My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Menjadi Kuat


__ADS_3

My Mistake Wedding


Episode 25


Tahukah kamu seperti apa hati yang terluka itu?


Tahukah kamu seperti apa rasa nya tergores di hati?


Tahukah kamu seperti apa rasanya memiliki hati yang tersayat?


Bahkan kamu saja, belum tentu akan kuat dengan kenyataan ini.


-Noura Zhafira-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


.


.


Malam harinya, Noura masih terdiam di pinggir ranjangnya. Ia masih mengingat bagaimana pertama kalinya Noah memegang tangannya, menciumnya, menyayanginya.


Tapi kini hilanglah sudah. Cinta yang seharusnya menjadi miliknya, kini harus terbagi. Sayang yang seharusnya menjadi miliknya, sekarang tak utuh lagi.


Noura tiduran di kasurnya dengan posisi meringkup. Rasa ingin menangis tapi air mata telah kering. Rasa ingin kecewa tapi hati sudah hampa. Rasa ingin marah tapi tak berdaya.


Tiba-tiba saja ada tangan yang mengelus kepala Noura, yang membuatnya spontan bangkit dari posisinya.


"Noah!" seru Noura.


"Noura, malam ini aku akan menemanimu," kata Noah.


"Lalu istrimu bagaimana? Kamu ingin meninggalkannya sendiri? Dia kan baru saja tahu hamil, memangnya kamu tidak ingin menemaninya?" tanya Noura.


"Kamu kan juga istriku, memangnya kamu tidak mau kutemani?" tanya Noah kembali.


"Sekarang kamu mengkhawatirkanku? Aku harus apa? Aku harus senang sekarang? Setelah yang kamu lakukan padaku? Kamu tidak pulang, dan setelah sekian lama, kamu pulang membawa wanita lain yang kamu bilang dia istri kamu. Harusnya kamu khawatirkan diriku saat kamu mengucapkan kalimat ijab qabul dengan Sarah," kata Noura sambil meneteskan airmata.


"Noura, kamu kenapa?" tanya Noah yang kebingungan.


"Kamu tanya aku kenapa? Memangnya kamu pikir aku kenapa? Noah tidakkah kamu memikirkan perasaanku. Tidakkah kamu bayangkan jika kamu ada di posisiku?" tanya Noura sambil menepuk dada Noah.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti. Bahkan di Islam pun diperbolehkan untuk berpoligami, tapi kenapa kamu bersikap seperti ini? Kamu kembali kekanak-kanakan Noura, padahal aku bermaksud menemanimu malam ini. Tapi aku berubah pikiran," kata Noah sambil berjalan keluar kamar Noura.


"Ceraikan saja aku Noah!" teriak Noura.


"Apa?" langkah kaki Noah terhenti setelah mendengar perkataan dari Noura.


"Ceraikan aku. Aku rela menjadi janda, daripada aku mendapatkan cinta kamu yang tidak utuh," kata Noura dari atas kasurnya.


"Noura, aku tidak akan pernah menceraikan siapapun!" seru Noah sambil memegang bahu Noura.


"Apa alasannya Noah? Aku tidak ingin kamu membagi fokusmu, istri kamu sekarang sedang hamil, kamu harus mengurusinya," teriak Noura.


"Kamu tidak perlu tahu. Yang perlu kamu tahu bahwa aku tidak akan pernah menceraikan siapapun disini," ujar Noah yang kembali berjalan keluar dari kamar Noura.


Noura pun terdiam di kamarnya. Saat ini dia tidak memiliki rasa apa-apa lagi. Saat ini gairah hidupnya sudah mulai hilang. Terpukul bukan kepalang, bagaimana Noura bisa melewati hari-harinya kini.


Sementara itu, di kamar Sarah. Tampak Sarah sedang merapikan rambutnya. Ia mengibas-ngibaskan rambutnya. Kemudian datang Noah yang langsung mencium lehernya.


"Hei. Katanya mau tidur dengan Noura. Kenapa kesini?" tanya Sarah.


"Tidak apa-apa aku ingin menemani istriku yang lain juga," jawab Noah sambil memeluk Sarah.


Mereka pun berlanjut di atas kasur. Tidur berdua sambil berpelukan. Noah masih sama dengan yang dulu, selalu mengelus-elus perut istrinya. Hanya saja waktu itu perut Noura, sekarang perut Sarah.


"Noura, aku mau minta tolong. Aku ada rapat, aku minta tolong jaga Sarah selama aku pergi, tapi aku akan usahakan untuk pulang cepat," kata Noah sambil memakai sepatu.


"Dia kan istri kamu, kenapa aku yang harus menjaganya?" tanya Noura.


"Dia sedang mengandung anak ku Noura. Sayangilah dia seakan anakmu juga," jawab Noah.


"Tidak! Tetap saja itu bukan anakku. Anak itu tidak ada hubungannya denganku, untuk apa aku yang mengurusinya," kata Noura.


"Sudah tidak ada waktu, aku berangkat dulu ya Noura," ujar Noah sambil mencium kening Noura.


Awalnya Noura menghindar, tapi akhirnya Noura membiarkan Noah mencium keningnya. Kemudian Noah meninggalkan rumah dengan mobil. Dan Noura kembali ke kamarnya.


Saat Noura kembali ke kamarnya. Tiba-tiba di Hpnya masuk panggilan telepon. Terdapat nomor barubyang belum disimpan sedang menelepon ke nomor Noura.


[Dalam panggilan telepon]


"Halo?" tanya Noura.

__ADS_1


"Noura, ini aku Avi Sena. Aku meminta nomor kamu dari Jihane," katanya.


"Owalah iya Vis, kenapa tidak meminta langsung?" tanya Noura.


"Aku tidak enak, aku tidak ingin mencari masalah dengan suamimu," jawab Avi Sena. Tapi Noura hanya terdiam setelah mendengar kata dari Avi Sena.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Avi Sena.


"Aku tidak tahu Vis," jawab Noura.


"Tadi malam kau ribut lagi?" tanya Avi Sena.


"Kedengaran ya? Aku usahakan kamu tidak akan mendengar hal itu ya," jawab Noura sambil membuka horden kamarnya.


"Maaf Noura, aku bukannya menghibur tapi malah mengingatkan kamu dengan masalah itu," kata Avi Sena.


"Tidak apa-apa. Tidak ada yang bisa membuatku lupa dengan permasalahan itu kok," balas Noura.


"Noura, jika kamu butuh teman mencurahkan hati dan perasaan. Aku dan Jihane bisa mendengarkan kamu kapan pun," ucap Avi Sena.


"Iya terimakasih Vis. Akan ku ingat hal itu," kata Noura.


"Maaf Noura aku harus kembali bekerja, nanti akanku telepon lagi."


"Iya Vis, terimakasih."


Tut..


[Panggilan telepon di tutup]


Setelah mendengar perkataan Avi Sena bahwa ia dan Jihane siap mendengarkan curahan hatinya, Noura menjadi sedikit tenang. Ia tahu bahwa setelah ini, kehidupan arus rumah tangganya tidak akan semulus yang lalu.


Akan ada banyak drama dan hal yang tidak biasa akan terjadi. Ia harus menjadi seorang istri yang kuat. Apapun alasan Noah yang tidak mau menceraikannya. Ia tetap harus menjadi Noura Zhafira yang kuat.


***


Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.


Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.


Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.

__ADS_1


Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.


Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..


__ADS_2