My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E36


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E36


Rasa yang dulu pernah ada


Terasa sangat manis dan indah


Hatiku menjadi penuh warna


Kini rasa itu tidak akan pernah ada lagi


Takkan jadi terasa manis lagi


Yang ada hanyalah rasa tergores yang pedih


-Noura Zhafira-


...............................


.


.


Tutt..

__ADS_1


Tutt..


Terdengar bunyi berdering dari panggilan telepon


Avi Sena sedang bingung di lobby pengadilan. Karena ia harus menghubungi Noura tapi dari tadi Noura tidak bisa dihubungi.


Avi Sena pun memutuskan untuk mengirimkan pesan suara kepada Noura.


"Noura, kamu sedang sibuk ya? Mungkin kamu lupa, seharusnya hari ini ke pengadilan karena ada dokumen dan beberapa hal yang harus kamu urus sebagai wali baru Arsya," kata Avi Sena didalam pesan suaranya.


Setelah mengirimkan pesna suara, Avi Sena menempelkan ponsel pada dagunya. Ia sedang memikirkan Noura, entah kenapa hari itu pikirannya tidak terlepas dari Noura.


"Ada apa ya? Kenapa aku terus memikirkan Noura hari ini?"


Avi Sena mengerutkan alisnya karena terus berpikir keras. Namun ia menyangkal pikirannya sendiri. Noura adalah orang yang mandiri ketika ada masalahpun Noura bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Hari ini aku kenapa? Ya Allah semoga ini bukan *****," kata Avi Sena sambil mengetukkan kepalanya pada stir mobil.


Avi Sena kembali mengerutkan alisnya. Ia masih memikirkan Noura. Avi Sena tidak bisa menahan perasaannya lagi, ia pun memutuskan untuk mampir dan melihat Noura.


"Ini bukan ***** Ya Allah, aku hanya ingin memastikan Noura saja," gumam Avi Sena.


Avi Sena menyalakan mobilnya, ia berangkat menuju kantor Noura. Ada perasaan yang tidak beres. Agar hatinya menjadi tenang, Avi Sena memutuskan untuk mengecek keadaan Noura.

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Noah, tampak berantakan. Ada banyak berkas dan barang dari kantor Noah. Semua itu adalah barang yang Noah miliki selama bekerja.


Mulai hari ini, Noah tidak akan kembali bekerja di perusahaan itu. Ia sadar bahwa akhir-akhir ini sebelum Noah dipecat, Noah tidak fokus pada pekerjaannya.


Jadi Noah bisa terima, alasan dia dipecat oleh pimpinan perusahaannya. Ketika Noah sedang beres-beres, ia tidak sengaja melihat pintu lemari yang sedikit terbuka.


Noah membuka pintu lemari itu. Banyak barang dan debu didalam lemari itu. Pandangan Noah terhenti ketika melihat suatu bingkai foto yang terbalik.


Noah bermaksud untuk membenarkan posisi bingkai foto itu. Tapi ia malah terhenti, ketika melihat foto dirinya dan Noah ketika dulu mereka liburan.


Noah menjadi terduduk, ia memandangi foto Noura yang tersenyum bahagia disaat itu. Noah memeluk foto itu begitu erat, sambil menangis pelan.


"Andai bisa memutar waktu, aku akan tetap bersama Noura. Aku tidak akan peduli apapun kekurangan Noura. Aku tidak akan tergoda dengan wanita lain. Aku.. aku.. aku," tangisan Noah terus mengalir.


Sungguh penyesalan datang di akhir. Noah terus menangisi foto Noura. Hanya sebatas foto yang bisa dijangkau Noah. Karena Noura pasti tidak akan bisa kembali padanya.


Terlalu larut dalam tangisannya, hingga pelukannya pada foto jadi lemah. Foto itu pun terjatuh, bingkai dan kacanya menjadi pecah. Noah terkejut melihat foto yang pecah.


Noah langsung membereskan pecahan kaca dan figura itu. Ketika Noah membereskan pecahan kaca itu, secara tidak sengaja ia terkena pecahan kaca kecil, yang membuatnya berdarah.


Namun Noah tidak memperdulikannya, ia masih membereskan pecahan kaca itu walaupun jarinya berdarah. Tapi Noah tidak berhati-hati saat membereskan kaca.


Darah Noah yang keluar dari luka kecilnya itu malah mengotori foto dan parahnya lagi foto yang terkena darah Noah adalah bagian wajah Noura.

__ADS_1


"Noura, kenapa seperti ini?"


Noah yang juga tidak tenang karena melihat foto wajah Noura yang terkena darah, memutuskan untuk pergi melihat Noura.


__ADS_2