
My Mistake Wedding
Episode 44
Apakah aku peran utama didalam kisah ini?
Tetapi mengapa rasanya itu tidak memihak padaku
Apakah aku masih berada didalam jangkauanmu?
Apa kamu masih menganggap aku ada?
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Tin..tin
Terdengar dari bunyi pintu mobil yang terkunci
Mendengar itu, Noura langsung beranjak dari sofanya dan melihat lewat jendela kamarnya. Terlihat Noah yang sedang memapah Sarah masuk ke dalam rumah.
"Kenapa mereka cepat sekali? Bayi belum lahir memang?" tanya Noura sendiri.
Setelah mereka masuk ke dalam rumah, Noura kembali duduk di sofanya dan melanjutkan membaca novel berjudul cinta sejati, yang kemarin belum selesai ia baca.
Tapi sepertinya pikiran Noura tidak tenang. Noura menghela nafas dan menutup novel yang sedang ia baca. Kini Noura sedang kebingungan.
Noura bolak balik sambil bersila tangan. Noura sedang kebingungan karena ia ingin tahu, tapi malu untuk bertanya.
"Kenapa bayinya belum lahir? Apa tadi konstraksi palsu? Apa dia sudah mengalami pembukaan?" tanya Noura.
"Aahhh aku bingung! Tidur saja," teriak Noura.
Noura pun berjalan ke ranjangnya. Ia membuka selimut dan merebahkan tubuhnya. Kini dengan tubuh yang terbungkus selimut, Noura memejamkan matanya.
Namun beberapa saat kemudian, Noura membuka matanya. Ia sama sekali tidak bisa tidur. Noura melirik ke arah jam digital yang ada disamping ranjangnya.
"Pantas saja aku belum bisa tidur, sekarang masih jam 8," kata Noura.
__ADS_1
Ia pun bangkit dari tidurnya. Noura terduduk dengan kaki menjuntai ke lantai. Noura terdiam di pinggir ranjangnya.
"Mungkin membaca buku bisa membuatku mengantuk," kata Noura yang mulai berjalan ke arah sofanya.
Noura mencari buku yang paling cocok untuk pengatar ia tidur. Noura menusuri setiap rak yang ada. Namun ia tidak bisa menentukan, buku apa yang harus ia pilih.
"Ahhh aku tidak tahu!" seru Noura sambil mengacak-acak rambutnya.
Kemudian Noura melirik ke arah gitarnya yang berada disudut ruangan. Noura pun tersenyum dan mulai berjalan ke arah gitarnya.
"Sudah lama tidak bermain gitar, mungkin beberapa lagu bisa menenangkanku," kata Noura. Kemudian ia memetik senar gitarnya.
Jrengg..
Terdengar suara gitar Noura berbunyi
🎶
Ratapanmu mengiringi kepergian kali ini
Sunggu kubenci tinggalkan tempat kita rajut mimpi
Bersabarlah sejenak
Bentangan kilometer, untukmu, 'kan kutempuh
Engkau adalah rumah, tempat yang paling indah
Di pelukanmu, Sayang, aku akan pulang
Sekantong rindu bekalku menemani perjalanan
Di kejauhan, masihkah aku hiasi benakmu?
🎶
Tiba-tiba Noura menghentikan jarinya yang sedang memetik senar gitarnya. Entah apa yang membuat Noura berhenti sejenak.
"Kenapa aku malah menyanyikan itu. Lebih baik aku nyanyikan ini saja," kata Noura sambil berubah bentuk jarinya.
🎶
Setiap ku melihatmu
__ADS_1
Ku terasa di hati
Kau punya segalanya
Yang aku impikan
Dan anganku tak henti
Bersajak tentang bayangmu
Walau kutahu
Kau tak pernah anggapku ada
Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
Walau sudah letih aku
Tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan segala rasa buatmu
Harus padam dan berakhir
🎶
Noura menghentikan petikan jarinya lada senar gitar. Ia terdiam sejenak, Noura sedang tidak memiliki keinginan pada sebuah lagu. Jadi lagu yang ia nyanyikan barusan, hanya spontan keluar dari mulutnya.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
__ADS_1