
My Mistake Wedding
Episod 21
Tangis dan haru
Selalu bisa berlalu
Jika sudah waktunya tiba
Aku takkan ragu lagi
Semuanya yang Dia berikan padaku
Akan ku jaga selalu
-Noura Zhafira-
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
.
.
Sudah seminggu setelah Noura keluar dari rumah sakit. Hari-hari Noura lewati dengan penuh suram. Noura banyak melamun, terkadang menangis memegang perut.
Noah sungguh tidak tega, Noura sangat bahagia saat tahu bahwa ia hamil. Tapi kini telah berubah, Noah juga ikut berubah. Noah kembali menjadi dingin sama seperti ia awal menikah. Keadaan menjadi seperti itu hingga Noura selesai nifas.
Di saat hari pertamanya suci dari nifas. Noura mulai sedikit berubah. Ia mulai sering tersenyum kembali. Bahkan ia sesekali keluar rumah dan berkeliling. Banyak temam-teman Noura yang memberi dukungan kepada Noura.
Pagi itu, Noura menghampiri Noah yang sedang sarapan. Noura yang sudah rapi berdandan. Noah terkejut karena pagi-pagi Noura sudah rapi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Noah.
"Noah, antarkan aku ke makam anak kita. Aku ingin mendoakannya." Jawab Noura.
Noah pun mengangguk dan pergi ke kamar untuk berganti baju. 10 menit kemudian Noah keluar. Tapi tidak ia sangka bahwa Noura sedang menerima tamu.
__ADS_1
"Kamu serius engga apa-apa? Aku baca dari grup katanya kondisi kamu parah."
Ternyata itu Avi Sena, tetangga Noah dan Noura. Ia baru tahu bahwa Noura mengalami keguguran. Selama ini ia sedang pergi untuk mengurus perusahaan cabang di luar kota.
Saat tahu bahwa Noura keguguran, Avi Sena langsung pulang ke rumah. Memang sudah tidak ada hubungan lagi. Tapi tetap saja Avi Sena khawatir pada keadaan Noura.
Melihat kekhawatiran Avi Sena kepada Noura, membuat api cemburu Noah bangkit. Ia menghampiri Avi Sena dan langsung menarik kerah baju Avi Sena.
"Apa yang sudah kamu kasih ke istriku? Sejak ia makan bungkusan dari kamu, istriku menjadi kesakitan dan kini kami telah kehilangan anak kami." Kata Noah yang marah.
"Kamu kira aku melakukannya? Itu hanya jambu biasa, dan juga itu bukan dariku, itu dari sepupuku yang juga sahabatnya Noura." Balas Avi Sena.
"Noah sudah Noah, itu bukan karena Avi Sena. Sudah ku mohon sudah Noah." Kata Noura yang mencoba meleraikan Noah dan Avi Sena.
"Kamu mencoba membelanya disaat suamimu sedang membela kamu." Kata Noah yang menjadi marah ke Noura.
"Tidak bukan seperti itu, ku mohon, aku ingin ke makam sekarang Noah." Ujar Noura yang hampir menangis.
Akhirnya Noah melepaskan cengkramannya dari kerah baju Avi Sena. Lalu Noah meninggalkan tempat dan berjalan menuju mobilnya.
"Aku harus pergi, sebaiknya kamu juga pulang Avis." Kata Noura.
Setelah sejam perjalanan, akhinya Noura dan Noah tiba di makam anaknya. Kini kesedihan Noura sudah berkurang. Ia sudah lebih tegar daripada sebelumnya.
Kemudian Noura membersihkam makam anaknya dan menyiramnya dengan air. Setelah itu Noura mulai membacakan surah Yasin.
Setengah jam berada di makam. Noah mengajak Noura untuk pulang. Ia tiba-tiba saja harus datang ke meeting yang di adakan di luar kantor.
Karena Noura sedang tidak ingin di rumah sendirian, jadi Noura meminta agar Noah mengantarkannya ke rumah orangtua Noura. Dan Noah pun menyetujuinya.
"Assalammualaikum Ibu." Kata Noura.
"Waalaikum salam, wah dari mana ini?" Tanya Ibunya Noura.
"Habis dari makam ibu. Noah sedang ada kerjaan di weekend ibu, jadi Noah pamit dulu." Kata Noura menjelaskan.
"Iya Bu, saya tidak bisa lama, nanti saya akan kembali menjemput Noura." Sambung Noah sambil mencium tangan. Kemudian Noah pun meninggalkan rumah mertuanya.
__ADS_1
Setelah Noah pergi, Noura masuk ke kamarnya. Kamarnya menjadi dingin karena sudah lama tidak di tinggali. Noura pun meletakkan barangnya di kamar.
"Kakak pulang, wah senangnya." Kata Naomi, adiknya Noura.
Naomi pun memeluk Kakaknya. Noura dan Naomi memiliki jarak umur 7 tahun. Tapi Naomi sangat manja kepada Noura.
Karena hari ini Noura pulang. Ibu Noura akan memasak masakan kesukaan Noura. Semua orang di rumah Noura kini memanjakan Noura.
Sehabis makan, Noura dan keluarganya menonton acara komedi di TV. Sambil mengelus-elus kepala Noura, ibunya berpesan bahwa setelah ini bisa konsultasi kandungan.
"Memangnya masih bisa Bu?" Tanya Noura.
"Bisa lah, kamu kan bukan mandul. Cuman belum aja rezeki. Nanti ibu belikan juga buah-buahan yang bagus untuk promil. Tapi nanti saja, sekaeang kamu istirahat dulu." Jawab Ibunya.
Saat malam hari sehabis Isya, Noah datang menjemput Noura. Dan mereka pun pamit pulang. Di mobil Noura dan Noah sama-sama hening.
"Bagaimana pekerjaan kamu Noah?" Tanya Noura.
"Sudah selesai semuanya." Jawab Noah.
"Maafkan aku ya Noah. Seharusnya kita masih dengan anak kita." Kata Noura.
"Sudahlah itu sudah kehendak Allah, kita tidak bisa mengelaknya Noura." Jawab Noura sambil mengelus kepala Noura.
"Mungkin dalam waktu dekat aku akan program hamil lagi Noah." Kata Noura.
"Jangan terlalu memaksakan dulu ya. Kamu kan baru pulih." Ujar Noah.
"Iya aku sudah tidak apa-apa kok." Ucap Noura.
﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉﹉
Assalammualaikum. Salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya aku ingin berterimakasih untuk kamu yang sudah mampir dan meluangkan waktunya untuk membaca My Mistake Wedding.
Tetap dukung author ya dengan like, love, komen dan vote. Karena dengan begitu nyata feedback dari pembaca akan menambah semangat author untuk terus mengembangkan cerita My Mistake Wedding.
__ADS_1
Dan juga silahkan mampir ke cerita pertama author judulnya, Hujan Dalam Kereta.
Silahkan tinggalkan jejak disana ya. Terimakasih..