My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
Basah


__ADS_3

Memegang tanganmu


Menggenggam jarimu


Kusematkan cinta dalamnya


Maka kamu menjadi milikku


Aku menjadi milikmu


Dan kita akan menyatu


-Noura Zhafira-


﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉


Pagi hari Noura telah rapi. Ia tampak lebih bersemangat dari sebelumnya. Sepertinya ia menantikan keseruan untuk liburan kali ini.


Kemarin saat berkuda, Noura tampak bahagia. Noura sudah bisa mengendalikan kudanya lebih baik. Noura dan Noah saling kejar-kejaran menggunakan kuda.


Hari ini, Noah belum memberitahukan kemana mereka akan pergi. Tapi Noura sudah berprasangka baik, kalau hari ini akan jadi menyenangkan juga.


Noura dan Noah berjalan menuju lobby hotel. Di depan lobby hotel, telah menunggu sebuah mobil. Dan Noah mengajak Noura masuk ke dalam mobil.


Setelah memakan beberapa lama waktu perjalanan. Akhirnya mereka sampai juga di sebuah bukit. Saat berada di atas bukit ini, semua orang yang mendakinya akan bisa melihat keindahan kota Bima.


"Hati-hati saat mendakinya. Pegang tanganku, agar kamu tidak susah mendakinya." Kata Noah sambil mengulurkan tangannya kepada Noura.


Noura pun menyambut dengan hangat, uluran tangan dari suaminya itu. Mendaki bukit kecil bersama yang tercinta. Sungguh indah, ditambah dengan suasana pemandangan yang cerah, lautan yang biru, rerumputan yang hijau.


Noura terduduk sejenak menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Angin yang menghembus membuat Noura menjadi rileks. Ini merupakan refresing terindah.


Noah tetap berdiri dan memasukkan tangannya ke dalam kantong. Sambil melirik ke arah Noura, ia tersenyum. Noura terlihat manis saat mengekspresikan kekagumannya.


Noura yang sedang duduk menarik tangan Noah. Tangan Noah yang ditarik membuat badan nya jatuh dan terduduk di samping Noura. Noah pun tersenyum, ia duduk di samping Noura dengan menaikan kedua lututnya.


Lalu Noura menyandarkan kepalanya di pundak Noah. Dan memejamkan matanya. Merasakan hembusan angin dan kehangatan di pundak yang tercinta.


"Aku mencintaimu Noah." Kata Noura dengan posisi memejamkan matanya.

__ADS_1


Mendengar itu, Noah sedikit terkejut. Padahal itu bukanlah yang pertama kalinya. Dan sadar Noura adalah istrinya. Seharusnya itu lah yang tidak mengejutkan. Tapi..


"Aku juga." Balas Noah.


Lalu Noah menyandarkan kepalanya di kepala Noura. Entah kenapa rasanya seperti adegan yang romantis di dalam film. Noah membiarkan Noura tertidur di pundaknya sebentar.


Hanya sebentar saja. Tiba-tiba ada suara burung yang mengagetkan. Suara itu membuat mereka terbangun. Secara spontan mereka mengangkat kepala mereka.


Mereka saling bertatapan dan lalu mereka tertawa. Karena mereka harus ke tempat lain setelah ini, mereka harus segera beranjak dari bukit itu. Noah membantu Noura bangkit dan menuruni bukit.


Tidak pernah satu kalipun Noah melepas pegangan tangannya. Dan semakin erat pula pegangan tangan Noura pada Noah.


Lalu Noura dan Noah kembali masuk ke mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka. Kali ini mereka akan ke suatu pulau.


Dan sampailah mereka di pulau tersebut. Pulau ini merupakan pulau yang indah. Pulau ini telah di kelola dengan baik. Sehingga ada banyak kegiatan yang menyenangkan bisa dilakukan di pulau ini.


Pertama, Noah ingin mencoba bermain jet ski. Noura tidak menolak tapi sebenarnya ia sedang gugup. Mereka sama-sama baru pertama kali bermain jet ski. Tapi Noah lebih menunjukkan keberaniannya.


Noah telah diajari tentang teknik dasar mengendalikan jet ski. Lalu Noah mencoba untuk mulai bermain jet ski. Ia mulai dari berkeliling 1 putaran. Dan itu membuatnya ketagihan.


Setelah puas bermain dan sekiranya sudah mampu mengendalikan dengan baik. Noah kembali ke pinggir untuk mengajak Noura. Dari tadi Noura hanya melihat Noah dari pinggir pantai.


