
Senyumanmu yang manis
Candamu yang lucu
Tawamu yang riang
Adalah bumbu dalam kehidupanku
Tanpa kamu aku tidak dapat merasakan kehidupan
Terimakasih karena telah ada dan melengkapi hidupku.
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
"Noah, Noah." Panggil Noura ditengah malam. Dan Noah perlahan membuka mata.
"Iya sayang?" Tanyanya.
"Aku ingin makan doclang." Jawab Noura.
"Ini sudah jam 11.36. Gimana kalau besok saja kita cari doclangnya?" Tanya Noah kembali.
Noura menggeleng, ia tetap ingin makan doclang ditengah malam. Karena kasihan, Noah menuruti kemauan Noura. Ia langsung memakai jaket.
Noura pun mengikutinya, ia mengambil hijab dan jaketnya. Noah terkejut karena Noura ternyata ingin ikut. Tapi Noah juga tak tega kalau Noura di rumah sendirian.
Noah dan Noura masuk ke dalam mobil dan mereka berangkat. Ditengah malam seperti itu, Noah tidak yakin akan menemukan doclang. Tapi ia tidak mau membuat Noura sedih.
Setelah satu jam menyusuri jalan, bolak-balik. Tapi Noah dan Noura tidak menemukan doclang. Yang ada hanya ketoprak, bubur ayam, nasi goreng.
Karena tidak dapat doclang, Noura jadi bersedih. Tapi ia juga tak tega melihat Noah menyetir di waktu dini hari seperti ini.
"Ya sudah Noah, tidak apa-apa kita pulang saja, besok ayo kita cari lagi." Kata Noura sambil menarik tangan Noah.
"Kamu yakin?" Tanya Noah.
"Iya, aku ingin tidur sekarang." Jawab Noura.
__ADS_1
Akhirnya Noura dan Noah pulang ke rumah. Noah tersenyum karena Noura tidak memaksakan kehendaknya. Padahal ia tau bahwa Noura sedang ngidam.
Saat di kasur, Noura dan Noah berpelukan. Mereka menutup mata, tapi sesungguhnya tidak ada yang tidur diantara mereka.
"Noah."
"Hmmm."
"Besok pagi aku ingin makan jambu monyet." Pinta Noura.
"Iya besok pagi kita pergi mencarinya ya sekalian sama doclang juga." Kata Noah.
Noura mengangguk dan menutup matanya. Saat Noura sudah menutup matanya, Noah malah membuka matanya dan mencium hidung Noura.
Keesokan harinya
Noura dan Noah tengah sibuk merapikan diri. Sebenarnya Noah hari ini pergi kerja, tapi karena Noura meminta mencarikan jambu monyet dan doclang. Jadi hari ini dia ke kantor sebentar dan Noura ikut ke kantor.
Ting nong..
Bel pintu rumah Noura dan Noah berbunyi.
Karena Noura sedang di kamar mandi, Noah yang pergi membukakan pintunya. Saat Noah membukakan pintunya, ia langsung sinis. Ternyata yang datang adalah Avi Sena.
"Maaf, ada apa ya pagi-pagi ke rumah saya?" Tanya Noah.
"Titipkan saja pada saya Pak." Ujar Noah yang sedikit kesal.
"Eh ada Avi Sena. Ada apa pagi-pagi begini ke rumah?" Tanya Noura yang baru muncul dari kamar mandi.
"Ini ada titipan dari Jihane, katanya kamu pasti suka." Jawab Avi Sena.
"Wah jambu monyet, pas sekali aku lagi ngidam buah ini. Terimakasih ya Vis." Ungkap Noura.
"Iya sama-sama, kalau begitu aku pamit dulu, maaf kalau aku mengganggu." Kata Avi Sena yang pamit pulang.
Walaupun Avi Sena sudah pamit pulang, tatapan sinis dari Noah masih terlihat. Ia benar-benar tidak suka istrinya bergaul dengan tetangga baru itu.
"Wah bersyukur banget, kita tidak perlu keluar untuk mencari jambu Noah." Ucap Noura kegirangan.
