My Sexy CEO

My Sexy CEO
MSC 55 - Keputusan (2)


__ADS_3

Perhatian!


Dalam cerita mengandung unsur dewasa. Seperti 21+, kekerasan fisik, darah, kata- kata umpatan dan lain-lain. Diharapkan pembaca bijak dalam menanggapi isi bacaan. Terima kasih.


*****


Hansel dan Micheline sudah tiba di rumah Micheline. Hansel tersenyum penuh arti pada Micheline. Ia ingin melalui malam panas penug gairah bersama Micheline. Tentu saja ia tidak ingin ditolak Micheline.


"Kau tidak ingin masuk?" tawar Micheline, "Ayo masuk, temani aku. Aku tidak ingin sendiri," ajak Micheline yang langsung keluar dari dalam mobil.


Jantung Hansel berdegup kencang. Ia bagai diterpa angin yang menyejukan. Tanpa menunggu ia pun langsung keluar dari dalam mobil dan menyusul Micheline masuk ke dalam rumah.


*****


Sesampainya di dalam rumah, Micheline melempar tasnya dan merebahkan tubuhnya ke sofa ruang tengah. Melihat pose sexy CEO-nya. Hansel tidak bisa lagi menahan diri. Hansel mendekati Micheline, bagaikan harimau yang kelaparan, ia ingin segera memangsa Micheline. Diciumnya lagi bibir Micheline, sampai ia benar-benar ingin melahap habis bibir Micheline.


Tidak mau kalah. Micheline melapas ciuman Hansel, lalu mendorong Hansel sampai berbaring di sofa dan menindih Hansel. Micheline tersenyum nakal pada Hansel. Ia menatap Hansel dengan tatapan mata yang menggemaskan.


"S*al, kenapa CEO-ku sangat sexy!" batin Hansel.


"Kau membuatku gila," gumam Hansel.


"Oh... begitu kah? kau akan lebih gila dari ini, Hans." jawab Micheline.


Tangan Micheline membuka dasi dan melepas semua kancing kemeja Hansel. Dirabanya dada bidang Hansel, Micheline memang bukan orang yang ahli dalam bercinta karena Hansel lah laki-laki pertama yang tidur bersamanya. Ia sengaja ingin memancing Hansel agar semakin bergairah.


"Kau ingin mempermainkanku, ya?" kata Hansel memegang tangan Michreline yang berkeliaran, "Bu CEO, tidak baik memancing gairah Asistennya seperti ini. Bagaimana jika Asistenmu ini hilang akal dan tidak tahan?" tanya Hansel.


Micheline tersenyum, "Bagaimana, ya?" kata Micheline mencondongkan tubuhnya pada Hansel, "Jika seperti itu, bagimana jika kau lepaskan saja? menahan diri bukan sesuatu yang baik, kan?"


"Kau jangan menarik kembali ucapanmu, El. Aku tidak akan sungkan lagi," jawab Hansel.


Hansel bangun, ia kembali mencium Micheline. Kali ini ia menaggalkan semua pakaiannya dan perlahan menanggalkan pakaian Micheline. Micheline ingat jika mereja masih ada di luar kamar, ia mendorong Hansel dan segera berlari masuk dalam kamar.


"Kau gila? kita tidak akan melakukannya di luar kamar, ka?" kata Micheline.

__ADS_1


Hansel tersenyum, "Karena begitu ingin memancingku sampai dia sendiri lupa di mana ini," gumam Hansel.


Hansel segera berdiri dan mengikuti Micheline yang sudah ada di dalam kamar. Saat ia masuk dalam kamar, ia tidak melihat Micheline. Namun, tidak lama kemudia ia mendengar pintu kamar mandi yang dibuka dan Micheline keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan kimono handuknya.


"Kau mencariku?" tanya Micheline berjalan mendekati Hansel.


Hansel mengangguk lalu merangkul pinggang Micheline. "Ya, aku mencari kucing liarku yang tiba-tiba lari entah kemana." kata Hansel.


"Sudah kau temukan kucing liarmu itu?" tanya Micheline menatap dalam mata Hansel.


"Sudah, dia sendiri yang pada akhirnya berjalan kembali padaku. Aku akan memakan habis dia sampai tidak bisa bergerak besok," kata Hansel lagi berbisik di telinga kiri Micheline.


Micheline tertawa, Hansel yang gemas langsung mengigit daun telinga Micheline, menghisap telinga Micheline sampai kemerahan. Tangan Hansel menjalar ke tali kimono yang terikat, dengan sekali tarik ia langsung bisa membuka tali itu. Ditanggalkannya kimono yang dikenakan Micheline. Hansel mengusap lembut kulit halus mulus Micheline. Membuat Micheline semakin menempel pada Hansel.