Percikan air laut mengenai wajah Noura. Tapi ia tetap senang, karena ia bisa berlindung dibalik badan Noah. Ia bisa merasakan hangatnya tubuh Noah. Cuman itu walaupun sedang basah, tapi tubuh Noah tetap wangi.


Noura hanya bertahan 2 putaran saja. Setelah itu ia meminta Noah untuk menurunkannya. Ia sudah tidak tahan, karena tubuhnya yang basah dan terkena angin dari laut. Noura merasa pusing dan ingin muntah.


Akhirnya Noah menyelesaikan permainannya dengan jet ski. Ia mengantarkan Noura ke pinggir pantai. Ia membelikan Noura minuman dan memberikan minyak angin.


"Kamu istirahat disini dulu ya, aku mau bermain ski air habis ini." Kata Noah.


"Bukannya kita habis ski air?" Tanya Noura.


"Owh bukan, itu namanya jet ski, ski air itu pake papan seluncur lalu ditarik, jadi tidak bisa berdua." Jawab Noah.


"Owh begitu, yaudah kamu hati-hati ya. Aku tunggu disini." Balas Noura.


Noah tersenyum, lalu meninggalkan Noura. Noah tampak bersemangat saat bermain ski air. Sedangkan Noura hanya duduk di lapak warung ditemani ibu pemilik warung.


"Pengantin baru ya Mbak?" Tanya pemilik warung.

__ADS_1


"Hehe." Jawab Noura sambil tersenyum.


"Semoga cepat diberi momongan ya Mbak." Ujar pemilik warung.


"Aamin. Terimakasih Bu." Balas Noura.


Matahari telah berada di posisi tengah kepala. Hari semakin terik, Noah menyudahi permainan ski airnya. Noah kembali ke tempat Noura berada.


Setelah bilas dan berganti pakaian. Mereka pergi ke masjid untuk sholat dzuhur. Lalu mereka mencari makan.


Di tengah-tengah makan. Tiba-tiba saja Noura muntah. Noura langsung berlari mencari kamar mandi. Ia muntah tak tertahankan.


Noah pun menyusulnya ke kamar mandi. Noah memijat leher Noura. Agar Noura merasa lebih baik.


"Maafkan aku ya Noura. Kamu pasti begini karena tadi naik jet ski." Kata Noah merasa bersalah.


"Iya tidak apa-apa Noah, jangan merasa bersalah. Aku memang mudah masuk angin, aku sudah biasa seperti ini." Jawab Noura.


"Sebaiknya kita segera pulang ke hotel. Kamu harus berendam air hangat. Nanti aku panggilkan layanan spa dan relaksai dari hotel. Supaya badan kamu enakan." Kata Noah.


"Iya terserah kamu saja Noah, tapi besok kita jalan-jalan lagi kan. Aku tidak mau menyudahi liburan yang jarang kudapati ini dengan cepat." Ujar Noura.


"Haha iya iya." Balas Noah.


Setelah makan, Noah dan Noura kembali ke hotel. Sepanjang perjalanan ke hotel, Noura hanya tertidur saja. Noura adalah tipe orang yang gampang tidur.


Sesampainya di hotel, Noah memesan layanan spa dann relaksasi. Sementara Noura berendam air hangat. Ternyata layanan spa dan relaksasinya baru ada yang kosong sekitar jam 5 sore.


"Kamu serius masih ingin liburan? Apa kita mau ke dokter dulu?" Tanya Noah.


"Serius Noah, aku sungguh tidak apa-apa. Memangnya kamu tidak percaya, aku sudah biasa masuk angin, tinggal kasih saja minyak angin dan minum air jahe selesai kok." Jawab Noura.


"Tapi kalau kamu muntah terus, liburan ini menjadi tidak menyenangkan." Kata Noah.


"Percayalah, setelah spa dan relaksasi, kondisi aku akan lebih baik. Aku kan jarang mendapatkan liburan seperti ini. Kalau kita cepat pulang, aku akan cepat merasa bosan selama di rumah terus." Balas Noura.


Noah mengelus kepala Noura. Noah memijat pelan kaki Noura. Sepertinya Noura kelelahan karena mendaki bukit tadi pagi.


Padahal kegiatan liburan mereka sehabis ini masih banyak lagi. Tapi dengan kondiri Noura yang seperti ini membuat Noah ragu.

__ADS_1


__ADS_2