My Sexy CEO

My Sexy CEO
MSC 74 - Rasakan dan Nikmati


__ADS_3

Perhatian!


Dalam cerita mengandung unsur dewasa. Seperti 21+, kekerasan fisik, darah, kata- kata umpatan dan lain-lain. Diharapkan pembaca bijak dalam menanggapi isi bacaan. Terima kasih.


*****


Hansel dan Micheline sudah berpindah tempat. Dibopongnya Micheline oleh Hansel sampai ke kamarnya. Mereka melanjutkan ciuman panas mereka di dalam kamar. Beberapa lama kemudian, Hansel melepaskan ciumannya. Ia menatap lama wajah Micheline, Micheline hanya tersenyum, memperlihatkan senyuman cantiknya.


"Cantik," puji Hansel membelai wajah Micheline.


"Jangan merayuku," kata Micheline.


"Aku tidak merayu. Ini pernyataanku tanpa kebohongan sedikit pun. Kau memang sangat cantik, Eline. Tidak mungkin tidak ada laki-laki yang tidak terpikat olehmu. Semua pasti menginginkanmu, bukan?" kata Hansel.


Hansel mendekat dan menggapai bibir Micheline dengan bibirnya. Tangannya menyusup masuk dalam piama yang dikenakan Micheline. Tidak mau kalah, Micheline pun membalas ciumana Hansel, tangannya juga langsung bergerak melepas kancing piama yang dikenakan Hansel lalu menanggalkannya. Dirabanya perut berotot, sampai menjalar ke dada bidang Hansel. Ciuman mereka semakin intens.


"Umh... Hans, tunggu." ucap Micheline saat Hansel ingin melepas semua kancing kemeja Micheline.


"Ada apa?" tanya Hansel.


"Biar aku yang melepas kancingku sendiri. Kau..." kata-kata Micheline terhenti, tetapi ia langsung mendorong tubuh Hansel jatuh ke atas tempat tidur. Lalu ia menindih tubuh Hansel, "Kau menurut dan di bawah saja," kata Micheline.


Hansel mengernyitkan dahi, "Hei, sejak kapan kau mendomonasi seperti ini?" kata Hansel tersenyum.


"Entahlah..." jawab Micheline yang mengusap-usap pipi Hansel, "Aku menjadi liar seperti ini kan karena kau yang mengajariku," kata Micheline tersenyum nakal.


Tangan Micheline dalam sekejap sudah melepas semua kancing piamanya sendiri dan menanggalkan piamanya. Micheline menatap dalam mata Hansel. Ia mencium kening, lalu kedua kelopak mata Hansel. Ciumannya turun ke hidung, kedua pipi Hansel, lalu ke dagu. Dan terakhir, ia langsung mendaratkan ciumannya ke bibir Hansel.


Hansel pasrah tidak berdaya menikmati cumbuan dari Micheline. Ini pertama kalinya Micheline liar dan mendominasinya. Biasanya ia lah yang akan langsung menerkam Micheline bagai harimau kelaparan.


Micheline melepas ciumannya, "Apa kau menyukainya? suka aku yang sebelumnya, atau suka aku yang liar ini, hm?" tanya Micheline.


"Suka keduanya. Aku menyukaimu lebih dari apapun, Eline. Aku sangat menyayangimu, juga mencintaimu." jawab Hansel mengusap wajah Micheline.


Micheline tersenyum, di ciumnya lalu di gigit kecil leher Hansel. Ia membuat jejak-jejak ciuman di bahu, dada, perut bahkan sampai ke sekujur punggung dan pinggang Hansel.


"Hhhh..." gumam Hansel merasakan sensasi aneh. Biasanya Micheline hanya akan memberi jejak beberapa jejak saja di leher atau dadanya.

__ADS_1


"Perempuan ini. Sejak kapan se-liar ini, ya? Mm... rasanya aneh, tapi aku menyukainya. Hh... ini gila. Aku yang dipermainkan sekarang," batin Hansel.


"Aku akan buat kau terbang dan akan aku hempaskan seketika, Hans. Ini hukumanmu," batin Micheline tersenyum.


Micheline berencana mengerjai Hansel. Ia sebenernya tidak ahli dalam urusan tempat tidur. Namun ia mencoba memberanikan diri menjadi se-liar mungkin. Ia ingin memancing birahi Hansel, ingin tahu seberapa batas Hansel bisa menahan diri dengan godaan di hadapannya.


Darah Hansel mendidih, suhu tubuhnya mulai memanas karena sentuhan dan ciuman Micheline. Gairahnya memuncak, ia ingin segera menyalurkan hasratnya pada Micheline.


"Sampai kapan kau akan terus merabaku?" tanya Hansel, membuat Micheline tercengang sesaat.


Micheline lalu tersenyum lebar, "Sampai batasmu," jawab Micheline.


Hansel mengerti, ia benar-benar dipermaiankan oleh perempuan cantik yang sedang menindih tubuhnya. Hansel tidak mau lagi mengalah. Ia segera mengubah posisinya, ia bergantian menindih Micheline.


Micheline kaget, "Kau..." katanya. Belum sampai ucapannya selesai terucap, Hansel langsung menciumnya dengan rakus.


"Mhh..."


"Mmm..."


