
My Mistake Wedding
Episode 34
Bolehkah aku protes untuk hal ini?
Bukankah seharusnya aku menjadi tokoh utamannya?
Bukankah seharusnya acara itu untukku?
Mengaka kau gantikan peranku dengan orang lain?
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
"Lho ini siapa?" terdengar suara seorang wanita parubaya di belakang Noura.
Noura pun membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang berbicara. Seorang wanita tua dengan rambut yang dipenuhi uban sedang berhadapan dengan Noura.
Noura memberikan senyumannya kepada wanita tua itu. Ia perkirakan wanita itu adalah Ibunya Sarah. Tidak ada Noah atau pun Sarah di dapur. Jadi Noura sedikit kesulitan untuk memperkenalkan diri.
Apa aku harus memperkenalkan diri? Halo Ibu, aku Noura istri pertama Noah. Ah seperti aku bangga saja mendapatkan gelar istri pertama. Jadi bagaimana? Apa aku harus berdiam diri saja dan tidak mengatakan apa-apa? Tanya Noura di dalam hatinya.
__ADS_1
"Saya Noura Bu," akhirnya Noura memilih untuk memperkenalkan dirinya. Karena ia tidak mau dianggap sebagai orang tidak memiliki sopan santun.
Ibu itu tersenyum. Sebuah reaksi tidak terduga. Noura kira, Ibunya Sarah akan bersikap sinis atau dingin terhadap dirinya. Ternyata tidak ia malah tersenyum. Dan Noura lega akan hal itu.
"Saya permisi dulu Bu," kata Noura sambil meninggalkan Ibunya Sarah.
Noura pergi menuju ke kamarnya. Karena Noura tidak memiliki andil dalam acara nya. Rasanya Noura ingin menghilang saja.
Kemudian Noura mencari ponselnya. Ja ingin meminta pendapat dari Ibunya. Sikap apa yang seharusnya ia ambil dalam situasi ini.
Noura dalam panggilan telepon
"Ibu, Assalammualaikum," kata Noura mengucapkan salam.
"Waalaikum salam. Iya nak," jawab Ibunya.
"Noura harus bagaimana Ibu? Noura tidak tahu harus apa?" tanya Noura.
"Besok adalah 7 bulanan Sarah Bu. Noura harus bagaimana? Apa Noura harus pergi besok ? Atau Noura tetap disini?" tanya Noura kepada Ibunya.
"Kondisi yang menyulitkan. Bentang sajadah dan sujudlah Nak. Berdoa minta tunjukkan sikap apa yang sebaiknya kamu ambil," jawab Ibunya.
"Tapi Noura takut salah ambil langlah Bu,"
"Tidak ada yang salah Nak, jika itu dari Allah."
Perkataan dari Ibunya membuat Noura tersadarkan. Benar, seharusnya Noura meyakini bahwa Allah lah yang maha pemberi. Pasti Allah tidak akan memberikan sesuatu yang salah kepada hamba-Nya.
__ADS_1
Setelah melakukan panggilan telepon kepada Ibunya. Noura mengambil air wudhu dan melakukan sholat. Memang sudah waktunya pula, sholat maghrib dilaksanakan.
Setelah sholat maghrib, Noura langsung membuka Al-Qur'annya. Ia mengaji dengan khusyuk dan tenang. Ayat demi Ayat Noira lantunkan dengan tenang dan pelan.
Setelah selesai, Noura menutup kembali Alh-Qur'annya. Ia kini sudah menemukan jawabannya. Besok Noura akan tetap hadir di acara 7 bulanan Sarah.
Semoga keputusanku sudah benar. Semoga saja besok tidak terjadi apa-apa. Kata Noura di dalam hatinya.
Tok..tok..
Suara pintu di ketuk.
Noura langsung bangkit dari duduknya dan merapihkan bekas ia sholat. Kemudian Noura berjalan untuk membukakan pintu kamarnya.
Saat ia membukakan pintu kamarnya. Tampak Ibunya Sarah ada di depan pintu kamarnya. Noura pun memberikan senyuman kepada Ibunya Sarah.
"Ibu boleh menumpang sholat disini? Soalnya dikamar sholatnya ramai sekali," tanya Ibu nya Sarah.
"Tentu saja boleh Ibu," jawab Noura.
***
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
__ADS_1
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..