
Puas melepas rindu. Micheline ingin mengajak Cookie jalan-jalan. Ia berinisiatif mengajak Keily bersamanya. Micheline memalingkan wajahnya, ia memanggil Keily dan meminta Keily memilih kudanya.
"Kei..." panggil Micheline.
"Ya?" jawab Keily menatap Micheline.
"Ingin berkuda denganku?" ajak Micheline.
Keily tersenyum senang, "Mau, Kak. Mau," jawab Keily girang. Keily sangat senang.
"Pilihlah kudamu. Oh, ya. Jason. Kau ikut kami, temani Keily memilih kudanya."
"Baik, Nona. Silakan," kata Jason mempersilakan Keily memilih kuda yang akan diajak berkuda.
"Ya," jawab Keily bersemangat. Ia segera berjalan mencari kuda yang cocok didampingi Jason.
Micheline menatap Cahrlie dan Hansel, "Kalian mendapatkan pelatihan ringan. Kau, Hans. Kau harus melemaskan ototmu. Dan kau, Charlie. Karena kau sedng stres, aku akan beri kau hiburan. Jesslyn..." panggil Micheline mendekati Jesslyn.
"Ya?" jawab Jesslyn lembut.
"Awasi mereka berdua untukku. Mereka akan aku tugaskan membersihkan kandang Cookie. Jangan biarlkan mereka lengah sedetikpun. Dan, kau bisa mengajak memereka untuk berkeliling memeriksa kuda-kuda yang lain. Memberi makan kuda, memandikan kuda atau apapun itu. Asalkan tubuh mereka bergerak dan tidak diam mematung. Kau bisa kan?"
Jesslyn sedikit terkejut, "Ah, baiklah. Saya akan lakukan sesuai permintaan, Nona. Jangan khawatir," jawab Micheline.
Mendengar pernyataan Micheline. Hansel dan Charlie kaget. Pelatihan ringan yang dimaksud Micheline adalah pekerjaan kasar mengurusi kuda. Termasuk memberi makan, dan membersihkan kandang kuda.
"Apa kau gila?" sahut Charlie merasa keberatan.
Micheline tersenyum, "Sejak kapan aku tidak gila?" jawab Micheline santai.
"Aku bukan pekerja kasar," keluh Charlie lagi.
"Kalian adalah budakku. Nyawa kalian ada dalam gengamanku. Kalian menolak aku akan langsung memotong gaji dan bonus kalian. Kalian mau menjadi office boy atau cleaning service di kantor? jika ingin tidak masalah, silakan saja menolak. Selamat mendapat pekerjaan baru jika kalain menolak," jelas Mucheline.
"Hah, kau ini memang iblis betina. Menyebalkan," keluh Charlie.
"Kau kesatria iblis nomor satu, Charlie. Bukankan itu seru," Jawab Michelinel lagi.
Hansel hanya diam. Ia sebenarnya ingin menolak, tetapi ia tahu keputusan Micheline tidak bisa diubah oleh siapapun tanpa terkecuali. Charlie yang merupakan tangan kanannya saja tidak bisa berbuat apa-apa meski sudah membantah terang-terangan. Jesslyn yang mendengar perselisihan Charlie dan Micheline hanya tertawa. Meski sempat terkejut, tetapi Jesslyn tahu jika Micheline punya alasannya sendiri.
__ADS_1
Micheline membuka pintu kandang milik Cookie dan memabawa Cookie keluar dari kandang. Ia segera pergi meninggalkam Hansel, Charlie dan Jesslyn.
Disisi lain, Jesslyn, Hansel dan Charlie masih berdiri diam di tempat. Jesslyn merasa canggung. Ini pertama kalinya ia diminta mengawasi orang selain pekerja harian yang bertuhas mengurusi kuda-kuda milik Micheline. Terlebih lagi bagi Jesslyn, pasti kedua orang di hadapannya tidak atau bahakan belum pernah melakukan pekerjaan kasar sepertinya dan Adiknya.
"Apa yang harus kita lakukan, Nona?" tanya Hansel.
Jesslyn menatap Hansel, "Oh, kita bisa langsung membersihkan kandang Cookie. Siapa diantara kalian yang ingin membersihkannya?" tanya Jesslyn.
"Biar aku saja," jawab Hansel.
"Baiklah, jika seperti itu. Lalu Tuan ingin membersihkan bersama atau terpisah?" tawar Jesslyn menatap Charlie.
Charlie mengernyitkan dahi, "Terpisah. Bawa aku ke kandang yang tidak banyak kotorannya," jawab Charlie.
Jesslyn kaget, "Tidak banyak kotoran? kandang kan, memang selalu kotor. Apa orang ini tidak tahu itu?" batin Jesslyn berpikir.
Jesslyn tersenyum, "Baiklah jika itu kemauan, Anda. Saya akan mengarahkan Tuan Hansel lebih dulu. Lalu, saya akan membawa Anda ke kandang yang lain. Mari, silakan Tuan."
