My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E17


__ADS_3

My Mustake Wedding S2 E17


Membuka lembaran baru


Akankah semudah membuka halaman baru?


Menerima hati baru


Akankah seindah hati sebelum pilu?


Aku yang bahkan tidak berani untuk mengingat masa lalu


Akankah bisa untuk berjalan maju?


-Noura Zhafira-


...............................


.


.


“Noah, mulai besok akan menjalankan tugas sebagai tutor dan pengawas senior untuk staf divisi delopment di anak perusahaan ini.”


“Anak perusahaan ini? Berarti saya harus pergi ke luar kota Pak?”


“Iya benar.”

__ADS_1


“Berapa lama program ini Pak?”


“3 Bulan. Maaf Noah, saya terpaksa memberikan tugas ini kepada kamu, karena memang tidak ada lagi yang lebih berkompeten selain kamu.”


“Tidak apa-apa Pak. Saya akan menjalankan tugas secara profesional. Kalau begitu saya permisi.”


Setelah menghadap ke direktur, Noah kembali ke ruangannya. Sebenarnya Noah sedang mengalami suasana hati yang buruk.


Disaat ia sedang memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki anak, tapi Tuhan masih berkehendak lain.


Istri yang ia harapkan tak kunjung hamil juga. Perasaan Noah campur aduk, antara sedih, kecewa dan marah.


Namun ia berusaha tidak menampakkan perasaannya ke luar. Ketika kantornya memberikan ia tugas untuk keluar kota, ia rasa itu adalah waktu yang tepat untuk menyegarkan hati dan pikirannya.


Setidaknya saat ia pulang nanti, ia sudah tidak terlalu bersedih hati. Jadi ia bisa fokus terhadap program hamil yang dijalani Noura.


Noah telah tiba di anak perusahaan kantornya. Semua orang menyambut Noah sebagai senior. Karena telah tersebar berita tentang Noah adalah orang yang paling berkompeten.


Hari pertama Noah pun di mulai. Banyak sekali staf muda dan berbakat di kantor itu. Noah tidak mengalami kesulitan sama sekali saat menjalankan tugasnya.


Semua staf karyawan juga senang dan nyaman dengan keberadaan Noah. Cara Noah mengajarkan dan membimbing sangatlah ringan.


Penjelasan Noah yang sangat mudah dimengerti, ditambah raut wajah yang terus senyum, membuat staf yang lain menjadi nyaman.


Setelah pembelajaran, Noah akan menjadi senior pengawas bagi staf delevopment di kantor itu. Maka untuk 3 bulan Noah akan bekerja disana.


Minggu pertama berlalu, Noah makin disenangi oleh para staf. Bahkan tidak sedikit pula staf yang menjadikan Noah sebagai idola barunya.

__ADS_1


Noah memiliki ketampanan yang jarang dimiliki oleh orang lain. Kulit putih bersih, hidung mancung dan mata hitam pekat, menjadi daya tarik Noah.


Setiap hari pasti Moah selalu mendapatkan perlakuan istimewa. Mulai dari ucapan selamat pagi yang terdengar seperti cari perhatian, hingga banyaknya bekal makanan dan bingkisan di meja Noah.


Noah menjadi artis lokal kantoran hanya dalam beberapa hari saja. Baik staf laki-laki maupun staf perempuan, semuanya membicarakan Noah.


Siang itu, Noah sedang berada di ruangannya, memantau kinerja para staf yang telah ia bimbing.


Tok..tok


Bunyi ketukan pintu


“Masuk.”


Masuklah seorang staf perempuan. Ia memiliki tubuh yang tinggi, kulit putih mulus dan rambut yang blonde.


“Permisi Pak Noah, saya Sarah Dewi, ini laporan tentang kinerja minggu ini Pak,” kata Sarah memberikan sejumlah map.


“Terima kasih, tapi laporannya sudah saya baca duluan. Tadi pagi sudah di infokan oleh staf yang lain melalui email,” balas Noah tanpa melihat Sarah sedikit pun.


Noah tidak berkata-kata lagi, tapi Sarah masih berdiri di tempatnya. Karena merasa terganggu, akhirnya Noah menyuruh Sarah untuk pergi.


“Silahkan kembali bekerja,” kata Noah sambil sedikit melirik ke Sarah.


Sarah menundukkan sedikit kepalanya, tanda bahwa ia pamit untuk keluar dari ruangan Noah. Sambil menahan senyum, Sarah berjalan keluar ruangan.


Mungkin ini awalan yang bagus, dia tadi sudah melirikku, walaupun sedikit. Tunggu saja, aku tidak akan menyerah hingga kamu menjadi milikku, gumam Sarah di dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2