My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E23


__ADS_3

My Mistake Wedding S2E23


Apakah percaya akan adanya karma?


Aku tidak tahu


Apakah sebenarnya karma itu benar-benar ada atau tidak


Yang aku tahu,


Tuhan tidak akan tinggal diam disaat aku merasa tersakiti


Pasti suatu saat Tuhan akan memberikan hal yang serupa


Dengan cara yang berbeda


-Noura Zhafira-


..................................


.


.


"Terimakasih atas bantuannya."

__ADS_1


Noah menjabat tangan Kakaknya Rani, atas bantuannya dengan mempermudah proses administrasi uji tes DNA.


Noah pamit pulang, setelah itu Noah yang berjalan cepat sambil membawa amplop besar yang berisikan hasil tes uji DNA.


Noah langsung masuk ke dalam mobil. Ia memparkirkan mobilnya di area basement. Ia terdiam sambil menyandarkan kepalanya di stir mobil.


Saat ini ia sedang berdebar karena gugup. Apapun hasilnya, seharusnya Noah sudah menyiapkan mentalnya. Ia juga tidak tahu apa yang akan ia lakukan jika nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.


Noah menarik nafas dengan sangat dalam, lalu membuangnya. Ia membuka matanya dan melirik ke arah amplop besar.


"Bismillahirahmanirahim," ucap Noah dengan pelan.


Perlahan Noah mulai membuka amplop. Ditariknya kertas yang ada didalam amplop itu. Terlihat nama Noah sebagai terduga ayah dan nama Arsya sebagai terduga anak.


Kini Noah telah menarik sepenuhnya kertas yang ada didalam amplop itu. Noah membaca dengan cepat semua yang tertulis didalam kertas.


Dengan dapat disimpulkan bahwa probabilitas Noah sebagai ayah biologis dari Arsya adalah 0%. Oleh karena itu, Noah sebagai terduga ayah dapat disingkirkan dari kemungkinan sebagai ayah biologis Arsya.


Mata Noah berhenti pada tanda titik. Membuktikan bahwa ia telah selesai membaca. Noah memasukkan kembali kertas ke dalam amplop itu.


Lalu ia kembali menyandarkan kepalanya di stir mobil. Kini telah terkuak fakta bahwa Arsya memang bukan anak Noah.


Tanpa sadar, Noah meneteskan airmatanya. Ia menangis dengan tatapan ke bawah. Air mata yang terus mengalir bagaikan keran air yang telah patah.


"Aku tunggu dia! Aku sayangi dia! Aku cintai dia! Tapi kenapa malah seperti ini jadinya," teriak Noah di dalam mobil.

__ADS_1


Tttiiinnnn...


Terdengar bunyi klakson mobil


Noah terkejut karena ada mobil yang membunyikan klakson padanya. Ternyata Noah salah memposisikan mobilnya.


Setelah menggeserkan mobilnya, Noah merogoh kantong jasnya. Ia menemukan apa yang sedang ia cari, yaitu ponselnya.


Noah berniat menelepon Sarah. Tidak lama ia mencari, langsung menemukan kontak Sarah. Noah pun memencet gambar telepon pada kontak Sarah.


Beberapa detik Noah menunggu panggilannya berubah dari memanggil menjadi berdering. Sarah telah mengangkat teleponnya, tapi Noah masih diam dalam teleponnya.


"Halo, Noah ada apa?" tanya Sarah dalam panggilan telepon.


Noah masih belum menjawab. Masih berat bagi Noah untuk menerima kenyataan ini. Tetapi Noah mencoba untuk tenang dan mulai berbicara.


"Jangan kemana-mana dan tunggu aku di rumah," kata Noah dengan singkat dan tegas.


Noah langsung menyalakan mesin mobilnya. Ia menginjak gas dan pergi meninggalkan parkiran basement rumah sakit.


Tidak sampai sejam, perjalanan Noah dari rumah sakit menuju rumahnya. Ia bergegas turun dari mobil dan masuk ke rumah.


Disaat Noah akan membuka pintu, dengan waktu yang bersamaan, Sarah juga membuka pintu. Noah sedikit terkejut karena melihat Sarah berpakaian rapi.


"Mau kemana kamu?!" tanya Noah dengan nada membentak.

__ADS_1


"Aku hanya pergi keluar sebentar. Kenapa kamu pulang dengan marah-marah? Lagipula hari ini kamu tidak bekerja?" tanya Sarah kembali.


__ADS_2