Jesslyn membawa Hansel menuju tempat disimpannya peralatan membersihkan kotoran kuda. Jesslyn dengan sabar memandu dan mengarahkan Hansel. Ia memberitahu apa saja yang harus dikenakan Hansel, dikerjakan sampai hal-hal yang benar-benar perlu diperhatikan. Hansel senang karena penjelasan Jesslyn begitu mudah untuk dipahami. Ia langsung mengerti dan siap menerima tugas dari Micheline.
"... kira-kira seperti itu. Jika Tuan ada pertanyaan silakan mencari saya," kata Jesslyn.
"Syukurlah. Jika begitu, saya akan membawa Tuan Sekretaris ke tempat lain. Permisi," pamit Jesslyn.
Hansel mengangguk. Jesslyn dan Charlie pergi meninggalkan Hansel menuju kandang kuda yang lain. Kandang Cookie dan kandang kuda yang lain terpisah tempat.
*****
Jesslyn dan Charlie sampai di kandang kuda. Jesslyn memberikan sepatu boots dan appron khusus untuk dikenakan Charlie.
"Silakan, Tuan."
Charlie menerima dengan berat hati. Ia merasa harga dirinya sebagai kepala sekretaris dengan reputasi baik jatuh terinjak. Ia tidak pernah menjadi pekerja kasar menjadi pembersih kotoran sebelumnya. Meskipun dulu ia pernah menjadi pekerja serabutan dan paruh waktu di tempat-tempat berbeda.
Jesslyn menatap Charlie, "Anda pasti kesulitan," kata Jesslyn.
"Kita lihat saja. Ini pertama kalinya aku melakukan ini dalam hidupku."
Jesslyn tersenyum, "Kalau saya sudah terbiasa. Karena keluarga saya adalah kelaurga peternak sapi perah dan perkebunan anggur. Saya sudah biasa melihat hal-hal kotor seperti ini. Memang menjijikan jika tidak terbiasa, tapi ini menyenangkan. Apalagi jika kita bisa dekat dengan kuda yang menempati kadang."
__ADS_1
Charlie kaget, "Perempuan ini aneh sekali. Yang seperti ini menyenangkan dari mananya? aneh," batin Charlie.
Jesslyn memberikan sekop pada Charlie, "Silakan mulai," kata Jesslyn.
Charlie menerima sekop, "Baiklah. Demi apapun ini adalah hal pertama dan terakhir yang aku lakukan. Kau, nilai pekerjaanku dengan benar. Aku tidak bisa menerima kritikan," ucap Charlie.
"Tidak mau dikritik? lalu, bagaimana Anda bisa berkembang dan memperbaiki kekurangan Anda?" tanya Jesslyn.
Charlie tekejut. Ia melirik menatap Jesslyn lalu mendengus. Ia segera mengeruk kotoran kuda dan mengumpulkannya pada tempat yang disediakan. Awalnya Charlie memang kesulitan, meski sudah mengenakan masker penutup ia masih bisa mencium aroma tidak sedap. Charlie merasa dongkol dan kesal. Namun, ia tidak bisa membantah perintah Micheline.
*****
Micheline, Keily dan Jason berkuda bersama. Karena Keily masih belum mahir menunggang kuda. Ia didampingi oleh Jasson. Keily pernah terjatuh saat berlatih kuda, tetapi hal itu tidak membuatnya jera untuk kembali menunggang kuda.
Micheline memperlambat pacu Cookie. Micheline mengusap kepala Cokkie lalu mencium kepala Cookie. Ia berbisik sesuatu pada Cookie, mengucapkan terima kasih karena telah setia padanya selama ini.
"Terima kasih, Cookie. Kau yang terbaik. Ayo kita berlari lagi," bisik Micheline tersenyum. Micheline melonggarkan tali pengikat dan kembali memacu langkah kaki Cookie untuk berlari.
Ssmentara itu, Jasson mengajarkan cara-cara untuk beradaptasi dengan kuda yang baru saja dijumpai. Membuat kuda tetap tenang dan bisa mendengar perintah si penunggang.
"Apa Anda sudah mengerti, Nona?" tanya Jason.
"Oh, ya. Aku paham, terima kasih. Maaf, bisakah kau bicara santai denganku. Sepertinya kita seumuran, kan?" kata Keily.
"Itu tidak sopan. Anda adalah teman majikan saja," jawab Jason.
"Ayolah, kau kaku sekali. Kak Michel tidak akan marah," bujuk Keily.
"Baiklah," jawab Jason.
Keily tersenyum, "Ayo, coba panggil namaku."
"Ke-keily..." panggil Jason sedikit gugup.
Keily tertawa, "Kaku sekali. Panggil saja dengan santai. Aku tidak akan menerkammu, Jason. Ayo kita berlari, kita susul Kak Micheline."
"Ya," jawab Jason yang langsung memacu langkah kaki kuda yang ia tunggangi bersama Keily untuk menyusul Cookie.
...*****...
__ADS_1