
My Mistake Wedding S2 E27
Apakah kamu matahariku?
Yang selalu menyinari hari-hariku?
Apakah kamu bulanku?
Yang selalu menerangi malamku?
Oh..
Maaf..
Ternyata bukan
-Noura Zhafira-
..................................
.
.
Malam harinya, selesai Arsya makan bersama keluarga besarnya Noura, ia kembali ke kamarnya. Arsya memakai baju yang baru saja dibelikan oleh Noura melalui asisten rumah tangganya.
Ketika suasana rumah telah tenang, Noura mengajak keluarganya berbicara di lantai dua rumahnya. Noura masih menjaga perasaan Arsya, ketika keluarganya membicarakannya.
__ADS_1
"Jadi Pak, Bu. Arsya itu adalah anak Noah dan Sarah," kata Noura tanpa basa-basi.
"Apa?!" semua orang terkejut mendengar perkataan Noura.
"Kenapa bisa dia ada di kamu Noura?"
"Nanti kalau Noah marah dan mencarimu, bagaimana?"
"Iya, semuanya dengarkan Noura dulu. Awalnya Noura bertemu dengan Arsya di taman bunga. Saat pertama kali bertemu, Noura tidak tahu kalau Arsya adalah anak Noah dan Sarah."
"Sampai suatu hari, Arsya datang kembali ke taman bunga bersama Avi Sena. Noura juga terkejut saat melihatnya. Bagaimana bisa Avi Sena dan Arsya bersama, Bagaimana mereka saling kenal. Dan hari itu Avi Sena cerita bahwa Arsya anak Noah dan Sarah."
"Avi Sena juga cerita, bahwa Noah dan Sarah jarang memerhatikan Arsya. Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing dan sibuj bertengkar."
"Tapi Avi Sena juga menceritakan runor yang bereder di sekitaran para tetangga, bahwa Arsya dan Noah bukan anak dan Papa kandung. Katanya, karena tidak ada kemiripan wajah dan fisik diantara mereka."
Bapak, Ibu dan Naomi yang mendengarnya langsung menghela nafas. Sejenak semua orang terdiam setelah mendengar cerita Noura.
"Kamu percaya dengan apa yang anak itu katakan?" tanya Bapaknya Noura.
"Aku... Aku tidak tahu. Aku hanya merasa tidak mempunyai hak untuk tahu, percaya atau bahkan ikut campur urusan mereka," jawab Noura.
"Itu kamu tahu, kenapa kamu masih bawa anak itu kesini?!" seru Ibu nya Noura.
"Aku tidak tega Ibu. Kata Avi Sena, Arsya sangat mengidolakan Noura. Setiap bertemu dengan Avi Sena, Arsya selalu membicarakan Noura," balas Noura.
"Noura, kami itu hanya tidak ingin kamu disakiti lagi. Selama 7 tahun ini sudah benar, kamu tidak berhubungan lagi dengan mereka," ucap Ibunya Noura kembali.
__ADS_1
"Iya Bu, Noura juga mengerti. Tapi sepertinya Noah juga tidak tahu kalau Arsya sudah bertemu dengan Noura," kata Noura.
"Kakak yakin? Aku sih tidak bisa percaya," sambung Naomi.
"Aku bakal tanya Avi Sena dulu kepastiannya bagaimana, baru setelah itu aku bisa memutuskan jalan keluarnya," kata Noura.
"Iya terserah kamu, yang penting Bapak dan Ibu tidak mau kalau kamu sampai tertindas lagi," ucap Bapaknya Noura.
"Iya Bapak."
Setelah membicaraan itu, seluruh keluarga Noura pergi ke kamarnya masing-masing. Begitu pun juga dengan Noura, ia kembali ke kamarnya.
Di kamarnya, Noura masih memegang ponselnya. Ia masih belum yakin sepenuhnya, apakah tidak apa-apa jika ia membantu Arsya?
"Baiklah, aku akan menelepon Avi Sena terlebih dahulu," ucap Noura.
Noura langsung membuka ponselnya, ia mencari kontak Avi Sena. Noura memencet gambar telepon hijau dan tanpa menunggu lama Avi Sena langsung mengangkatnya.
"Assalammualaikum Vis," kata Noura mengucapkan salam dalam panggilan telepon.
"Waalaikum salam, Noura apa Arsya ada bersamamu sekarang?" tanya Avi Sena.
"Iya dia bersamaku sekarang. Vis, sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Noura.
"Aku baru tau juga karena lembur. Tapi orang-orang komplek sedikit heboh, katanya Noah mengusir Sarah dan Arsya," jawab Avi Sena.
"Apa?!"
__ADS_1