Gumaman Micheline menyeruak. Ia mencengkram lengan Hansel kuat saat bibirnya dikuasai oleh Hansel. Didorongnya tubuh Hansel agar ciuman Hansel terlepas. Saat Hansel melepaskan ciumannya, Micheline terlihat terengah-enggah.


Mata Micheline melebar, "Kau..." kata-kata Micheline terhenti, ia tersentak kaget saat kedua tangannya dicengkram kuat oleh kedua tangan Hansel.


Hansel langsung menciumi leher Micheline. Ciumannya turun, turun, dan semakin turun. Tidak lupa ia meninggalkan jejak.


"Hans..." panggil Micheline menggeliat.


Suara serak yang khas dan tubuh yang sedikit menggeliat, membuat Hansel semakin ingin melahap habis peremuan dihadapannya itu. Dirabanya perlahan, dari paha sampai menjalar ke d*da Micheline.


"Hmm..." gumam Micheline lagi.


"S*al! Kau membuatku gila, El!" batin Hansel tidak tahan. Miliknya sudah merontah di bawah sana.


Hansel tidak tahan lagi, segera ia mengakhiri pemanasan yang luar biasa panas itu. Dengan gerakan lembut ia menyatukan diri dengan Micheline. Sesaat ia menghentikan gerakannya. Ia tidak ingin menyakiti Micheline karena ia sangat menyayanginya.


"Rasakan dan Nikmatilah, sayang. Akan aku buat kau melayang," bisik Hansel. Tidak lupa di gigitnya lembut telinga Micheline.

__ADS_1


"Hh... Hans..."


Pergerakan kembali di lakukan. Hansel bergerak perlahan-lahan seirama. Beberapa saat kemudian, ia menambah kecepatan gerakannya, begitu seterusnya dengan beberapa gerakan yang berbeda juga.


Keringat membanjiri keduanya. Suara erangan pun tidak lepas terdengar dari bibir Micheline dan Hansel. Keduanya sangat menikmati gelora bercinta malam itu. Seakan dunia milik berdua, mereka benar-benar total melakukan tiap gerakan yang mereka inginkan. Kenikmatan yang tercipta sudah diambang batasnya. Secara bersamaan mereka mencapai puncak.


Hansel melengkuh panjang. Ia langsung merubuhkan tubuhnya di samping tubuh Micheline. Sedangkan Micheline masih mengatur napasnya, ia merasa lemas karena Hansel begitu menggebu saat melahapnya. Napas Micheline naik turun, ia memalingkan wajah menatap Hansel. Hansel menatap balik Micheline, mengusap keringat di kening Micheline lalu mencium lembut kening Micheline.


"Aku mencintaimu," katanya lembut.


Micheline memejamkan mata saat Hansel mencium keningnya, lalu membukanya kembali saat kecupan itu berakhir. Hansel mengusap-usap pipi Micheline lalu membelai rambut Micheline.


"Apa kau puas?" tanya Hansel tersenyum, ia menggoda Micheline.


Micheline mengernyitkan dahi, "Tersenyumlah sepuasmu. Besok aku yang akan tersenyum dalam tangisanmu," jawab Micheline sedikit kesal.


"S*al! aku selalu kalah darinya," batin Micheline.


"Oh, kau berencana balas dendam rupanya. Ayolah, mengaku saja kau sudah kalah dariku," kata Hansel.


"Aku tidak mau dan tidak akan kalah darimu. Kau kan bermain curang tadi. Kau..." kata-kata Micheline terhenti begitu saja.


Hansel mendekatkan wajahnya ke wajah Micheline, "Kau..." ulang Hansel menirukan ucapan Micheline.


"Kau menyebalkan," kata Micheline mencium bibir Hansel, lalu mengigit bibir Hansel gemas.


"Ah, aku bisa gila karena laki-laki ini. Dia selalu seenaknya," batin Micheline.


"Ouch... shhh..." desis Hansel. Ia meraba bibirnya yang berdarah. Hansel menjilati bibirnya sendiri, matanya menatap arah Micheline yang menatapnya dengan tatapan mata kesal. "Terima kasih hadiahnya. Ciuman sekaligus gigitan ternikmat dari harimau betina yang aku cintai," kata Hansel.


"Terserah saja. Dasar menyebalkan," ucap Micheline berbalik membelakangi Hansel. Sebenarnya Micheline merasa malu, saat melihat Hansel menjulurkan lidah dan menjilati bibirnya sendiri.


Hansel tersenyum, "Kau tahu? kau terlalu cantik saat marah," kata Hansel mengusap punggung Micheline, "Percayalah, aku hanya akan seperti ini padamu. Aku tidak akan mengkhianatimu," kata Hansel mencium punggung lalu memeluk Micheline. Ia mengeratkan pelukannya, mengusap lembut perut rata Micheline.


Micheline merasa lelah, ia memejamkan mata lalu terlelap tidur. Hansel memejamkan mata, ia mengusap-usap rambut Micheline lembut. Hansel pun ikut terlelap tidur.


...*****...

__ADS_1


Teruntuk semua pembaca setia,


Jangan lupa like setiap episode ya. Jika berkenan bisa memberikan hadiah atau vote. Agar authornya lebih semangat up. Terima kasih semuanya~ 🙂


__ADS_2