My Mistake Wedding

My Mistake Wedding
S2 E33


__ADS_3

My Mistake Wedding S2 E33


Cinta seharusnya bisa kembali ke hati yang tepat


Mau bagaimanapun


Mau seperti apapun


Mau sesulit apapun


Cinta akan tetap kembali ke hati pemiliknya


-Noura Zhafira-


.................................


.


.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Noura sambil memegang tangan Arsya.


"Kata dokter tekanannya hampir menutup jalan nafas dia. Tapi Noura luka fisik ini bisa di sembuhkan, luka batin yang susah. Bagaimana pun ibu kandungnya sendiri hampir membunuhnya, aku rasa tidak aman jika dia kembali ke orang tuanya," ucap Avi Sena.


"Iya aku sudah memikirkan jalan baiknya. Aku akan ambil alih Arsya, tapi aku tetap tidak bisa menempatkan Arsya di rumahku. Aku akan memberi dia beasiswa penuh di sekolah asrama yang aku sponsori. Sekolah itu ada dari SD hingga SMA. Jadi Arsya bisa pindah kesana," kata Noura sambil menatap Arsya yang terbaring di kasur.


"Jika kamu memerlukan bantuanku, katakan saja," ungkap Avi Sena.


Noura menganggukkan kepalanya. Kini mereka berdua menunggu Arsya sadar dan keadaannya membaik.


Keesokan harinya

__ADS_1


Di kantor Noah sedang heboh tentang pengumuman orang-orang yang akan di PHK. Kabarnya pengumuman itu akan diberitahu setelah jam makan siang.


Ditengah kehebohan dan ketidaktenangan semua orang, Sarah datang ke bagian resepsionis untuk bertemu dengan Noah.


"Ada perlu apa ya Bu?" tanya resepsionis.


"Saya ingin bertemu dengan Pak Noah," jawab Sarah.


"Maaf Bu, sekarang tidak bisa. Saat ini kantor sedang ada urusan yang tidak bisa diganggu," kata resepsionis.


Sarah tampak kesal mendengar jawaban dari resepsionis itu. Ia mengencangkan pegangannya pada tas.


"Saya tidak peduli pada keadaan perusahaan sekarang. Panggilkan Noah sekarang!" bentak Sarah pada resepsionis.


"Tidak bisa Bu. Sekuriti tolong bawa Ibu ini," kata resepsionis.


"Tinggal panggilkan saja Noah, apa susahnya!" Sarah yang kembali membentak.


"Ada apa ini?" tanya seorang laki-laki yang datang dari arah belakang Sarah.


Sarah membalikkan badannya. Terlihat seorang paruhbaya yang berpenampilan rapi dengan jas dan dasi.


"Pak direktur, ibu ini memaksa ingin bertemu dengan Pak Noah," kata resepsionis.


"Ya sudah panggil Noah kesini sekarang," kata direktur.


Resepsionis langsung menganggukkan kepalanya dan pergi menuju ruangan Noah. Beberapa menit kemudian, Noah datang dengan aura dan ekspresi yang masam.


"Ada apa pak direktur?" tanya Noah.


"Istrimu membuat keributan disini, kebetulan saya juga memang ingin memberikan kamu surat ini," kata pak direktur sambil menempelkan amplop pada dada Noah.

__ADS_1


"Surat apa ini Pak?" tanya Noah dengan kebingungan.


"Surat pindah tugas kamu. Mulai sekarang tugas kamu mengurusi istri kamu yang bikin ribut ini dan jangan lupa kemasi barang kamu yang ada di ruangan kamu," jawab direktur.


Setelah mengatakan itu, Direktur berjalan meninggalkan Noah dan Sarah yang masih ada di lobby. Namun Noah masih syok dan tidak terima dengan keputusan direkturnya.


"Pak dengan semua loyalitas saya selama ini, saya sudah bertahun-tahun disini Pak, kemampuan saya juga bukan yang biasa, lalu kenapa Pak?" tanya Noah yang mengejar direkturnya.


"Iya saya tau kemampuan kamu, makanya saya doakan semoga ada perusahaan lain yang siap dengan kemampuan dan segala drama kehidupan kamu," jawab direktur.


Lalu direktur benar-benar pergi meninggalkan Noah. Syok dan kecewa berat, hingga Noah kehilangan keseimbangan tubuhnya.


Untungnya Sarah berjalan mengikutinya. Melihat Noah yang hampir pingsan, Sarah langaung meraihnya.


Sarah mendudukkan Noah di sebuah kursi yang ada di lorong itu. Noah membungkuk dengan perasaan yang sedih. Sarah sedikit merasa canggung karena Noah baru saja dipecat didepannya.


"Noah, tidak apa," kata Sarah yang mencoba menghibur Noah sambil mengelus pundak Noah.


Noah menghempaskan tangan Sarah yang sedang mengelus dirinya. Noah bangkit dari duduknya dan kini dirinya dipenuhi oleh rasa amarah.


"Ini semua gara-gara kamu! Kita sudah tidak ada urusannya lagi! Untuk apa kamu mencariku! Karena kamu, aku dipecat! Dasar wanita tidak tahu diri!" bentak Noah sambil menunjuk-nunjuk Sarah.


"Noah, aku tahu kamu sedih karena habis dipecat, tapi aku yakin kamu masih mencintaiku," ucap Sarah.


Ptasss...


Suara tamparan pipi dari Noah kepada Sarah


"Sungguh tidak tahu diri kamu! Semuanya ini karena kamu, masih berani kamu menyebutku mencintaimu! Jangan mimpi!" bentak Noah kembali.


"Maaf Pak Bu, tolong jangan ribut di area kantor ini. Silahkan selesaikan di luar kantor," kata satpam yang datang tiba-tiba.

__ADS_1


Sarah yang masih memegang pipinya, akibat tamparan dari Noah tadi. Ia tak dapat menahan tangis dan pergi dengan perasaan hancur.


__ADS_2