Tapi Noah malah mengambil sekantong jambu monyet itu, lalu menyimpannya di kulkas. Perlakuan Noah itu membuat Noura bingung.
"Kenapa dimasukin ke kulkas Noah?" Tanya Noura.
__ADS_1
"Ayo kita ke kantor, aku akan terlambat kalau kita tidak segera berangkat." Ujar Noah sambil menarik tangan Noura.
Noura mengikuti Noah karena tangannha ditarik. Sebenarnya Noura sudah sadar bahwa Noah tidak suka pada Avi Sena. Tapi kenyataannya memang tidak ada yang perlu dinilai dari Avi Sena. Toh dia kan cuman tetangga biasa.
Di perjalanan, Noura menelepon ke Jihane. Ia ingin berterimakasih karena Jihane sudah mengirimkan jambu monyet. Ia juga tidak menyangka bahwa Jihane memberikannya pas disaat Noura sedang ngidam.
Dari percakapannya, Noah menguping sambil menyetir. Ia baru tahu sebuah fakta bahwa Avi Sena, tetangga baru itu adalah sepupunya Jihane, sahabat Noura.
"Noura, jambu tadi jangan kamu makan ya. Nanti aku belikan saja jambu monyet yang baru." Kata Noah.
Noura langsung tersenyum setelah mendengarnya dari Noah. Berarti tebakan Noura benar, bahwa Noah sedang cemburu.
"Kamu cemburu ya?" Tanya Noura dengan manja.
"Tidak." Jawab Noah spontan.
"Jangan bohong, mulut bisa berkata tidak tapi wajahmu mengatakan iya tuh." Balas Noura dengan canda.
"Kamu jangan sok tahu, jangan menilai hanya dari luar saja." Ujar Noah dengan nada sombong.
"Iya aku sedang menilai dari dalam juga kok." Ungkap Noura dengan melirik ke arah Noah.
"Dari dalam mana?" Tanya Noah.
"Dari dalam dompet kamu." Ujar Noura yang berbisik di telinga Noah.
Bisikan Noura membuat hati Noah bergeming. Secara spontan dia menginjak rem saat menyetir. Dan itu membuat Noura terdorong ke depan.
Wajah Noah memerah dengan ekspresi malu. Ia memegang telingannya dan menggosokkan menggunakan tangan. Lalu ia menoleh ke arah Noura. Tapi Noura malah memberikan senyuman manis.
"JA NGAN PER NAH LA KU KAN LA GI." Kata Noah sambil melototi mata Noura.
"Memangnya kenapa? Kamu itu lucu sekali sih. Ihh." Balas Noura sambil mengusal-usal pipinya Noah.
Tapi belum sempat menjawab, Noah langsung dibuat kaget oleh Noura. Tiba-tiba saja Noura mencium bibirnya secara mendadak. Dan itu tambah membuat Noah malu.
Melihat ekspresinya Noah seperti itu. Noura tambah senang, ia tertswa kegelian sambil mempraktikan ekspresi Noah. Dan Noah yang malu pun cuman bisa menginjak pedal gas agar mereka cepat di kantor.
Di kantor, Noah mempercepat segala urusannya. Semua orang di kantor tercengang dengan kedatangan Noura ke kantor. Ini pertama kalinya Noura datang ke kantor.
Setelah semua kerjaan selesai, Noah dan Noura pamit untuk pergi ke luar. Noura tidak tahu apa alasan Noah untuk bisa pulang cepat. Tapi semua orang di kantor tampak mengerti dengan keadaan mereka sekarang.
Mereka pergi meninggalkan kantor. Noah melajukan mobil nya ke sebuah mall yang letaknya tak jauh dari kantor. Di dalam mall ada sebuah food court. Jika perkiraan Noah benar, di food court akan ada yang jual doclang.
__ADS_1
Dan perkiraan Noah benar. Di food court terdapat doclang. Noura sangat senang karena akhirnya dia bisa makan doclang. Setelah makan, Noah mengajak Noura untuk ke blok buah. Karena Noah masih tidak rela Noura memakan buah bekas tangan tetangga barunya itu.
Semua keinginan Noura saat itu telah didapati. Kini saatnya mereka untuk pulang ke rumah.