My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E3


__ADS_3

My Mistake Wedding


S2 E3


Cerita yang tersembunyi


Tidak akan bisa selamanya tidak diketahui


Biarpun kamu pandai bersandiwara


Suatu saat cerita itu pasti akan muncul juga


-Noura Zhafira-


.............................................


.


.


Jezz..


Tin..


Terdengar suara bis berhenti di depan sebuah gerbang perumahan.


Terlihat Arsya yang baru saja turun dari bis sekolahnya. Menyandang tas berwarna biru dan memakai seragam sekolah yang kotor karena ia terjatuh di taman bunga.


"Eh Arsya, baru pulang?" tanya satpam perumahannya.


"Iya pak, habis karya wisata ke taman bunga," jawab Arsya sambil berjalan meninggalkan pos satpam.


Arsya berjalan meninggalkan pos satpam menuju ke rumahnya. Dengan pakaian yang lusuh dan kotor, Arsya malah tampak seperti orang yang baru pulang dari hutan.


Sesampainya di depan rumah, Arsya tampak ragu. Arsya menghela nafas sembari membuka sepatunya dan maju perlahan.

__ADS_1


Ketika Arsya mulai memegang ganggang pintu, ia terdiam. Arsya mendengar suara Papa dan Mamanya yang sedang bertengkar.


“Kamu itu maunya ini itu, kamu pikir gampang mencari uang!”


“Itu sudah kewajiban kamu, aku itu istri kamu!”


“Dibandingkan kamu, Noura lebih baik!”


“Noura terus Noura terus ! Kamu itu selalu memandingkan aku dengan Noura.”


Noura ? apa maksud Mama Ibu Noura pemilik taman bunga tadi? Ucap Arsya di dalam hatinya.


“Sudahlah, memang tidak ada habisnya.”


Arsya melihat Noah berjalan menuju pintu keluar, dengan spontan Arsya berlari menjauh dari rumah.


Arsya berlari ke pos satpam dan langsung membuat pak satpam kebingungan dengan kedatangan Arsya.


“Lho Arsya, kenapa?”


Beberapa menit kemudian Noah keluar dengan mobilnya. Saat itu lah pak satpam mengerti apa yang telah terjadi.


Pak satpam dan tetangga Noah telah mengetahui bahwa keluarga Noah sering terjadi pertengkaran. Bahkan dari awal Noah menikah dulu.


Jadi mereka telah memahami bagaimana perasaan yang dirasakan oleh Arsya, anak dari Noah.


“Papa kamu sudah lewat,” kata pak satpam.


Arsya perlahan keluar dengan ekspresi sedih dan sedikit malu. Pak satpam memberikan kursi agar Arsya bisa duduk.


“Pak saya menginap disini saja ya malam ini,” pinta Arsya.


“Lho kenapa Sya, disini dingin dan banyak nyamuk juga,” balas pak satpam.


“Pak lebih dingin rumah Arsya, dinginnya sampai ke dalam hati,” ucap Arsya dengan nada dendu.

__ADS_1


Mendengar nada suara dari Arsya sendu, membuat pak satpam mengelus kepalanya dan merangkul dalam dekapannya.


“Sabar ya Nak, pasti akan indah suatu saat,” kata pak satpam.


“Kapan Pak? Rasanya saya ingin tinggal tempat lain saja,” balas Arsya.


“Kenapa tidak tinggal di tempat Bu Noura saja?” tanya pak satpam.


Mendengar nama Noura dari pak satpam, membuat Arsya tersentak. Karena ia juga mendengar nama Noura dari Mamanya juga.


“Noura siapa Pak?”


“Itu istri Papamu dulu, tapi kamu bukan anaknya. Dulu Bu Noura keguguran, terus Papa kamu menikah lagi dengan Mamamu,” jawab pak satpam.


Mendengar jawaban dari pak satpam, membuat mata Arsya terbelangak. Ia tidak menyangka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh pak satpam.


“Jadi Papa dulu pernah menikah sebelum menikah sama Mama?”


“Iya, itu sudah lama, sebelum kamu lahir. Terkadang bapak memikirkan mungkin kamu itu anaknya Bu Noura. Soalnya mau dilihat dari mana pun kamu tidak mirip Bu Sarah dan Pak Noah.”


“Dimana Ibu Noura itu tinggal sekarang Pak?”


“Tidak tahu, tapi akhir-akhir ini Bu Noura sering muncul di tv.”


Arsya semakin yakin dengan yang ia pikirkan. Bahwa Noura yang terkenal itu, Noura yang menolong dia tadi dan Noura yang dulu menjadi istri Papanya adalah orang yang sama.


Untuk memastikannya kembali, Arsya mengambil ponselnya. Ia bermaksud untuk mencari gambar atau foto Noura di internet.


“Yang ini bukan orangnya Pak?” tanya Arsya.


“Iya betul, yang itu,” jawab Pak Satpam.


Dengan wajah datar tanpa ekspresi, langsung berdiri dan pergi meninggalkan pos satpam.


Sikap Arsya membuat pak satpam kembali kebingungan. Namun mau bagaimana pun ia tetap kasihan terhadap Arsya.

__ADS_1


Seorang anak laki-laki kecil yang harus belajar untuk menjadi kuat, bahkan saat berada di rumah.


__ADS_2