
My Mistake Wedding
Episode 45
Apakah kamu benar tidak akan melupakanku?
Apakah benar kamu tidak akan mengabaikanku?
Tapi entah mengapa rasanya aku tidak percaya dengan jawabanmu
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Noura menghentikan permainan gitarnya, kemudian meletakkan gitarnya di sudut ruangan. Noura bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah pintu kamarnya.
Noura berniat untuk turun ke lantai satu dan pergi ke dapur. Jarum jam saat itu sudah menunjukkan ke angka 11.00 malam. Seharusnya Noah dan Sarah sudah tidur.
Noura membuka pintunya dan mengintip ke area sekitar. Ia hanya ingin memastikan bahwa tidak ada orang-orang yang akan membuat dia canggung.
Ketika sekiranya sudah aman, Noura pun melangkahkan kakinya keluar kamar. Ia menutup pintu kamarnya dengan sangat pelan dan hati-hati.
Hingga sampai kakinya di anak tangga terakhir, Noura masih sendirian. Kemudian dengan santainya Noura berjalan ke dapur.
__ADS_1
Glek..glek
Terdengar suara air yang ada didalam galon.
Noura duduk di kursi makan sambil memegang gelas minumnya. Ia masih memikirkan kenapa Sarah belum juga lahiran. Tetapi yang sebenarnya ia pikirkan bukanlah itu.
Yang sebenarnya Noura pikirkan adalah apakah dia siap ada kehadiran bayi didalam kehidupan rumah tangganya tapi bayi itu dari rahim wanita lain.
Noura terus saja membayangkan jika nanti bayi itu ada di rumah. Ia tidak bisa membayangkan jika nantinya Noah akan mengabaikannya dan fokus pada sang bayi.
"Hahh, bagaimana bisa aku seperti ini!" seru Noura sambil mengacak-ngacak rambutnya.
"Bagaimana apanya?" terdengar suara Noah yang tiba-tiba datang.
"Astahfirullahala'dzim bikin kaget Noah!" seru Noura.
"Kenapa Sarah belum jadi lahiran?" tanya Noura.
"Dia baru kontraksi palsu dan juga belum ada pembukaan, jadi dokter menyuruh untuk pulang dulu," jawab Noah.
"Begitu ya ternyata," ujar Noura.
"Itu yang kamu pikirkan?" tanya Noah kembali.
"Apa.. Noah apa nanti kamu akan mengabaikan aku?" tanya Noura dengan gugup.
"Kenapa aku mengabaikanmu?" tanya Noah yang tidak peka.
__ADS_1
"Maksudku, kamu akan memiliki bayi, nanti Sarah juga pasti butuh bantuanmu. Apa disaat itu kamu akan melupakanku?" tanya Noura dengan nada sendu.
"Tidak ada alasan bagi aku untuk mengabaikan kamu atau melupakanmu, sekalipun saat bayi telah lahir," jawab Noah sambil meletakkan gelas minumnya.
Noura terdiam dengan bibir yang mengerucut tanda bahwa Noura sedikit tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh Noah.
Noah melihat ekspresi Noura yang masih cemburut, memutuskan untuk berjalan mendekatinya.
"Jangan khawatir sayang," kata Noah sambil mengecup kening Noura.
Noura sedikit terkejut karena sudah lama sejak terakhir Noah mengecup kening Noura. Apalagi semenjak kehamilan Sarah, Noah jadi protektif saat Sarah hamil.
Noah pun berjalan meninggalkan Noura. Namun Noura masih duduk di kursi makan di dapur. Masih dengan ekspresi cemberutnya.
Tiba-tiba Noah menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badannya dan berjalan cepat ke arah Noura. Lalu Noah langsung mencium bibir Noura sambil memeluknya.
Noura terkejut dengan sikap tiba-tiba Noah. Tetapi tetap saja, Noura membalas ciuman hangat dari suaminya itu yang jarang sekali ia dapatkan.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
__ADS_1