waktu Noah menemani Noura. Itupun hanya semalaman saja. Besok paginya, Noah pasti langsung mencari Sarah.


Noura tidak ingin ikut campur dalam permasalahan mereka, perasaan Noura terhadap Noah pun telah menjadi hambar. Noura selalu menatap dengan wajah yang datar terhadap Noah dan Sarah.


Kini kegiatan Noura semakin sibuk. Kebun kecil yang ia kelola semakin bagus. Bahkan sesekali ada yang sengaja datang untuk membeli bunganya.


Sedikit demi sedikit Noura sudah bisa menghasilkan uang. Noura sudah mulai menyimpan uang dari Noah. Dan untuk sehari-hari ia memakai uang dari hasil penjualan bunga.


Kyaaa...


Terdengar suara teriakan dari dalam rumah. Tapi Noura tidak mengindakan suara teriakan itu. Noura sudah tahu pasti itu Sarah dengan drama yang ia buat.


Setelah mengganti tanah, memberi pupuk dan menyiram tanaman. Noura pun masuk ke dalam rumah karena ingin mengambil minum.


Tapi saat ia masuk ke dalam rumah, ia melihat Noah yang panik di depan pintu kamar mandi. Ternyata Sarah terjatuh di kamar mandi dan membuat Noah panik.


"Noura tolong bantu aku," kata Noah dengan wajah melas.

__ADS_1


Akhirnya Noura mengambil ponselnya dan menelepon ambulans. Tanpa berbicara apa-apa kepada Noah, ia lakukan semua di depan Noah, agar ia tahu bahwa Noura melakukan sesuatu.


Tidak lama kemudian, ambulans datang. Petugas ambulans langsung membawa Sarah ke dalam mobil ambulans. Noah mengucapi terimakasih kemudian ikut masuk ke dalam mobil. Dan mobil itu pergi begitu saja.


Saat Noura ingin melanjutkan kegiatan berkebunnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda pesan masuk. Ternyata itu pesan dari Noah untuk segera menyusul ke rumah sakit dan dia minta tolong bawakam baju Sarah juga.


Karena Noah yang memintanya, Noura pun langsung bersiap. Ia mandi dan bersih-bersih badan. Kemudian setelah ia rapi, Noura pergi ke kamar Sarah untuk mengambil pakaian Sarah.


Setelah memastikan semuanya, Noura pun berangkat menuju rumah sakit. Butuh waktu sekitar satu setengah jam untuk sampai ke rumah sakit.


Setibanya Noura di rumah sakit. Noura langsung menuju kamar tempat Sarah di rawat. Saat membuka pintu ia melihat ada Noah, ibu mertuanya dan Sarah yang sudah sadar.


Dengan ekspresi yang tidak begitu ramah, semua orang itu melihat ke arah Noura. Lalu Noura masuk dan meletakkan pakaian Sarah di meja.


"Ini semua gara-gara kamu Noura!" seru Sarah.


"Kamu tidak membersihkan kamar mandi dan akhirnya membuat Sarah terjatuh," sambung ibu mertuanya.


"Apa?" Noura yang bingung dengan perkataan Sarah dan Ibu mertuanya.


"Noura?" Noah yang akhirnya mengeluarkan suara dan membuat hati Noura sakit.


"Sarah, kalau licin, kenapa kamu tidak memakai sandal saja? Lagipula untuk apa aku membersihkan kamar mandi yang kamu pakai?" tanya Noura.


"Lantas apa hubungannya denganku? Itu kan anak kamu, anak kamu dengan Sarah. Aku permisi," jawab Noura lalu keluar meninggalkan mereka semua.


Noura yang sedang merasa sedih pun berniat pergi meninggalkan rumah sakit. Tapi saat Noura berjalan ke arah pintu keluar, Noura bertemu dengan Papa mertuanya.


"Noura!" panggil Papa mertuanya.


"Papa?" balas Noura.


"Kamu dari dalam? Melihat Sarah?" tanya Papa mertuanya.


"Tidak Pa, aku hanya pergi mengantarkan baju ganti untuk Sarah. Semuanya sudah di dalam Pa. Kalau begitu Noura pergi dulu Pa," jawab Noura sambil melewati Papa mertuanya.


"Noura, ingin temani Papa minum kopi dulu?" tanya Papa mertuanya. Langkah kaki Noura pun terhenti dan ia langsung menengok ke belakang.


"Iya boleh Pa," jawab Noura.

__ADS_1


Noura pun pergi bersama Papa mertuanya ke kantin rumah sakit. Disana banyak yang berjualan mulai dari makanan yang ringan, hingga makanan yang berat.


Di kantin, sesuai permintaannya. Papa mertua Noura memesan dua gelas kopi hitam. Walaupun Noura seorang wanita, tapi Noura adalah penikmat kopi hitam.


"Maafkan Papa ya Noura," suara sendu Papa mertuanya yang bersedih kepada Noura. Mendengarnya itu membuat kepala Noura terangkat.


"Andai saja Papa lebih mendidik Noah dengan keras, jadi tidak akan jadi seperti itu."


"Kamu wanita yang kuat ya, bukan hanya awalannya yang tiba-tiba, tapi juga beberapa bulan karena istrinya hamil."


"Kamu wanita yang kuat ya, jangan pernah menyerah Noura," nasihat Papa mertuanya yang menyentuh.


Tanpa sadar air mata Noura mengalir hingga ke pipi. Disaat suaminya sendiri memihak kepada wanita lain. Tak disangka ada orang yang masih mendukung Noura.


"Terimakasih banyak Pa."


"Kamu mau kemana? Mau pulang?" tanya Papa mertua.


"Mungkin aku akan berkunjung ke rumah orang tuaku Pa. Ada sesuatu yang harus ku ambil dari rumah orang tuaku," jawab Noura.


"Mau Papa antarkan?" tanya Papa mertua.


"Ah tidak usah Pa. Ada Mama diatas, pasti telah menunggu Papa," jawab Noura.


"Kalau begitu hati-hati dijalan ya, sampaikan salam pada orang tuamu," ujar Papa mertua.


"Baik Pa akan Noura sampaikan, kalau begitu, Noura pamit dulu Pa. Assalammualaikum," ucap Noura.


"Waalaikum salam."


Kemudian Noura pun pergi meninggalkan kantin rumah sakit. Ia berjalan sambil memesan taksi online menuju rumah orang tuanya.


***


Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.


Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.


Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.

__ADS_1


Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.


Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..


__ADS_2