
My Mistake Wedding
Episode 42
Cinta sejati itu seperti apa?
Apakah kamu tahu?
Jika kamu tahu, maukah kamu mengajariku
Mengajariku tentang cinta sejati itu
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Hari demi hari terus berlalu, hingga tak terasa usia kandungan Sarah telah memasuki usia 9 bulan. Sarah dan Noah semakin sibuk mempersiapkan kehadiran sang bayi. Begitu juga dengan Noura yang sibuk dengan tanamannya.
Hanya kegiatan berkebun dan bermain gitar yang bisa mengalihkan rasa kesedihan Noura. Perasaan yang tidak tahu harus berpihak ke arah mana.
"Karena sudah selesai memberi pupuk, sebaiknya sekarang aku masuk ke dalam dan mandi," ujar Noura sambil mengambil peralatan berkebunnya.
Noura pun beranjak dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam. Saat Noura hendak masuk ke dalam, ia berpapasab dengan beberapa orang yang memakai seragam.
Ternyata mereka adalah kurir dari toko perabotan. Sepertinya Noah dan Sarah membeli sesuatu yang besar, sehingga membutuhkan kurir untuk mengantarkannya ke rumah.
Noura berjalan menuju kamarnya. Langkah Noura terhenti pada sebuah kamar yang pintunya terbuka.
"Ini kan dulu kosong," kata Noura pelan.
__ADS_1
Karena rasa penasaran, Noura membuka sedikit kamar itu. Ia terkejut melihat kamar itu. Ternyata yang dulunya ruangan kosong itu kini akan menjadi kamar bayi.
Kamar itu di cat berwarna biru muda. Penuh dengan mainan bayi, ranjang bayi, gantungan sana sini dan masih banyak lagi.
Noah dan Sarah langsung tersadarkan oleh kehadiran Noura di depan pintu. Tanpa memikirkan perasaan Noura, Sarah mengatakan sesuatu pada Noura.
"Noura, semua ini lucu bukan," kata Sarah dengan senyuman.
Noura tidak tahu harus mengeluarkan ekspresi apa. Atau harus mengatakan apa. Memang semua ini lucu karena semua ini adalah barang keperluan untuk bayi.
Noura hanya terdiam dan pergi meninggalkan kamar itu. Noah dan Sarah menjadi heran karena sikap Noura yang langsung pergi begitu saja.
Kini Noura telah berada di kamarnya. Ia menutup pintu kamarnya dan bersandar di belakang pintu kamarnya. Noura tidak merasa sedih sedalam dulu lagi. Mungkin kini hati dan perasaan Noura telah kebal terhadap Sarah dan Noah.
Dengan tatapan yang datar, Noura berjalan menuju kamar mandi. Noura membersihkan bekas tanah yang masih menempel di tangan dan kakinya.
Kemudian Noura mengguyur tubuhnya dengan air. Ia membiarkan semua air melewati setiap celah ditubuhnya. Walaupun begitu, tatapan Noura masih dalam keadaan yang datar.
Noura terus membaca Al-Qur'an hingga tidak sadar bahwa hari sudah hampir tengah hari. Akhirnya Noura menutup Al-Qur'annya dan melipat mukenanya.
Noura meletakkan alat sholatnya di rak dan menyusunnya dengan rapi. Lalu Noura merebahkan tububnya sambil bermain ponselnya.
Banyak hal yang tidak menarik di ponsel hari itu. Jadi Noura menutup kembali ponselnya. Kemudian Noura melirik ke arah rak buku yang ada di lemari kamarnya.
Noura pun memutuskan akan membaca sebuah buku. Sebuah novel romantis menjadi pilihan Noura. Sebuah judul bertuliskan cinta sejatiku dengan sampul berwarna merah muda dan terdapat motif bunga sakura.
"Sungguh indah sekali cinta sejati," kata Noura sambil membuka lembar pertama.
Lembar demi lembar Noura buka dan baca dengan penuh penghayatan. Cerita yang mendalam membuat Noura ingin terus membaca cerita itu.
Noura yang terlalu fokus, tidak menyadari bahwa Noah telah berada di depan pintu kamar Noura. Noah datang dengan gaya, bersandar pada kusen pintu dan menyilangkan kedua tangannya.
Noah tersenyum melihat Noura yang memiliki aura menyenangkan ketika membaca. Ia terlarut dalam kehangatan dan kenyamanan Noura saat membaca novel itu.
__ADS_1
"Noah! Sayang!" teriak Sarah dari kejauhan.
Noah pun terkejut dan sadar bahwa tujuannya datang ke kamar karena ingin meminta sesuatu dari Noura.
"Noura, kamu sangat fokus hingga tidak tahu aku disini," kata Noah.
"Sejak kapan kamu disana?" tanya Noura.
"1000 tahun," jawab Noah bercanda.
"Ada apa kamu kemari?" tanya Noura yang tidak menanggapi candaan Noah.
"Sarah sedang ingin makan nasi goreng, tapi dia ingin nasi goreng buatanmu," jawab Noah.
"Kenapa dia ingin nasi goreng buatanku?" tanya Noura.
"Aku juga tidak tahu, iya kan orang sedang mengidam pasti tidak jelas alasannya," jawab Noah.
"Kamu seharusnya belajar bagaimana aku memasak nasi goreng, supaya saat istrimu sedang ngidam seperti ini tidak isah menyuruhku yang memasak," ucap Noura.
"Iya lain kali aku akan belajar memasak nasi goreng," kata Noah.
"Tidak perlu lain kali, sekarang saja lakukan. Kamu yang masak, aku hanya mengarahkan," ujar Noura sambil berjalan keluar kamar.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
__ADS_1