Dikecupnya leher, bahu sampai punggung Micheline. Di sana diberinya jejak-jejak ciumannya. Micheline merasa aneh sekaligus geli. Ini kali pertama ia sadar melakukannya. Kejadian sebelumnya, Micheline sedang mabuk dan tidak sadar akan perbuatannya.


"Hans..." panggil Micheline.


"Hm," gumam Hansel yang masih seru membuat jejak.


"Saat aku mabuk, apa saja yang aku lakukan?" tanya Micheline.


"Dan..." ulang Micheline.


Hansel berbisik. Saat mendengar kata-kata yang dibisikkan Hansel. Tiba-tiba mata Micheline melebar. Wajah Micheline juga langsung memerah. Ia tidak menyangka ia akan bertindak seliar itu pada Hansel.


"Aku? seperti itu?" gumam Micheline.


"Hm, kau sangat liar. Sampai-sampai aku harus menjinakanmu dengan cara yang istimewa. Jadi, kau tidak akan mengulanginya lagi malam ini?" kata Hansel.


Micheline berbalik dan naik ke atas tempat tidurnya. Ia masuk dalam selimut, menggulung tubuhnya dengan selimut. Melihat reaksi Micheline yang malu-malu, Hansel menjadi semakin gemas dan semakin bergairah. Hansel naik ke atas tempat tidur. Ia sudah tidak tahan lagi untuk menahan diri. Hansel menarik selimut yang menggulung Micheline.


Kedua pasang mata saling bertemu. Hansel dan Micheline saling melempar senyuman. Melihat wajah cantik dan molehnya tubuh Micheline, membuat Hansel ingin segera melepas hasrat birahinya.


*****

__ADS_1


Permainan panas terjadi. Hansel dan Micheline sedang bergulat didalam selimut. Terdengar suara erangan yang memecah kesunyian malam.


"Hhh..."


"Mhhh..."


"Han... sel... hhh..."


Hansel bergerak semakin liar, ia mempercepat ritme gerakannya, membuat Micheline semakin meracau tidak karuan. Micheline tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerang dan meracau, ia merasakan sensasi bercinta yang liar biasa malam itu.


Cukup lama mereka bersatu dalam pergulatan. Sampai pada akhirnya mereka saling melepaskan kenikmatan bersama-sama. Mereka saling memuaskan satu sama lain. Permainan panas pun usai, Hsnsel berpindah posisi tidur di samping Micheline, memeluk erat tubuh Micheline didalam selimut.


"Bagaimana?" bisik Hansel.


"Apa?" jawab Micheline pura-pura tidak mengerti.


"Kau ingin kubuat tidak bisa jalan rupanya. Bisa-bisanya," kata Hansel.


Micheline tertawa, "Aku bergurau, aku hanya menggodamu saja, Hans." jawab Micheline mengubah posisinya berbalik mrnghadap Hansel, "Kau sangat luar biasa, Hans." puji Micheline mengusap wajah tampan Hansel.


"Aku ingin lagi, apa boleh?" kata Hansel.


Micheline menggeleng, "Tidak sekarang. Aku sudah lelah, Hans. Kau bergerak seliar itu membuatku kehabisan tenanga." jawab Micheline.


"Aku hanya menggidamu, sayang. Aku tidak akan menyakitimu." ucap Hansel mencium lembut kening Micheline.


"Aku lelah, Hans. Aku ingih tidur," kata Micheline. Masuk dalam pelukan Hsnsel.


Mata Micheline perlahan-lahan terpejam. Micheline yang lelah mulai mengantuk dan ingin segerw tidur. Dalam hitungan detik, ia sudah langsung terlelap.


"Ya, tidurlah. Aku akan menjagamu," jawab Hansel mengusap rambut dan punggung Micheline. Hansel mencium puncak kepala Micheline lembut.


Malam itu, adalah malam indah bagi Hansel. Meski ia sempat dihinggapai kekesalan karena pertemuannya dengan Pamannya. Juga karena pertengkaran sesaat di kamar mandi bersama Pamannya. Namun karena ada Micheline di sisinya. Ia merasa tidak terlalu kesal.


Hansel tersenyum, "Terima kasih, sayang. Aku mencintaimu," batin Hansel kembali mencium kening Micheline.

__ADS_1


Hansel juga merasa lelah. Ia dan Micheline tidur bersama dalam posisi berpelukan. Meski tidak tahu jelas hubungan seperti apa yang ia jalani dengan Micheline ke depannya, ia merasa cukup bangga, ia adalah laki-laki pertama yang berhasil menerobos pertahan Micheline. Perlahan-lahan, Hansel juga memejamkan matanya. Rasa kantuk sudah menyerang, ia pun terlelap tidur beberapa saat kemudian.


...*****...


__ADS_2